Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar
KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Hubungan perdagangan Kanada dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah perundingan dagang kedua negara gagal mencapai kesepakatan. Pemerintah Kanada bahkan menyiapkan langkah balasan terhadap kebijakan tarif baru yang diberlakukan Washington. Minggu (23/08/2026).
Perdana Menteri Kanada Mark Carney memutuskan menghentikan sementara negosiasi perdagangan dengan AS dan memerintahkan tim perunding Kanada kembali ke Ottawa.
Keputusan tersebut diambil setelah Amerika Serikat mulai memberlakukan tarif impor sebesar 50 persen terhadap sejumlah produk asal Kanada sejak Sabtu (22/08/2026).
Baca: BI Bali Perluas Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan Lewat KKI
Sebagai respons, Kanada menegaskan kesiapannya menerapkan tarif balasan dengan nilai yang seimbang terhadap produk-produk asal Amerika Serikat.
Carney menilai perubahan persyaratan yang diajukan AS pada tahap akhir perundingan membuat kesepakatan sulit dicapai.
Baca: Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Bersihkan BUMN dari Dugaan Korupsi
"Saya telah memutuskan untuk menangguhkan negosiasi perdagangan dengan AS dan telah mengarahkan para negosiator Kanada untuk kembali ke Ottawa," ujar Carney dalam pernyataan resminya.
Ia mengatakan para negosiator Kanada telah berupaya mempertahankan kepentingan masyarakat dan dunia usaha Kanada hingga tahap akhir pembicaraan.
"Namun, perubahan mendadak pada syarat-syarat yang diajukan AS di saat-saat terakhir dinilai tidak adil, tidak ekonomis, dan meragukan keandalan dari kesepakatan apa pun," tegas Carney.
Baca: KKP Perkuat SDM Koperasi Nelayan Merah Putih, Fokus Tingkatkan Profesionalisme Pengelola
Tarif AS Sasar Produk Kanada
Tarif baru Amerika Serikat tersebut diperkirakan menyasar barang-barang asal Kanada dengan nilai sekitar USD20 miliar. Kebijakan itu menjadi babak baru dalam ketegangan perdagangan antara Washington dan Ottawa.
Baca: Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Jam Operasional hingga Pukul 15.00 WIB
Sebelumnya, kedua negara sempat memiliki peluang mencapai kesepakatan untuk menurunkan tarif sejumlah komoditas strategis. Baja dan aluminium yang sebelumnya dikenai tarif 50 persen sempat dibahas untuk diturunkan menjadi 25 persen.
Sektor otomotif juga menjadi salah satu isu utama dalam perundingan. Kedua pihak sebelumnya membahas kemungkinan penurunan tarif kendaraan dari 25 persen menjadi 15 persen.
Namun, pembicaraan tersebut akhirnya terhenti setelah kedua pihak gagal menyepakati sejumlah persyaratan.
Baca: Hendry Munief Ingatkan 17 Ormas BMIWI Riau Bangun Bisnis Berkelanjutan, Hindari Cara Instan
Kanada Siapkan Tarif Balasan
Pemerintah Kanada tidak menutup kemungkinan melakukan tindakan balasan terhadap kebijakan perdagangan Washington.
Baca: Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Berbenah Demi Kembalikan Marwah Riau
Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa Ottawa memilih mempertahankan posisi tawarnya daripada menerima kesepakatan yang dinilai merugikan kepentingan nasional.
Ketegangan ini juga berpotensi memberikan tekanan terhadap hubungan ekonomi Amerika Utara, mengingat Kanada merupakan salah satu mitra dagang utama Amerika Serikat.
Perang tarif tersebut turut meningkatkan ketidakpastian bagi pelaku usaha di kedua negara, terutama sektor yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap perdagangan lintas batas.
Baca: Enam Kios Pangan Murah Hadir di Pekanbaru, Pemko Perkuat Stabilitas Harga Bahan Pokok
Negosiasi Perdagangan Kembali Buntu
Sebelum negosiasi dihentikan, Kanada dan AS sebenarnya telah melakukan pembicaraan intensif sejak Juli 2026. Kedua pihak berupaya mencari formula baru untuk mengurangi hambatan perdagangan sekaligus mempertahankan hubungan ekonomi bilateral.
Baca: Produsen Minyakita Tarik 300 Ton Minyak Bantuan yang Dikeluhkan Berbau Solar
Namun, hingga batas waktu yang ditetapkan, kesepakatan tidak berhasil dicapai.
Pemerintah Kanada kini bersiap menghadapi dampak penerapan tarif AS sekaligus menyusun langkah untuk melindungi pekerja dan dunia usaha domestik.
Kondisi tersebut membuat hubungan dagang Kanada-AS memasuki fase baru. Jika kebijakan tarif balasan benar-benar diterapkan, perselisihan ini berpotensi berkembang menjadi perang tarif yang lebih luas di kawasan Amerika Utara.
Baca: Harga TBS Pelalawan Naik, Petani Mulai Tersenyum Usai Pengawasan Ketat Bupati Zukri
Bagi Kanada, keputusan membalas tarif AS menjadi bagian dari upaya mempertahankan kepentingan ekonomi nasional di tengah meningkatnya tekanan perdagangan dari Washington. (SM)
