BSI Ekspansi Lapak Syariah ke Pasar Tradisional, Garap Pengusaha UMKM dan Pasar Digital
KANALSUMATERA.com - JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk memperluas ekspansi layanan emas dan keuangan syariah dengan menyasar pasar tradisional melalui pembukaan 28 Lapak BSI yang tersebar di tujuh kota besar di Indonesia.
Bank pelat merah itu mendorong optimalisasi transformasi digital dengan masuk ke ekosistem pasar tradisional sebagai langkah mendekatkan layanan perbankan syariah ke masyarakat, sekaligus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah. Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo beberapa waktu lalu.
“Kami terus berupaya meningkatkan angka literasi dan inklusi keuangan syariah di Tanah Air, salah satunya melalui perluasan akses jaringan layanan BSI di masyarakat. Untuk itu, tahun ini kami juga menyasar ekosistem pasar tradisonal melalui pembukaan Layanan Pasar dan Pengusaha UMKM (Lapak) BSI,” ujar Anggoro Eko Cahyo.
Dimana, Lapak BSI ini melayani berbagai produk dan layanan syariah, mulai dari pembukaan rekening, cicilan emas, gadai emas, Bank EMAS melalui BYOND, pembiayaan KUR syariah, hingga konsultasi perbankan syariah dan kolaborasi dengan BSI Agen.
Baca: Pemerintah Singapura Lirik Riau dalam Pengembangan Kawasan Industri: Pemprov Sambut Baik
Pada tahap awal, Lapak BSI telah dibuka di 28 titik yang tersebar di Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Makassar. Anggoro menilai keberadaan lapak tersebut tidak hanya mendekatkan layanan perbankan, tetapi juga mendorong digitalisasi pasar dan penguatan UMKM.
“Lapak BSI ini juga menjadi media literasi dan inklusi keuangan syariah supaya lebih masif, terutama dalam mendukung sektor UMKM. Ini menjadi bukti bahwa BSI hadir lebih dekat dengan denyut nadi ekonomi masyarakat. Dari pasar tradisional hingga pusat komunitas, BSI menjadi mitra tumbuh Bersama,” tegasnya.
Sejalan dengan transformasi digital, BSI juga terus mendorong UMKM naik kelas melalui pendampingan usaha, penyediaan layanan keuangan syariah, serta akses pembiayaan berkelanjutan. Hingga bulan November 2025, transformasi digital BSI telah menjangkau lebih dari 21 ribu merchant EDC dan 551 ribu QRIS di seluruh Indonesia. Prestasi ini meningkat seiring semakin luasnya penggunaan kanal digital BSI oleh pelaku usaha.
“Transformasi digital menjadi salah satu pondasi untuk memperluas pangsa pasar layanan BSI kedepan. Inisiatif digitalisasi pasar tradisional dirancang untuk menjangkau segmen masyarakat yang perputaran ekonominya di pasar,” kata Anggoro.
Baca: Putra Sulung Pemilik RAPP Sukanto Tanoto Borong Aset Properti di Singapura: S$ 160 juta!
BSI menilai pasar tradisional memiliki peran strategis dalam pengembangan ekosistem usaha ritel dan ekonomi grassroot. Karena itu, perseroan memperluas kolaborasi dengan pengelola pasar, pemerintah daerah, dan komunitas UMKM untuk memperkuat rantai ekonomi halal.
“Untuk itu saat ini kami terus mendorong akselerasi dengan Pemerintah Daerah untuk bersama mengembangkan potensi tersebut ke berbagai sektor industri halal, yang mana BSI siap ambil bagian sebagai mitra strategis untuk kemajuan UMKM melalui ekosistem pasar,” ujar Anggoro. ***
