Pakar Kelautan Soroti Minimnya Ikan Laut dalam Menu MBG di Indonesia Barat
KANALSUMATERA.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto bertujuan meningkatkan kualitas gizi sekaligus kecerdasan generasi muda Indonesia. Namun, implementasinya di wilayah Indonesia Barat mendapat sorotan dari Dr. Amron, Associate Professor bidang kelautan di Universitas Jenderal Soedirman, karena menu yang disajikan dinilai masih jarang memanfaatkan ikan laut sebagai sumber protein utama.
Menurut pakar tersebut, kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat sebagian besar wilayah Indonesia Barat memiliki akses yang cukup besar terhadap sumber daya perikanan laut. Meski tidak semua daerah merupakan pesisir langsung, distribusi hasil laut relatif mudah dijangkau. Dalam konteks ini, ikan laut seharusnya dapat menjadi bagian penting dalam menu MBG karena nilai gizinya yang tinggi dan ketersediaannya yang cukup stabil.
Akademisi itu menjelaskan bahwa ikan laut bukan sekadar sumber protein biasa. Berbagai jenis ikan seperti kembung, layang, tongkol, tuna, tenggiri, dan selar mengandung protein berkualitas tinggi yang mudah dicerna serta memiliki komposisi asam amino esensial lengkap yang sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan anak usia sekolah.
Lebih dari itu, ikan laut merupakan sumber alami asam lemak omega-3, khususnya DHA (Docosahexaenoic Acid) dan EPA (Eicosapentaenoic Acid), yang berperan penting dalam perkembangan otak dan sistem saraf. Kandungan ini sangat berpengaruh terhadap daya ingat, konsentrasi, serta kemampuan belajar anak, dan tidak ditemukan dalam jumlah yang sama pada sebagian besar sumber protein hewani lainnya.
Dr. Amron menegaskan bahwa tujuan utama program MBG bukan hanya sekadar mengenyangkan peserta didik, tetapi membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pemilihan bahan pangan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kecerdasan dan kesehatan anak.
Baca: Harga TBS Pelalawan Naik, Petani Mulai Tersenyum Usai Pengawasan Ketat Bupati Zukri
Ia menambahkan, untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045, konsumsi ikan laut perlu menjadi salah satu prioritas dalam program gizi nasional. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mendapatkan asupan omega-3 yang cukup memiliki kemampuan kognitif dan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan mereka yang kekurangan nutrisi tersebut.
Selain mendukung perkembangan otak, ikan laut juga kaya akan vitamin D, vitamin B12, selenium, yodium, dan fosfor yang penting bagi pembentukan tulang, sistem kekebalan tubuh, serta metabolisme energi anak dalam menjalani aktivitas belajar sehari-hari.
Di sisi lain, ia menilai bahwa wilayah Indonesia Timur secara umum sudah lebih terbiasa mengonsumsi ikan laut dalam keseharian. Hal ini menjadi pembanding bahwa pemanfaatan ikan laut dalam program MBG sebenarnya sangat memungkinkan untuk diperluas di wilayah Indonesia Barat dengan pendekatan distribusi dan inovasi menu yang tepat.
Menurutnya, peningkatan penggunaan ikan laut dalam MBG juga dapat memberikan dampak ekonomi yang positif. Permintaan yang meningkat akan mendorong sektor perikanan nasional, membuka peluang pasar bagi nelayan, serta memperkuat rantai pasok pangan berbasis hasil laut.
Dalam pelaksanaannya, ia menyarankan agar ikan laut dihadirkan secara rutin dalam menu mingguan, baik dalam bentuk ikan segar, fillet, bakso ikan, maupun produk olahan lainnya yang disukai anak-anak. Inovasi menu menjadi kunci agar konsumsi ikan laut lebih menarik tanpa mengurangi nilai gizinya.
Baca: Bupati Zukri Tegas: Panggil Pemilik Pabrik Tegaskan Harga TBS Tak Boleh Dipermainkan
Ia juga menekankan bahwa ikan pelagis seperti kembung, layang, tongkol, dan tuna memiliki kandungan omega-3 tinggi dengan harga yang relatif terjangkau. Dengan demikian, penggunaan ikan laut dalam MBG tidak hanya unggul dari sisi gizi, tetapi juga realistis dari sisi biaya dan keberlanjutan program.
Karena itu, Dr. Amron mendorong pemerintah dan pengelola MBG di wilayah Indonesia Barat untuk mengevaluasi komposisi menu yang selama ini diterapkan. Menurutnya, pemanfaatan ikan laut harus diperkuat sebagai bagian dari strategi nasional peningkatan kualitas gizi anak.
"Ikan laut bukan sekadar bahan pangan, tetapi investasi strategis untuk meningkatkan kecerdasan, kesehatan, dan daya saing generasi Indonesia di masa depan. Jika tujuan MBG adalah mencetak generasi yang lebih cerdas, maka ikan laut harus menjadi salah satu menu prioritas utama," tegasnya.
