BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ada JIS dan Cikal

Kanama
Jumat, 28 Agustus 2026 13:47:37

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penataan ulang sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekitar 80 sekolah swasta yang masuk kategori elite dikeluarkan dari daftar penerima program tersebut.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan penyisiran dilakukan agar program MBG lebih tepat sasaran. Sekolah-sekolah dengan kondisi ekonomi yang dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri menjadi bagian dari evaluasi tersebut.

“Kita sudah sisir sekarang ini beberapa sekolah swasta yang memang swasta elite saya kira tidak membutuhkan MBG. Nah itu juga beberapa sudah ada 80an sekolah gitu seIndonesia, yang kemudian sekolah swasta khususnya. itu kemudian kita exclude untuk tidak diberikan MBG,” ucap Sudaryono di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (28/08/2026).

Baca: Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar

Menurut Sudaryono, kebijakan tersebut menyasar sekolah swasta tertentu serta sejumlah sekolah berasrama yang dinilai telah memiliki fasilitas dan dukungan pembiayaan sendiri.

Beberapa nama sekolah yang disebut masuk dalam penyisiran antara lain Jakarta Intercultural School (JIS), Cikal, Taruna Nusantara, dan Kemala Bhayangkari. Nama-nama tersebut dicontohkan sebagai sekolah yang dapat dikeluarkan dari alokasi MBG.

Baca: BI Bali Perluas Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan Lewat KKI

“Misalnya masukkan saja sekolah misalnya JIS, atau Cikal, atau Taruna Nusantara, atau Kemala Bhayangkari misalnya. Nanti di dalam Radar MBG ada keterangan tidak mendapatkan alokasi MBG,” ujarnya.

BGN Fokuskan MBG kepada Penerima yang Membutuhkan

Penataan sekolah penerima MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah melakukan refocusing program. BGN sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak sekolah, komite, dan orang tua siswa sebelum menentukan sekolah yang tidak lagi mendapatkan alokasi.

Baca: Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Bersihkan BUMN dari Dugaan Korupsi

Sudaryono menegaskan pemerintah tidak ingin memaksakan program kepada sekolah yang memang tidak membutuhkan MBG. Prinsip utama program tersebut adalah memastikan bantuan gizi diberikan kepada kelompok yang berhak dan membutuhkan.

Kebijakan ini juga sejalan dengan evaluasi terhadap kelompok masyarakat dengan tingkat kemampuan ekonomi tinggi. Dengan penyisiran tersebut, anggaran dan sumber daya MBG diharapkan dapat lebih difokuskan kepada kelompok yang membutuhkan intervensi gizi pemerintah.

Baca: Sensus Ekonomi 2026 Masih Berlangsung, BPS Minta Warga Tak Menolak Petugas

Sebelumnya, BGN menyebut terdapat ratusan sekolah swasta yang telah menyampaikan tidak membutuhkan MBG. Namun, data penerima manfaat masih bersifat dinamis karena proses verifikasi dan pemutakhiran terus dilakukan.

Dengan ditetapkannya sekitar 80 sekolah swasta elite yang tidak memperoleh alokasi, pemerintah berharap pelaksanaan MBG semakin tepat sasaran sekaligus mengoptimalkan penggunaan anggaran negara untuk kelompok penerima yang menjadi prioritas. (SM)



Terkait
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Motor Utama Pertumbuhan Triwulan II 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Motor Utama Pertumbuhan Triwulan II 2026
Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Ja
Pakar Kelautan Soroti Minimnya Ikan Laut dalam Menu MBG
Bupati Zukri Tegas: Panggil Pemilik Pabrik Tegaskan Har
Lainnya
Sayur Mayur Kabupaten Tanah Datar Resmi Disalurkan di Pekanbaru oleh Koperasi Talen Tani Berkah
Sayur Mayur Kabupaten Tanah Datar Resmi Disalurkan di Pekanbaru oleh Koperasi Talen Tani Berkah
Ketua TPID Kota Pekanbaru Hadiri Penyelengaraan Capacit
Berita Foto: Ma'ruf Amin Meresmikan Berkunjung Sekaligu
Ekspor Kepri Januari 2019 Turun 27,60 persen
Hukum
Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang
Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang
Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Ora
Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp2
Nasional
Prabowo Jamu El-Sisi di Istana Negara, Hubungan Historis Indonesia-Mesir Jadi Sorotan
Prabowo Jamu El-Sisi di Istana Negara, Hubungan Historis Indonesia-Mesir Jadi Sorotan
Presiden Mesir Dikawal Pasukan Berkuda ke Istana, Prabo
BMKG Peringatkan 15 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Ria
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Politik
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS Buka Suara
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS Buka Suara
JEJAK POLITIK EDI BASRI: Dari Politik sebagai Ibadah M
PKS Tanjungpinang Dorong Perempuan Aktif di Politik Lew
Pendidikan
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2026, Ini Prestasinya
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2026, Ini Prestasinya
Ahmad Yuzar Hadiri Grand Opening Kebun Raya Universitas
Mendikdasmen Siapkan Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik