IHSG Tertekan Usai Reshuffle Prabowo, Level 6.000 Kembali Jadi Sorotan Investor

Kanama
Jumat, 2 Oktober 2026 15:42:29

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (02/10/2026) setelah sehari sebelumnya merosot 1,02 persen ke level 6.009,50.

Pergerakan IHSG menjadi perhatian investor karena indeks sempat turun menembus level 6.000 pada perdagangan Kamis (01/10/2026), sebelum kembali bergerak di atas level psikologis tersebut. Tekanan pasar berlangsung setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih untuk ketujuh kalinya.

Data perdagangan menunjukkan sekitar 450 saham mengalami penurunan. Di sisi lain, investor asing mencatatkan net sell sekitar Rp240 miliar di pasar reguler.

Baca: Digitalisasi Bansos Dimulai, Masyarakat Bisa Daftar dan Ajukan Sanggahan

Analis BRI Danareksa Sekuritas melihat investor masih mencermati dampak perubahan susunan kabinet, bersamaan dengan sejumlah sentimen global yang berpotensi memengaruhi pasar saham Indonesia.

“Fokus sentimen selanjutnya bergeser ke rilis data ekonomi global, terutama data tenaga kerja AS yang akan menjadi perhatian dalam membaca arah kebijakan The Fed,” jelas analis BRI Danareksa, dalam catatan yang disampaikan kepada investor.

Baca: APBN 2027 Disahkan, Belanja Negara Rp4.106 Triliun untuk Program Prioritas

IHSG Masih Berada dalam Tekanan

Secara teknikal, IHSG dinilai masih menghadapi tekanan setelah menembus area support Fibonacci 6.019. Namun, indeks masih mampu ditutup di atas level psikologis 6.000.

Indikator MACD juga masih menunjukkan momentum bearish. Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan dapat bergerak konsolidasi di rentang 6.000-6.200.

Baca: Hendry Munief: Kawasan Industri Jangan Hanya Bangun Kawasan, Harus Hasilkan Ekonomi Nyata

“Support berikutnya berada di 5.854, sedangkan resistance 6.185-6.240. Kemampuan kembali menembus 6.185 menjadi konfirmasi awal untuk membuka ruang technical rebound,” imbuh analis BRI Danareksa.

Sementara itu, analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi kembali menguji level 6.000. Apabila indeks ditutup di bawah level tersebut, area 5.800-5.900 menjadi perhatian berikutnya.

Baca: Kampar Perkuat Digitalisasi Keuangan dan Akses Fintech untuk UMKM

“Jika IHSG ditutup di bawah level tersebut, maka berpotensi akan menguji level berikutnya di 5.800-5.900,” imbuh analis Phintraco.

Reshuffle Jadi Salah Satu Sentimen Pasar

Perubahan susunan Kabinet Merah Putih menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar. Namun, pelemahan IHSG tidak semata-mata disebabkan reshuffle.

Baca: DPR Perkuat Koordinasi Ekonomi, Dasco Soroti Sinkronisasi Kebijakan Nasional

Pasar sebelumnya telah menghadapi tekanan akibat arus keluar dana asing, pelemahan rupiah, serta kondisi pasar global. Bisnis.com juga melaporkan IHSG telah berada dalam tekanan sebelum reshuffle dan investor masih menunggu kejelasan arah kebijakan dari para pejabat baru.

Pada reshuffle 1 Oktober 2026, sejumlah posisi strategis mengalami perubahan, termasuk Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Sugiono sebagai Menko PMK, Dudung Abdurachman sebagai Menko Politik dan Keamanan, serta Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri.

Baca: Emas Antam Kembali Naik, Harga 1 Gram Capai Rp2,638 Juta

Harga Minyak Ikut Menjadi Perhatian

Selain sentimen domestik, pasar juga mencermati kenaikan harga minyak mentah. Kontrak berjangka Brent berada di sekitar US$102,42 per barel, sedangkan WTI mencapai US$92,87 per barel.

Di pasar Amerika Serikat, tiga indeks utama Wall Street justru berakhir menguat pada perdagangan Kamis. Dow Jones naik 0,04 persen, S&P 500 bertambah 0,19 persen, sedangkan Nasdaq Composite meningkat 0,03 persen.

Baca: The Fed Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Rupiah hingga IHSG Dibayangi Tekanan

Dengan demikian, level 6.000 menjadi area penting yang kembali diperhatikan pelaku pasar dalam melihat arah IHSG pada perdagangan selanjutnya. (SM)



Terkait
Mengapa Purbaya Dicopot? Ini Alasan di Balik Reshuffle Menkeu oleh Prabowo
Mengapa Purbaya Dicopot? Ini Alasan di Balik Reshuffle Menkeu oleh Prabowo
Harga Emas Antam Naik Lagi, Kini Tembus Rp2,604 Juta pe
Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Dorong PLN Perkuat Laya
Stasiun Bogor Berbenah, Peron Diperpanjang dan Kanopi D
Lainnya
Berkunjung ke Malaysia - Singapura, Gubernur Syamsuar Temui Pengusaha Tarik Investor ke Riau
Berkunjung ke Malaysia - Singapura, Gubernur Syamsuar Temui Pengusaha Tarik Investor ke Riau
SPR Langgak Latih UMKM Binaan Dalam Pengelolaan Limbah
Bawaslu Kabupaten Siak Komit Bayarkan Zakatnya Melalui
Ekspor Karet Alam Sumut di Februari Turun 16,61 Persen
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Kriminal
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Riau Tangani Barang Bukti DNA
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Riau Tangani Barang Bukti DNA
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua T
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar