Pemerintah Buka Opsi Skema Kerja Sama Swasta dalam Proyek Revitalisasi RDMP Kilang Dumai
KANALSUMATERA.com - Balikpapan - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan memakai skema kerja sama antara PT Pertamina dan swasta dalam proyek revitalisasi kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Dumai Riau.
"Kita akan melakukan kerja sama dengan swasta yang saling menguntungkan," ujar Bahlil saat berada di Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
Tujuan dari kerja sama tersebut, lanjut dia, adalah ketahanan energi untuk negara, serta keuntungan bagi Pertamina maupun swasta melalui kerja sama.
Kilang minyak PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit II Dumai, Provinsi Riau, memiliki kapasitas total sebesar 170 ribu barel per hari (MBOPD) dengan output produk yaitu solar, avtur, Pertalite, Pertadex, MFO-LS, LSFO, UCO, NBF, smooth fluid, LPG, dan green coke.
Baca: Pemerintah Singapura Lirik Riau dalam Pengembangan Kawasan Industri: Pemprov Sambut Baik
"Selain di sini (Kilang Balikpapan), kita akan mengembangkan untuk storage dan kapasitas-kapasitas, RDMP lain, seperti di (Kilang) Dumai," ucap Bahli.
Pada Senin ini, Presiden Prabowo Subianto meresmikan RDMP Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek RDMP Balikpapan menelan investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp124,79 triliun (kurs Rp16.864).
Melalui pembangunan RDMP Balikpapan, kapasitas produksi BBM meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel per hari (MBOPD) menjadi 360 MBOPD setara Euro V.
Selain itu, proyek ini menaikkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8, dan persentase nilai produk meningkat menjadi 91,8 persen dari sebelumnya 75,3 persen.
Baca: PHR Raih Asian Management Excellence Awards 2026 dari Asian Business Review
Pengembangan Kilang Balikpapan menjadi langkah penting untuk mewujudkan swasembada energi sesuai program Astacita.
"Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, maka kita dapat mengurangi ketergantungan impor BBM dan LPG, serta dapat menghasilkan produk dengan kualitas setara Euro V yang lebih ramah lingkungan," ujar Bahlil.
Sumber: Antara
