BI Bali Perluas Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan Lewat KKI
KANALSUMATERA.com - Denpasar – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali terus mendorong perluasan pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama pelaku usaha di sektor wastra dan kerajinan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan akses promosi melalui pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI).
Kepala Perwakilan BI Bali Achris Sarwani mengatakan keikutsertaan UMKM dalam ajang tersebut menjadi peluang untuk memperluas pasar sekaligus membangun koneksi dengan calon mitra usaha.
“Partisipasi itu semakin memperluas akses pasar dan memperkuat jejaring bisnis,” kata Achris Sarwani, Sabtu (22/08/2026).
Baca: Hendry Munief Ingatkan 17 Ormas BMIWI Riau Bangun Bisnis Berkelanjutan, Hindari Cara Instan
Selain memperluas akses pemasaran, BI Bali juga mendorong peningkatan daya saing produk UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam pameran KKI, sebanyak 45 UMKM binaan BI Bali mendapat kesempatan memperkenalkan produk melalui kanal daring resmi KKI. Sementara itu, 18 UMKM binaan lainnya mengikuti kegiatan koneksi bisnis secara langsung dengan konsumen serta calon investor di Jakarta.
Baca: Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Berbenah Demi Kembalikan Marwah Riau
Produk yang ditampilkan cukup beragam, mulai dari wastra, perhiasan, aksesori, produk desa wisata, hingga makanan dan minuman olahan yang dipasarkan melalui sistem toko ritel.
BI Bali menyebut sejumlah UMKM yang dilibatkan merupakan pelaku usaha yang telah berorientasi ekspor maupun memiliki potensi untuk masuk ke pasar ekspor. Karena itu, kualitas produk dan konsistensi produksi menjadi perhatian penting agar mampu memenuhi permintaan pasar secara berkelanjutan.
Achris berharap perluasan akses pasar tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan perekonomian global.
Baca: Enam Kios Pangan Murah Hadir di Pekanbaru, Pemko Perkuat Stabilitas Harga Bahan Pokok
Menurutnya, penguatan UMKM menjadi semakin penting ketika dunia menghadapi ketidakpastian ekonomi dan tantangan geopolitik, termasuk dampak dari situasi di kawasan Timur Tengah.
Dengan keterlibatan dalam KKI, UMKM Bali diharapkan tidak hanya memperoleh ruang promosi, tetapi juga mampu membangun jaringan bisnis baru, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat peluang untuk masuk ke pasar nasional maupun ekspor. (SM)
