Sensus Ekonomi 2026 Masih Berlangsung, BPS Minta Warga Tak Menolak Petugas

Kanama Amar
Senin, 10 Agustus 2026 07:25:20

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 masih berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk menerima petugas sensus serta memberikan data secara benar. Senin (10/08/2026).

Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan yang dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan aktivitas ekonomi di Indonesia. Data tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

BPS menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pendataan tersebut. Kekhawatiran mengenai pemanfaatan data sensus, termasuk kaitannya dengan perpajakan, sebelumnya juga menjadi salah satu alasan sebagian pelaku usaha ragu memberikan informasi.

Baca: Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar

"Tidak usah khawatir, kerahasiaan data Bapak dan Ibu akan terjaga. Keamanan data akan terjaga dan tidak ada hubungannya dengan pajak," ujar BPS dalam sosialisasi Sensus Ekonomi 2026.

BPS juga menegaskan data yang disampaikan responden harus diberikan secara benar dan jujur. Kualitas data yang terkumpul akan menentukan akurasi gambaran perekonomian Indonesia.

Baca: BI Bali Perluas Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan Lewat KKI

"Tidak usah khawatir, kerahasiaan data Bapak dan Ibu akan terjaga. Keamanan data akan terjaga dan tidak ada hubungannya dengan perpajakan," katanya, dikutip pada Rabu (17/6/2026).

Sensus Ekonomi Digelar Setiap 10 Tahun

Sensus Ekonomi bukan merupakan kegiatan baru. Pendataan ini dilaksanakan setiap 10 tahun untuk memotret perkembangan dunia usaha dan aktivitas ekonomi secara lebih menyeluruh.

Baca: Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Bersihkan BUMN dari Dugaan Korupsi

Sensus Ekonomi 2026 menjadi pelaksanaan kelima setelah sebelumnya digelar pada 1986, 1996, 2006, dan 2016. Tahun ini, BPS berupaya mendapatkan data yang lebih lengkap mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital hingga ekonomi lingkungan.

Berdasarkan informasi BPS, Sensus Ekonomi 2026 mencakup unit usaha dan perusahaan di berbagai sektor di luar lapangan usaha pertanian. Data yang dihimpun diharapkan dapat memberikan gambaran aktual mengenai kondisi ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Baca: Perpres Timah Mendesak Terbit, PT Timah Disiapkan Beli Timah Masyarakat Belitung

Ada Pendataan Online dan Lapangan

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dilakukan melalui dua mekanisme. Sebagian usaha atau perusahaan memperoleh undangan untuk melakukan pengisian secara mandiri melalui kanal yang disediakan BPS.

Sementara itu, usaha yang belum melakukan pengisian mandiri akan didatangi petugas untuk pendataan lapangan. Tahapan pendataan lapangan dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Baca: KKP Perkuat SDM Koperasi Nelayan Merah Putih, Fokus Tingkatkan Profesionalisme Pengelola

BPS sebelumnya juga mengakui masih terdapat sebagian masyarakat maupun pelaku usaha yang ragu ketika didatangi petugas. Sosialisasi dan edukasi terus dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai tujuan sensus.

"Progress sampai dengan hari sudah mencapai 44,97 persen, gabungan daftar keluarga dan usaha," kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto dalam perkembangan pelaksanaan sensus di wilayah tersebut pada Juli 2026.

Baca: Hendry Munief Ingatkan 17 Ormas BMIWI Riau Bangun Bisnis Berkelanjutan, Hindari Cara Instan

Ia juga mengakui masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami pentingnya pendataan tersebut.

"Tidak dipungkiri masih ada sekelompok kecil masyarakat yang ragu atau bahkan menolak karena berbagai macam sebab. Langkah persuasi dan edukasi terus dilakukan seluruh jajaran BPS dan Pemda setempat untuk mengatasi hal tersebut," ujarnya.

Data Sensus Jadi Dasar Kebijakan Ekonomi

Baca: Bos Baru BGN Sidak Dapur MBG Dini Hari, Pastikan Kualitas Makanan dan Kebersihan Terjaga

Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya dapat digunakan pemerintah untuk melihat struktur dan perkembangan dunia usaha secara lebih aktual. Data tersebut penting untuk menyusun perencanaan, menentukan kebijakan, sekaligus mengevaluasi program pembangunan.

Bagi dunia usaha, data ekonomi juga dapat membantu memberikan gambaran mengenai kondisi pasar, perkembangan industri, peluang investasi serta tantangan yang dihadapi pelaku bisnis.

Baca: Enam Kios Pangan Murah Hadir di Pekanbaru, Pemko Perkuat Stabilitas Harga Bahan Pokok

Karena itu, partisipasi masyarakat dan pelaku usaha menjadi bagian penting dalam keberhasilan Sensus Ekonomi 2026.

BPS mengimbau masyarakat yang didatangi petugas untuk tidak langsung menolak, tetapi memastikan terlebih dahulu identitas petugas dan tujuan pendataan. Dengan data yang lengkap dan akurat, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk merancang kebijakan ekonomi berdasarkan kondisi nyata di lapangan. (SM)



Terkait
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg
Pakar Kelautan Soroti Minimnya Ikan Laut dalam Menu MBG
Bupati Zukri Tegas: Panggil Pemilik Pabrik Tegaskan Har
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepi
Lainnya
BSI Ekspansi Lapak Syariah ke Pasar Tradisional, Garap Pengusaha UMKM dan Pasar Digital
BSI Ekspansi Lapak Syariah ke Pasar Tradisional, Garap Pengusaha UMKM dan Pasar Digital
Pemerintah Buka Opsi Skema Kerja Sama Swasta dalam Proy
Ini Kata Disbun Riau Soal Kenaikan Harga Minyak Sawit M
Bank Riau Kepri Ingin Konversi ke Syariah, OJK Minta Ka
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Nasional
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman,
Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, I
Pendidikan
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Witama School Ikut Semarakkan Panggung Amal untuk 10 Panti di Mall SKA Pekanbaru
Prabowo Bentuk Tim Khusus Pendidikan Gratis, Pratikno P
Prabowo Izinkan Dana BOS Dipakai Bayar Gaji Guru Non-AS