Usai Diretas Rp 114 Triliun, Binance Kehilangan Arus Dana Rp 66 Triliun

Kanama
Senin, 2 November 2026 08:38:13

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Bursa aset kripto terbesar di dunia, Binance, menghadapi gelombang penarikan dana dari pengguna setelah kembali mengaktifkan layanan penarikan aset pada Minggu (01/11/2026).

Kondisi ini terjadi menyusul insiden peretasan yang menyebabkan aset kripto senilai 6,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp 114 triliun dicuri dari platform tersebut.

Berdasarkan data transaksi yang dilaporkan, arus keluar bersih Binance mencapai 3,64 miliar dolar AS atau setara Rp 66,06 triliun. Angka tersebut mencerminkan selisih antara dana yang ditarik pengguna dan dana yang masuk melalui setoran.

Baca: Rupiah Tertekan, BI Perkuat Insentif Modal Asing dan Naikkan Bunga Deposit Jadi 5 Persen

Dalam periode pengamatan pada 1 November 2026, pukul 06.00 hingga 15.30 UTC, nilai penarikan tercatat sekitar 4,65 miliar dolar AS. Sementara itu, dana yang masuk melalui deposit mencapai sekitar 1,01 miliar dolar AS.

Dengan demikian, arus keluar bersih mencapai sekitar 3,64 miliar dolar AS atau 2,1 persen dari total aset Binance.

Baca: Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun, Utang Baru Hampir Rp500 Triliun

Mengacu pada laporan cadangan aset atau proof of reserves per 28 Oktober 2026, Binance memiliki total aset sekitar 171 miliar dolar AS.

Penarikan Dana Mulai Stabil

Meski sempat mengalami lonjakan penarikan setelah layanan kembali dibuka, Binance menyatakan aktivitas tersebut mulai menunjukkan kondisi yang lebih stabil.

Baca: Pertamina GP Indonesia 2026 Bikin Ekonomi Lokal Lombok Melesat, Omzet Kuliner Naik

Perusahaan juga menyebut volume setoran dari pengguna masih berada pada tingkat yang cukup besar.

Pemulihan layanan penarikan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan aset berdasarkan tingkat permintaan pengguna. Tahap awal mencakup 15 aset dan jaringan, termasuk Bitcoin, Ether, sejumlah stablecoin USDC dan USDT, serta Dogecoin.

Baca: World Bank Naikkan Proyeksi Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 5,2 Persen

Binance menjelaskan bahwa pembukaan layanan dilakukan secara bertahap untuk memastikan keamanan dan kelancaran transaksi setelah insiden keamanan.

Di sisi lain, platform analisis aset kripto DefiLlama mencatat estimasi arus keluar yang lebih tinggi, yakni mencapai 5,81 miliar dolar AS.

Namun, Binance menyampaikan bahwa perhitungan tersebut belum memasukkan perpindahan dana internal ke dompet digital baru milik perusahaan.

Baca: Hendry Munief: Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis, Semua Sektor Berdampak Positif bagi Masyarakat

Binance Siapkan Dana untuk Menutup Kerugian

Di tengah kekhawatiran pengguna, Binance menegaskan akan menanggung dampak finansial akibat peretasan tersebut.

Baca: OJK Siapkan Aturan Dividen Bank, Laba Harus Disisihkan untuk Perkuat Keamanan IT

Perusahaan menyatakan telah mengganti sekitar 95 persen dari total aset yang dicuri, dengan nilai mencapai sekitar 6 miliar dolar AS. Penggantian dilakukan menggunakan dana internal perusahaan untuk membeli kembali token yang terdampak.

Sementara itu, sekitar 5 persen aset yang belum sepenuhnya dipulihkan terdiri atas token dengan likuiditas lebih rendah sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk diperoleh.

Binance juga menyiapkan dana sekitar 6,34 miliar dolar AS untuk menutup dampak kerugian akibat serangan siber tersebut.

Baca: IHSG Tertekan Usai Reshuffle Prabowo, Level 6.000 Kembali Jadi Sorotan Investor

Dana pemulihan berasal dari sejumlah sumber, termasuk Secure Asset Fund for Users (SAFU), Futures Insurance Fund, serta kas perusahaan.

FBI Kaitkan Peretasan dengan Kelompok Siber Korea Utara

Baca: BPJS Kesehatan Dapat Suntikan Rp20 Triliun, Menkes Soroti Layanan Rumah Sakit

Kasus peretasan Binance turut menjadi perhatian aparat penegak hukum Amerika Serikat.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) mengaitkan serangan tersebut dengan kelompok peretas yang diduga disponsori negara Korea Utara, yakni TraderTraitor.

FBI menyebut pihaknya mengamati adanya aktivitas pemindahan aset hasil pencurian ke dalam mata uang kripto Ether. Aparat juga memperingatkan adanya potensi upaya pencucian aset melalui teknologi dan layanan transaksi kripto lainnya.

Baca: Kampar Perkuat Digitalisasi Keuangan dan Akses Fintech untuk UMKM

Meski demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keterlibatan Korea Utara belum sepenuhnya dipastikan.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko keamanan dalam industri aset digital, khususnya pada platform perdagangan kripto berskala besar.

Baca: Subsidi Energi 2027 Dipangkas, Anggaran BBM dan LPG 3 Kg Jadi Rp131,39 Triliun

Besarnya nilai dana yang dicuri dan gelombang penarikan setelah layanan kembali dibuka menjadi ujian bagi Binance dalam menjaga kepercayaan pengguna serta memperkuat sistem keamanan platformnya. (SM)



Terkait
Harga Emas Antam Naik Lagi, Kini Tembus Rp2,604 Juta per Gram
Harga Emas Antam Naik Lagi, Kini Tembus Rp2,604 Juta per Gram
APBN Siapkan Saldo Awal Rekening Rp50 Ribu, Purbaya: Ma
Tinggalkan PNS, Zulhas Ungkap Rahasia Penghasilan Setar
Prabowo Target Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026, Efisie
Lainnya
Panjang Tol Trans Sumatera Mencapai 1.235 km, Termasuk Rute Baru 62,4 Km ini
Panjang Tol Trans Sumatera Mencapai 1.235 km, Termasuk Rute Baru 62,4 Km ini
Bupati Alfedri Resmikan Bumkam Mart di Kampung Rantau B
Majalah Internasional The Economist Kritik Jokowi, Sebu
Bulog Lakukan OP untuk Antisipasi Kenaikan Harga Beras
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pendidikan
Adam Syafaat: Perempuan Jadi Kunci Gerakan Pelestarian Lingkungan di Riau
Adam Syafaat: Perempuan Jadi Kunci Gerakan Pelestarian Lingkungan di Riau
Karmila Sari Dorong Guru, Dosen dan Mahasiswa Perkuat B
STIE Bangkinang Gelar Gladi Bersih Jelang Dies Natalis
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis