Hendry Munief: Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis, Semua Sektor Berdampak Positif bagi Masyarakat

Mawardi Tombang Amar
Selasa, 6 Oktober 2026 09:35:24
Hendry Munief MBA

KANALSUMATERA.com -

KARAWANG — Anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menegaskan kawasan industri tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat berdirinya pabrik dan masuknya investasi.

Kawasan industri harus berkembang menjadi ekosistem bisnis yang menghubungkan industri dengan infrastruktur, tenaga kerja, masyarakat, serta IKM dan UMKM sehingga memberikan dampak positif secara luas.

Baca: Dekranasda Kampar Dorong Kerajinan Lokal dan UMKM Tembus Pasar Nasional

Hal itu disampaikan Hendry dalam kunjungan kerja Panja RUU Kawasan Industri ke Karawang, Jawa Barat, Senin (5/10/2026). Menurutnya, pembangunan kawasan harus mampu menciptakan keterkaitan antarsektor, sehingga manfaat keberadaan industri tidak berhenti di dalam kawasan, tetapi ikut menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian Panja adalah infrastruktur dan utilitas. Ketersediaan listrik, gas, air baku, pengolahan limbah, telekomunikasi, jalan serta konektivitas logistik harus memiliki standar pelayanan yang jelas. Kepastian layanan tersebut penting untuk menjaga produktivitas industri sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

Namun, menurut Hendry Munief,

"Ekosistem industri tidak akan lengkap jika masyarakat sekitar hanya menjadi penonton. Karena itu, keterlibatan tenaga kerja lokal, mitra, suplier, IKM dan UMKM perlu diperkuat melalui pengembangan keterampilan, kemitraan dan keterhubungan dengan rantai pasok industri tersebut." tegas Ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini.

Baca: Muhammadiyah Dorong Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Tauhid dan Kolaborasi

TJSL Harus Jadi Pemberdayaan

Hendry Munief juga menekankan pentingnya mengubah pendekatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program perusahaan jangan hanya berhenti pada pemberian bantuan yang bersifat konsumtif, tetapi diarahkan untuk membangun kemampuan masyarakat.

“Jangan hanya memberi ikan, tetapi berikan pancing.”

Menurutnya, TJSL dapat diarahkan pada pelatihan, peningkatan keterampilan, pendampingan usaha, sertifikasi, peningkatan kualitas produk dan membuka akses UMKM menjadi bagian dari kebutuhan industri.

Baca: IHSG Menguat 0,40 Persen ke 6.462, Rupiah Tertekan di Rp17.742

Arah tersebut sejalan dengan bahan pembahasan Panja RUU Kawasan Industri yang menempatkan pengembangan SDM industri, kemitraan dengan IKM/UMKM serta peran kawasan terhadap masyarakat sekitar sebagai bagian penting dalam RUU Kawasan Industri.

Dengan demikian, keberhasilan kawasan industri tidak hanya diukur dari jumlah investasi atau perusahaan yang beroperasi. Dampaknya juga harus terlihat dari terserapnya tenaga kerja lokal, tumbuhnya UMKM, meningkatnya produktivitas masyarakat dan terbentuknya rantai ekonomi di sekitar kawasan.

“Industri harus tumbuh bersama lingkungan dan masyarakatnya. Semua sektor harus memiliki keterkaitan dan memberikan dampak positif,” tegas Hendry Munief.

Karena itu, Panja RUU Kawasan Industri mendorong regulasi yang memberikan kepastian hukum dan layanan infrastruktur bagi investor, sekaligus membuka ruang bagi tenaga kerja lokal, Mitra, Suplier, IKM, UMKM dan masyarakat untuk berkembang.



Terkait
APINDO Ungkap Harapan Dunia Usaha kepada Menteri Keuangan Baru: 3 Aspek Jadi Catatan
APINDO Ungkap Harapan Dunia Usaha kepada Menteri Keuangan Baru: 3 Aspek Jadi Catatan
Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Dorong PLN Perkuat Laya
APBN Siapkan Saldo Awal Rekening Rp50 Ribu, Purbaya: Ma
Prabowo Target Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026, Efisie
Lainnya
Bangkitkan Kejayaan Lapangan Minas, Pertamina Lakukan Hal Sama Seperti Chevron
Bangkitkan Kejayaan Lapangan Minas, Pertamina Lakukan Hal Sama Seperti Chevron
Markarius Anwar Apresiasi Riau Petroleum atas Pengaliha
Kades Kasang Padang Awasi Langsung Pengerjaan Jalan Men
Perajin di Kota Pekanbaru Ini Buat Kertas dari Batang P
Pendidikan
Ahmad Yuzar Hadiri Grand Opening Kebun Raya Universitas Pahlawan
Ahmad Yuzar Hadiri Grand Opening Kebun Raya Universitas Pahlawan
Mendikdasmen Siapkan Kebijakan Siswa Tak Otomatis Naik
Baznas Kampar Siapkan Dukungan Pendidikan untuk Alumni
Hukum
Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp253 Miliar
Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp253 Miliar
Kajari Konawe Fachrizal Ditangkap, Kini Jalani Pemeriks
PT Riau Vonis Eks Kadis PUPR 4 Tahun, Uang Pengganti Rp
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad