Majalah Internasional The Economist Kritik Jokowi, Sebut 4 Poin Kegagalannya

Mawardi Tombang
Sabtu, 26 Januari 2019 15:48:13

KANALSUMATERA.com - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapatkan kritikan keras dari media ekonomi internasional, The Economist. The Economist membeberkan sejumlah kritikan sekaligus masukan kepada Jokowi. Setidaknya ada --------

Lantas apa saja kritikan The Economist terhadap Jokowi?
Pertama, dalam laporannya, The Economist mengkritik tentang janji kampanye Jokowi untuk memberikan pertumbuhan PDB sebesar 7 persen per tahun pada akhir masa jabatan pertamanya. Namun kenyataannya, realisasinya hanya sekitar 5 persen sejak ia menjabat.

"Prospek untuk 2019 terlihat tidak lebih baik, terutama karena bank sentral (Bank Indonesia) telah menaikkan suku bunga enam kali dalam sembilan bulan terakhir untuk menahan penurunan (rupiah) yang mengkhawatirkan," tulis The Economist seperti dikutip, Sabtu (26/1).

Kemudian kritikan kedua adalah soal rendahnya SDM tenaga kerja Indonesia. Menurut The Economist, tenaga kerja Indonesia tidak memiliki kualifikasi yang baik. Hal ini dikeluhkan oleh para pebisnis tentang kurangnya pekerja Indonesia yang terampil. Meski 20 persen anggaran APBN untuk pendidikan namun standar pendidikan di Indonesia masih rendah.

Bukan hanya rendahnya kualitas SDM, The Economist juga melihat tingginya upah tenaga kerja Indonesia. Bila dihitung, upah pekerja manufaktur Indonesia adalah sebesar 45 persen lebih tinggi dari Vietnam. Salah satu penyebab tingginya upah tenaga kerja Indonesia adalah kebijakan populis Pemerintah Daerah (Pemda) yang sebagian besar merupakan kebijakan politis untuk mengangkat suara mereka.

Baca: Jokowi Blak-Blakan Kenapa Elektablilitasnya Makin Turun di Sumatera

Kritikan ketiga adalah dalam hal belanja anggaran. Awalnya Jokowi fokus untuk pembangunan infrastruktur seperti menyelesaikan pembangunan yang mangkrak dari pemerintahan sebelumnya sampai membangun proyek baru. Namun dalam anggaran tahun lalu, The Economist melihat Jokowi telah berubah arah. Anggaran belanja modal untuk infrastruktur justru menurun, digantikan dengan belanja subsidi.

"Pengeluaran untuk subsidi energi (pemenang suara) melonjak 69 persen dan pertumbuhan belanja infrastruktur melambat. Bagaimana, kemudian, Jokowi akan membayar rencana pembangunannya? Sejauh ini booming infrastruktur mengandalkan perusahaan milik negara (BUMN). Tetapi pemerintah menginginkan 37 persen pendanaan berasal dari sektor swasta," sebutnya.

Keempat, The Economist menilai regulasi yang dikeluarkan pemerintah tidak tegas. Padahal regulasi yang tegas diperlukan agar investor nyaman saat menanamkan uang mereka di Indonesia.

"Untuk merayu investor, pemerintah telah mengurangi batasan kepemilikan asing tetapi hanya setengah hati. Setiap kali peraturan dilonggarkan, kaum nasionalis melolong, jadi pembatasan tetap keras, membuat para investor kecil hati," ucapnya.

Untuk tahun ini, The Economist memandang bahwa investor masih akan menunggu situasi setelah pemilihan presiden. Ya, Jokowi akan kembali bertarung dengan seteru abadinya, Prabowo Subianto. Menurut The Economist, investor lebih memilih menunggu karena risiko tinggi yang mereka hadapi kalau berinvestasi di Indonesia sekarang.

Baca: Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Berbenah Demi Kembalikan Marwah Riau

"Kerentanan terbesar Jokowi adalah ekonomi, di mana pengembalian belum sesuai dengan janjinya," katanya.
The Economist memandang andaikan Jokowi kembali menang maka dia harus melakukan perubahan besar yang dibutuhkan Indonesia. Jokowi harus mengambil risiko yang lebih besar untuk menuai hasil yang telah dijanjikannya.

"Jika upaya pemerintah untuk membuka ekonomi tetap lemah, pertumbuhan 7 persen akan tetap di luar jangkauan," tutupnya.
Hujan kritikan The Economist terhadap Jokowi langsung direspon Istana Negara. Staf Khusus Presiden Ahmad Erani Yustika mengapresiasi atas kritik yang disampaikan oleh The Economist. Namun banyak dari kritik itu yang perlu diklarifikasi karena tidak didasarkan kepada data yang akurat dan peta komprehensif atas kemajuan ekonomi Indonesia dari waktu ke waktu.

"Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dikritik habis-habisan oleh media ekonomi dari Inggris, The Economist. Kritik tersebut menekankan pada upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan mengedepankan geliat investasi menarik investor," timpal dia dalam keterangan tertulisnya.

Terkait
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg
Produsen Minyakita Tarik 300 Ton Minyak Bantuan yang Di
Bupati Zukri Tegas: Panggil Pemilik Pabrik Tegaskan Har
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepi
Lainnya
Pesan Tiket Roro Dumai-Rupat Bisa via Whatsapp, Ini nomor Kontaknya..
Pesan Tiket Roro Dumai-Rupat Bisa via Whatsapp, Ini nomor Kontaknya..
Sepatu Basket Jebol di Lapangan, Nike Rugi Rp 20,5 Tril
AS Cari 85.000 Tenaga Ahli Teknologi, Permudah Visa Bek
Ditambah Blok Rokan, Pertamina Bakal Kuasai 60% Produks
Daerah
29 Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak, DLHK Pekanbaru Kantongi Denda Rp11,9 Juta
29 Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak, DLHK Pekanbaru Kantongi Denda Rp11,9 Juta
Bantuan Beras Diperluas untuk 3.034 KPM, Bupati Ahmad Y
Diduga Ada Pungli di MAN 1 Pekanbaru, AMPHR Desak Kemen
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Ekonomi
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Perbankan dan UMKM untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan
Bupati Kampar Perkuat Sinergi Perbankan dan UMKM untuk Dorong Ekonomi Kerakyatan
Ketua Dekranasda Kampar Hadiri Puncak HUT Ke-46 Dekrana
11 Kesepakatan Strategis Riau–Jatim Diteken, Perkuat
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Pendidikan
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
Bunda PAUD Kampar Tinjau MPLS Ramah, Pastikan Sekolah A
Plt Gubri SF Hariyanto Lepas Dua Capaska Riau, Siap Emb
Hukum
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Satresnarkoba Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran 8 Kg