The Fed Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Rupiah hingga IHSG Dibayangi Tekanan

Kanama
Rabu, 16 September 2026 18:21:45

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia memasuki periode penuh perhatian menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) September 2026. Rabu (16/09/2026).

Pelaku pasar secara umum telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps). Dengan kenaikan tersebut yang relatif sudah diantisipasi, arah pasar keuangan Indonesia selanjutnya dinilai lebih bergantung pada sinyal kebijakan The Fed setelah keputusan diumumkan.

Perhatian investor akan tertuju pada forward guidance serta summary of economic projections (SEP) yang dirilis bersamaan dengan keputusan FOMC. Kedua indikator tersebut dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat berikutnya.

Baca: Hendry Munief: Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis, Semua Sektor Berdampak Positif bagi Masyarakat

Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair), Rahma Gafmi, mengatakan keputusan The Fed akan memengaruhi pasar domestik melalui perubahan likuiditas global dan sentimen investor terhadap aset berisiko.

Salah satu aset yang berpotensi merasakan dampak paling cepat adalah rupiah. Kenaikan suku bunga Amerika Serikat dapat mempertahankan daya tarik aset berbasis dolar AS sehingga berpotensi memicu perpindahan dana dari pasar negara berkembang.

Baca: Prabowo Soroti Ancaman Ekonomi, Kekayaan RI Dicuri hingga Penyelundupan

“Di sinilah efektivitas respons bauran kebijakan Bank Indonesia diuji. Pasar akan mencermati seberapa kuat instrumen stabilisasi seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sukuk Valas Bank Indonesia (SVBI/SUVBI), serta strategi triple intervention meredam volatilitas nilai tukar agar tidak merembet liar ke sektor riil,” jelas Rahma.

Yield SBN Berpotensi Naik

Dampak kebijakan The Fed juga berpotensi merambat ke pasar Surat Berharga Negara (SBN). Jika pengetatan moneter global berlanjut, imbal hasil atau yield obligasi domestik berpeluang bergerak lebih tinggi.

Baca: Utang Whoosh Jadi Sorotan, Kemenkeu Pastikan Pengalihan Saham Masih Berproses

Kondisi tersebut dapat menekan harga obligasi sekaligus meningkatkan premi risiko yang diminta investor. Pada akhirnya, kenaikan yield SBN dapat berdampak terhadap biaya pendanaan di pasar keuangan, termasuk pembiayaan melalui obligasi korporasi dan pinjaman perbankan.

Untuk pasar saham, tekanan juga berpotensi muncul, terutama apabila investor menilai kenaikan suku bunga The Fed merupakan awal dari periode pengetatan yang lebih panjang.

Baca: Dua Dirjen Kemenkeu Minta Perombakan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan

Sektor perbankan, properti, serta emiten yang memiliki eksposur utang dalam valuta asing menjadi sejumlah sektor yang perlu diperhatikan ketika kondisi likuiditas global mengetat.

“Jika probabilitas kenaikan suku bunga ini telah fully priced-in, tekanan di pasar saham mungkin tidak akan terlalu dramatis. Namun, reaksi volatil akan sangat ditentukan oleh forward guidance. (SM)



Terkait
Sumatera Makin Terhubung: Jalan Tol Tembus 1.161 Km, 982 Sudah Beroperasi
Sumatera Makin Terhubung: Jalan Tol Tembus 1.161 Km, 982 Sudah Beroperasi
Minyak Dunia Tembus US$108, Pemerintah Tetap Tahan Harg
Stasiun Bogor Berbenah, Peron Diperpanjang dan Kanopi D
5 Raksasa Tiongkok yang Perkuat Cengkeraman Investasi d
Lainnya
PHR Raih Asian Management Excellence Awards 2026 dari Asian Business Review
PHR Raih Asian Management Excellence Awards 2026 dari Asian Business Review
KKI Sebut Kekompakan Maskapai Bikin Masyarakat Merugi
Walikota Pekanbaru akan Copot Kepala Bapenda Jika Targe
Peneliti IPB Gelar Penelitian Ekonomi di Natuna, Ini Ha
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Nasional
Perpres Ojol Resmi Terbit, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen dan Jaminan Sosial Diatur
Perpres Ojol Resmi Terbit, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen dan Jaminan Sosial Diatur
Prabowo Dorong Rekrutmen TNI-Polri Tak Lagi Hanya Ukur
Prabowo Undang Jokowi ke Kertanegara, Ajudan Ungkap Per