Tinggalkan PNS, Zulhas Ungkap Rahasia Penghasilan Setara Rp1 Miliar Sebulan pada 1985
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkap perjalanan panjangnya membangun kehidupan ekonomi hingga mampu meraih penghasilan yang jika dihitung dengan nilai uang saat ini setara Rp1 miliar per bulan.
Kisah tersebut disampaikan Zulhas saat menjadi pembicara dalam Lampung Financial Festival 2026. Ia menceritakan bagaimana perjalanan hidupnya berubah setelah memutuskan keluar dari jalur pekerjaan sebagai pegawai negeri dan memilih menekuni dunia usaha. Sabtu (05/09/2026).
Sebelum terjun ke dunia bisnis, Zulhas sempat menempuh pendidikan di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Bandar Lampung. Saat itu, sang ayah berharap dirinya kelak menjadi seorang ustaz atau kiai.
Baca: Kabar Baik..! Menkeu Purbaya Buka Opsi Naikkan Batas Omzet UMKM Bebas PPh Pasal 22
Namun, Zulhas mengaku mengalami kesulitan mengikuti sejumlah mata pelajaran, terutama Bahasa Arab. Kondisi tersebut membuatnya mengambil keputusan untuk berpindah sekolah.
“Saya kesulitan pelajaran Bahasa Arab. Asal belajar Bahasa Arab, saya bolos. Ada dua pelajaran yang saya bolos. Satu pelajaran Bahasa Arab, satu pelajaran menyanyi. Saya daftar SMA 1, tapi orang tua saya nggak setuju. Alasannya ya saya mesti jadi ustaz. Ayah saya ingin jadi kiai anaknya seperti Buya Hamka.”
Baca: Prabowo Target Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026, Efisiensi Rp100 Triliun
Berawal dari Rasa Penasaran di Pasar Mester
Perjalanan Zulhas menuju dunia usaha semakin terbentuk ketika ia berada di Jakarta. Ia mengaku sering mengamati aktivitas perdagangan di Pasar Mester, Jatinegara, Jakarta Timur.
Di tempat tersebut, Zulhas melihat sejumlah pedagang yang memiliki kondisi ekonomi lebih baik. Rasa penasaran kemudian membuatnya berusaha memahami bagaimana mereka membangun keberhasilan.
Baca: Kemenhub Naikkan Fuel Surcharge Tiket Pesawat Ekonomi hingga 40 Persen
“Saya suka ke pasar, saya lihat. Dulu saya tinggal di Jakarta Timur, namanya ada Pasar Mester di sana. Saya lihat, ini orang Tiongkok kaya-kaya. Kok saya nggak punya uang, kok miskin? Kita pelajari. Kenapa dia bisa sukses,” ungkapnya.
Dari rasa ingin tahu itu, Zulhas mulai memperbanyak pengetahuan mengenai bisnis. Ia membaca buku, mengikuti sejumlah kursus, hingga akhirnya memilih bidang pemasaran sebagai salah satu keahlian yang dipelajarinya.
“Singkat cerita, saya punya gambaran. Habis itu saya mulai baca buku, bagaimana jadi orang punya, bagaimana jadi orang punya uang, bagaimana jadi orang kaya. Baca, kemudian saya ikut beberapa kursus. Yang saya pilih akhirnya marketing,” ucapnya.
Penghasilan Setara Rp1 Miliar Sebulan
Upaya tersebut kemudian diklaim mulai membuahkan hasil. Zulhas menyebut pada 1985 dirinya telah memperoleh penghasilan yang apabila dikonversikan dengan nilai uang saat ini mencapai sekitar Rp1 miliar per bulan.
“Tahun ’83, ’84, ’85, tahun ’85 kira-kira saya sudah punya penghasilan kalau uang sekarang Rp1 miliar 1 bulan. Tahun ’85,” ungkap Zulhas.
Menurut Zulhas, capaian tersebut tidak terlepas dari keberaniannya memperluas jaringan perdagangan hingga ke sejumlah negara dan wilayah di Asia.
Pada 1985, ia mengaku sudah melakukan aktivitas perdagangan dengan Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, serta Hong Kong.
“Tahun ’85 saya sudah dagang sama Tiongkok, saya sudah dagang sama Korea Selatan, Seoul bolak-balik, saya sudah ke Taiwan, sudah dagang sama Hong Kong dan lain-lain. Tahun ’86 saya sudah punya rumah, ada 4 biji,” tuturnya.
Dari Dunia Usaha ke Panggung Pemerintahan
Kisah perjalanan finansial Zulhas tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebelum akhirnya dikenal luas sebagai pengusaha dan kemudian masuk ke dunia politik serta pemerintahan.
Cerita tersebut menunjukkan bagaimana pengalaman membangun jaringan usaha, mempelajari pemasaran, serta keberanian mengambil peluang menjadi bagian dari perjalanan yang ia ceritakan kepada peserta Lampung Financial Festival 2026.
Zulhas pun menekankan pentingnya memiliki perencanaan dan keberanian dalam menentukan arah masa depan. Menurutnya, pencapaian tidak datang secara instan, melainkan membutuhkan proses, pembelajaran, dan keberanian mengambil keputusan.
Kisah penghasilan setara Rp1 miliar per bulan pada 1985 tersebut menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan hidup Zulhas sebelum dirinya menduduki berbagai posisi penting di dunia politik dan pemerintahan. (SM)
