Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pola kemitraan plasma di Provinsi Riau untuk periode 1–7 Juli 2026 resmi mengalami kenaikan. Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok umur produktif, dengan umur 9 tahun mencapai Rp3.831,76 per kilogram, naik Rp55,60/Kg dibanding periode sebelumnya.
Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi petani sawit, khususnya dalam menjaga stabilitas pendapatan di tengah dinamika harga komoditas global. Penetapan harga ini ditetapkan pada Selasa (30/6/2026) oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau.
Berdasarkan hasil penetapan, harga TBS bervariasi sesuai umur tanaman, dengan rincian sebagai berikut:
* Umur 3 tahun: Rp2.949,68/Kg
* Umur 4 tahun: Rp3.347,18/Kg
* Umur 5 tahun: Rp3.548,50/Kg
* Umur 6 tahun: Rp3.703,60/Kg
* Umur 7 tahun: Rp3.782,99/Kg
* Umur 8 tahun: Rp3.827,74/Kg
* Umur 9 tahun: Rp3.831,76/Kg (tertinggi)
* Umur 10–20 tahun: Rp3.810,90/Kg
* Umur 21 tahun: Rp3.750,55/Kg
* Umur 22 tahun: Rp3.692,58/Kg
* Umur 23 tahun: Rp3.630,79/Kg
* Umur 24 tahun: Rp3.563,01/Kg
* Umur 25 tahun: Rp3.486,85/Kg
* Umur 26 tahun: Rp3.440,62/Kg
* Umur 27 tahun: Rp3.394,14/Kg
* Umur 28 tahun: Rp3.348,86/Kg
* Umur 29 tahun: Rp3.331,61/Kg
* Umur 30 tahun: Rp3.317,24/Kg
Kenaikan harga ini turut dipengaruhi oleh pergerakan harga turunan sawit di pasar. Untuk periode ini, harga referensi ditetapkan sebagai berikut:
Baca: Produsen Minyakita Tarik 300 Ton Minyak Bantuan yang Dikeluhkan Berbau Solar
* Harga CPO: Rp15.472,21/Kg
* Harga kernel: Rp12.812,59/Kg
* Harga cangkang: Rp19,77/Kg
* Indeks K: 92,87%
* BOTL: 1,29%
Tren kenaikan harga TBS ini diharapkan mampu mendorong semangat petani dalam meningkatkan produktivitas kebun serta menjaga kualitas hasil panen. Selain itu, stabilitas harga juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan sektor perkebunan sawit di Riau.
Dengan harga yang terus bergerak positif, sektor kelapa sawit masih menjadi salah satu penopang utama ekonomi daerah, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada komoditas ini.
Sumber: Dinas Perkebunan Provinsi Riau
