Prabowo Panggil Gubernur BI, Menkeu, dan Bos Danantara ke Istana, Bahas Kondisi Ekonomi Nasional
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat penting di bidang ekonomi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (02/11/2026).
Pemanggilan tersebut melibatkan jajaran pemerintah yang menangani kebijakan keuangan, investasi, serta pengelolaan ekonomi nasional.
Berdasarkan pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan, sejumlah pejabat mulai berdatangan sekitar pukul 13.15 WIB. Mereka di antaranya Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti.
Baca: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, EMA Klaim Dampaknya di Bawah 2 Persen
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan adanya koordinasi lintas lembaga dalam membahas perkembangan perekonomian Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan pertemuan tersebut merupakan agenda bersama tim ekonomi pemerintah untuk memperbarui informasi mengenai kondisi perekonomian sekaligus membahas langkah ke depan.
Baca: Hendri Munief Dorong Pelaku IKM Pekanbaru Naik Kelas, Berharap Dukungan Anggaran Berlanjut pada 2027
"Biasalah, sama tim ekonomi kan ini bertemu, ya paling update. Untuk kedepannya dan biasa untuk mengamankan supaya ekonomi kita supaya lebih optimal," ujar Rosan setibanya di Kompleks Istana Kepresidenan.
Sementara itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara membenarkan dirinya mendapat undangan untuk menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo.
Namun, Suahasil belum memberikan penjelasan mengenai materi yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
Baca: MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Tegaskan Penegakan Hukum
"Diundang rapat ke istana. Nanti kita omongin abis meeting ya," ujarnya.
Selain jajaran Kementerian Keuangan dan Kementerian Investasi, Kepala BP BUMN Dony Oskaria serta Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti juga terlihat hadir di Istana.
Baca: Pertamina Salurkan 33.347 Tabung LPG ke 966 Gerai Koperasi Merah Putih
Pertemuan tersebut menjadi perhatian karena melibatkan sejumlah pejabat yang memiliki peran penting dalam pengelolaan kebijakan fiskal, moneter, dan investasi nasional.
Meski demikian, hingga para pejabat memberikan keterangan sebelum rapat, belum ada penjelasan resmi mengenai keputusan ataupun hasil pembahasan yang akan dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Publik kini menantikan penjelasan pemerintah mengenai arah koordinasi kebijakan ekonomi setelah pertemuan Presiden Prabowo dengan jajaran pejabat ekonomi tersebut. (SM)
