Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed

Kanama
Sabtu, 29 Agustus 2026 13:53:52

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Harga emas dunia mengalami tekanan tajam setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh kembali menegaskan komitmen bank sentral Amerika Serikat (AS) untuk menekan inflasi hingga mencapai target 2%.

Pernyataan tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar. Harga emas batangan sempat merosot hingga 2,9%, sekaligus menjadi penurunan paling tajam sejak Juli 2026. Penguatan dolar AS turut menambah tekanan terhadap logam mulia tersebut.

Dalam pidato pertamanya sejak menjabat sebagai Ketua The Fed pada Mei 2026, Warsh menekankan bahwa perjuangan melawan inflasi masih menjadi prioritas utama bank sentral AS.

Ia menyatakan target inflasi 2% tetap menjadi sasaran yang harus dicapai. Pernyataan itu kemudian mendorong pelaku pasar meningkatkan spekulasi mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Warsh juga menegaskan bahwa instrumen suku bunga tetap menjadi perangkat utama dalam menjalankan kebijakan moneter.

“suku bunga jangka pendek merupakan instrumen utama untuk mencapai mandat ganda.”

Pernyataan tersebut disampaikan Warsh dalam konferensi tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, Jumat waktu setempat.

“Kebijakan nonkonvensional untuk mendorong aktivitas ekonomi mungkin sesuai untuk menghadapi krisis yang sebenarnya, tetapi di luar itu sebaiknya digunakan secara terbatas, jika memang perlu digunakan,” katanya dalam konferensi tahunan The Fed di Jackson Hole, Wyoming, pada Jumat.

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Tekan Emas

Pasar merespons pernyataan Warsh dengan meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Investor kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada tahun ini semakin terbuka, termasuk kemungkinan pada September.

Data pasar menunjukkan harga emas spot turun hingga sekitar US$4.567 per troy ounce, sedangkan kontrak berjangka emas AS juga mengalami tekanan. Reuters melaporkan probabilitas kenaikan suku bunga pada September meningkat setelah pernyataan Warsh mengenai inflasi.

Kondisi tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga dan imbal hasil aset berbasis dolar meningkat.

Penguatan dolar AS juga membuat emas menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga berpotensi mengurangi permintaan di pasar global.

Investor Menanti Arah Kebijakan The Fed

Pasar kini akan mencermati perkembangan data inflasi AS serta pernyataan pejabat The Fed berikutnya untuk mengetahui arah kebijakan moneter selanjutnya.

Sebelumnya, Warsh telah memperingatkan bahwa inflasi AS belum menunjukkan perlambatan yang cukup meyakinkan. Karena itu, The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan ketat apabila tekanan harga belum bergerak menuju target 2%.

Penurunan emas tersebut menunjukkan bahwa setiap sinyal mengenai perubahan suku bunga AS masih menjadi faktor penting bagi pergerakan harga logam mulia. Investor akan terus mencermati kombinasi data inflasi, pasar tenaga kerja, nilai tukar dolar, serta keputusan The Fed dalam menentukan arah harga emas berikutnya. (SM)



Lainnya
Masa Pandemi, Riau Jadi Pilihan Pengusaha Sumatera, Apindo Kampar: Ayo Manfaatkan Peluang
Masa Pandemi, Riau Jadi Pilihan Pengusaha Sumatera, Apindo Kampar: Ayo Manfaatkan Peluang
Syahrul Aidi: Pembelian Karet Oleh Negara Segera Realis
Bank Riau Kepri Ingin Konversi ke Syariah, OJK Minta Ka
Menko Perekonomian Minta Pasar Modal Jaga Integritas
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Nasional
Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla, Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla, Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Prabowo Jamu El-Sisi di Istana Negara, Hubungan Histori
Presiden Mesir Dikawal Pasukan Berkuda ke Istana, Prabo
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan