IHSG Menguat 0,40 Persen ke 6.462, Rupiah Tertekan di Rp17.742
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis, 17 September 2026, di zona hijau. Penguatan indeks terjadi di tengah pergerakan pasar keuangan yang masih mencermati arah kebijakan moneter global. Kamis (17/09/2026).
Berdasarkan data perdagangan, IHSG naik 25,58 poin atau 0,40 persen ke level 6.462,43 pada penutupan perdagangan.
Penguatan juga terjadi pada indeks LQ45 yang bertambah 0,22 persen ke posisi 648,38.
Baca: IHSG Bangkit, Kini Bank Indonesia Diuji Jaga Kepercayaan Pasar Keuangan
Aktivitas perdagangan saham berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp13,75 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 27,55 miliar saham dan frekuensi transaksi sekitar 1,85 juta kali.
Saham Penguat dan Pelemah
Baca: Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun Borong Saham, Ajak Pengusaha Indonesia Kompak Hadapi MSCI
Sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan sepanjang perdagangan. Agro Yasa Lestari (AYLS) menjadi salah satu saham dengan penguatan terbesar, yakni 34,69 persen ke level 198.
Selanjutnya, Andalan Sakti Primaindo (ASPI) naik 24,51 persen menjadi 635, sedangkan Dana Brata Luhur (TEBE) menguat 18,73 persen ke posisi 1.965.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan. Asia Sejahtera Mina (AGAR) turun 14,62 persen menjadi 2.160, disusul Satria Antaran Prima (SAPX) yang melemah 12,02 persen ke level 322.
Baca: Hendri Munief Dorong Pelaku IKM Pekanbaru Naik Kelas, Berharap Dukungan Anggaran Berlanjut pada 2027
Untuk nilai transaksi terbesar, Bumi Resources (BUMI) mencatat nilai perdagangan sekitar Rp610,59 miliar. Berikutnya terdapat Amman Mineral Internasional (AMMN) sekitar Rp602,13 miliar dan Bank Mandiri (BMRI) sekitar Rp478,02 miliar.
Rupiah Melemah ke Rp17.742 per Dolar AS
Baca: Hendry Munief: Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis, Semua Sektor Berdampak Positif bagi Masyarakat
Berbeda dengan IHSG yang menguat, nilai tukar rupiah justru mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat.
Rupiah ditutup di level Rp17.742 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi pembukaan yang berada di sekitar Rp17.655,9 per dolar AS.
Dengan demikian, rupiah mengalami pelemahan sebesar 86,10 poin atau sekitar 0,49 persen dari level pembukaan perdagangan.
Baca: OJK Siapkan Aturan Dividen Bank, Laba Harus Disisihkan untuk Perkuat Keamanan IT
Bursa Asia Bergerak Beragam
Pergerakan pasar saham Asia pada Kamis sore berlangsung bervariasi. Nikkei 225 Jepang tercatat menguat 0,52 persen ke level 64.261.
Baca: Enam Sentimen Global Menguji Pasar RI, Keputusan BI Dinanti Investor
Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,65 persen ke 24.554,50 dan SSE Composite China melemah 0,41 persen ke 3.875,60.
Indeks Straits Times Singapura justru bergerak positif dengan kenaikan 0,38 persen ke level 5.656,99.
Pergerakan IHSG dan rupiah tersebut menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi dalam situasi pasar keuangan global yang masih merespons perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat serta ekspektasi terhadap kebijakan Bank Indonesia. (SM)
