Prabowo Target Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026, Efisiensi Rp100 Triliun

Kanama
Sabtu, 5 September 2026 10:17:00

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali mempertegas agenda penataan perusahaan negara. Sedikitnya 700 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditargetkan ditutup hingga akhir Desember 2026 sebagai bagian dari langkah konsolidasi dan efisiensi.

Agenda tersebut menjadi salah satu pembahasan saat Prabowo mengumpulkan sejumlah pejabat terkait di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (04/09/2026) malam.

Pertemuan itu dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta jajaran Danantara.

Baca: Hendri Munief Dorong Pelaku IKM Pekanbaru Naik Kelas, Berharap Dukungan Anggaran Berlanjut pada 2027

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pertemuan tersebut membahas agenda strategis pemerintah, mulai dari percepatan hilirisasi hingga penataan perusahaan pelat merah.

“Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, khususnya terkait percepatan hilirisasi serta penataan dan perampingan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ungkap Teddy.

Baca: Hendry Munief: Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis, Semua Sektor Berdampak Positif bagi Masyarakat

290 BUMN Sudah Ditutup

Dalam agenda penataan tersebut, pemerintah telah menutup 290 BUMN. Langkah itu disebut telah memberikan dampak terhadap efisiensi anggaran negara hingga Rp50 triliun.

Pemerintah tidak berhenti pada penutupan ratusan perusahaan tersebut. Konsolidasi BUMN akan dilanjutkan dengan target menutup sedikitnya 700 BUMN lainnya sampai penghujung 2026.

Baca: OJK Siapkan Aturan Dividen Bank, Laba Harus Disisihkan untuk Perkuat Keamanan IT

Kebijakan tersebut diarahkan untuk menyederhanakan struktur perusahaan negara sekaligus mengurangi keberadaan badan usaha yang dinilai tidak lagi diperlukan dalam struktur BUMN.

Efisiensi Anggaran Diproyeksikan Rp100 Triliun

Baca: Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Capai Rp8,3 Juta per Bulan, Zulhas Ungkap Status Kerjanya

Restrukturisasi BUMN juga diproyeksikan memberikan efisiensi anggaran yang lebih besar. Pemerintah memperkirakan penataan tersebut dapat menghasilkan penghematan hingga Rp100 triliun.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun struktur BUMN yang lebih ramping dan efisien, sekaligus memperkuat perusahaan negara yang memiliki peran strategis bagi perekonomian.

“Bapak Presiden menegaskan pentingnya penataan BUMN dilakukan secara terukur dan menyeluruh untuk menciptakan struktur perusahaan negara yang lebih efisien, sehat, profesional, dan mampu memberikan kontribusi optimal bagi perekonomian nasional,” lanjut Teddy.

Baca: Kampar Perkuat Digitalisasi Keuangan dan Akses Fintech untuk UMKM

Hilirisasi Jadi Agenda Utama

Selain penataan BUMN, Prabowo juga menyoroti percepatan hilirisasi sumber daya alam. Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai strategi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri.

Baca: Pengembangan Hortikultura Kampar Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap investasi dapat diperkuat, kegiatan industri nasional berkembang, serta manfaat ekonomi dari sumber daya alam Indonesia semakin besar.

Pertemuan di Hambalang turut dihadiri COO Danantara Dony Oskaria dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Dengan target penutupan 700 BUMN hingga akhir tahun, pemerintah kini menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan proses restrukturisasi berjalan terukur tanpa mengganggu fungsi perusahaan negara yang masih memiliki peran penting bagi masyarakat dan perekonomian nasional. (SM)



Terkait
Sidak PT Sambu, Adam Syafaat: Industri Harus Jalan, Petani Kelapa Harus Sejahtera
Sidak PT Sambu, Adam Syafaat: Industri Harus Jalan, Petani Kelapa Harus Sejahtera
Harga Emas Antam Naik Lagi, Kini Tembus Rp2,604 Juta pe
APBN Siapkan Saldo Awal Rekening Rp50 Ribu, Purbaya: Ma
Kabar Baik..! Menkeu Purbaya Buka Opsi Naikkan Batas Om
Lainnya
Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
Bangkitkan Kejayaan Lapangan Minas, Pertamina Lakukan H
Harga Sawit Riau Naik Tipis Jadi Rp 2.297,14/Kg Untuk T
19 Lembaga Sepakati Perlindungan Kawasan Industri di Ke
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Nasional
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Kemiskinan, Sebut Lebih Baik Tak Jadi Presiden
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Kemiskinan, Sebut Lebih Baik Tak Jadi Presiden
Prabowo Peringatkan Negara Penghina Indonesia, Siap Bon
Kemenag Tegaskan Etika Dakwah Usai Ceramah Habib Alwi A
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I