Sidak PT Sambu, Adam Syafaat: Industri Harus Jalan, Petani Kelapa Harus Sejahtera

Mawardi Tombang Amar
Minggu, 13 September 2026 10:44:31

KANALSUMATERA.com - TEMBILAHAN– Komisi II DPRD Provinsi Riau melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Sambu Group di Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (11/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait anjloknya harga kelapa di tingkat petani yang dinilai belum mampu menutup biaya operasional kebun.

Rombongan Komisi II DPRD Riau dipimpin Ketua Komisi II, H. Adam Syafaat, MA, bersama Anggota Komisi II, Siti Aisyah dan Ikbal Sayuti. Kedatangan rombongan disambut Humas Sambu Group, A. Ginting, beserta jajaran manajemen perusahaan.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Riau melihat langsung aktivitas industri, termasuk kondisi gudang penyimpanan produk dan bahan baku kelapa.

Adam Syafaat mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD Riau untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai kondisi industri kelapa sekaligus persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

“Kami dari DPRD Riau datang untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Kita ingin memastikan bagaimana kondisi industri dan bagaimana dampaknya terhadap petani kelapa,” ujar Ketua DPD PKS Rokan Hulu tersebut.

Baca: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu, Konflik Selat Hormuz Jadi Sorotan

Menurut Adam, persoalan harga kelapa tidak bisa hanya dilihat dari sisi petani maupun industri. Pemerintah perlu menghadirkan tata niaga yang mampu menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri dan kesejahteraan petani.

Saat ini, harga kelapa di tingkat pembelian disebut berada di kisaran Rp2.600 per kilogram, meningkat dibandingkan sebelumnya yang hanya sekitar Rp2.200 per kilogram. Meski mengalami kenaikan, harga tersebut masih menjadi perhatian karena petani menghadapi berbagai biaya produksi dan operasional kebun.

Indragiri Hilir juga dijuluki “Negeri Hamparan Kelapa Dunia” dan memiliki bentang perkebunan kelapa dengan total luas mencapai 400 ribu hektare. Kondisi tersebut sudah sepantasnya mendapatkan perhatian serius. Potensi tersebut menjadikan sektor kelapa sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di daerah.

Tata Niaga Kelapa

“Kami mendorong harus ada skema tata niaga kelapa yang jelas. Harus ada acuan harga kelapa, seperti yang diberlakukan pada kelapa sawit. Kemudian diberikan deviasi atau toleransi harga sehingga ada kepastian bagi petani maupun industri,” tegas Adam.

Baca: Hendry Munief Dorong Reformasi Pengelolaan Dana KUR, Dampak Pertumbuhan Usaha Jadi Pertimbangan

Selain itu, pemerintah juga harus berperan membuka dan mencari pasar baru, baik domestik maupun ekspor, untuk meningkatkan penyerapan produk kelapa.

“Kami juga mendorong pemerintah membangunan industri pengolahan kelapa baru di Inhil, sehingga kelapa tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tapi bisa dijual dalam bentuk produk turunan lainnya, sehingga nilai jual akan lebih tinggi,” pungkasnya.

Dorong Riset Bibit Kelapa Unggul

Selain persoalan harga, Komisi II DPRD Riau juga mendorong PT Sambu Group untuk ikut berperan dalam meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa masyarakat.

Adam meminta perusahaan mengembangkan riset dan pembibitan kelapa unggul yang nantinya dapat disalurkan kepada petani.

Baca: Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Dorong PLN Perkuat Layanan Terutama Daerah Pesisir dan Kepulauan

“Kami juga mendorong PT Sambu untuk mengembangkan riset bibit kelapa unggul. Bibit yang baik bisa disalurkan kepada petani, sehingga petani memiliki kepastian terhadap hasil panennya,” katanya.

Menurutnya, peningkatan produktivitas merupakan bagian penting dalam penyelesaian persoalan kelapa dalam jangka panjang. Petani tidak hanya membutuhkan harga yang baik, tetapi juga tanaman dengan produktivitas tinggi dan kualitas yang mampu memenuhi kebutuhan industri.

Industri Kelapa Hadapi Kondisi Tidak Mudah

Sementara itu, Humas Sambu Group, A. Ginting, menjelaskan bahwa industri kelapa saat ini menghadapi kondisi yang tidak mudah.

Menurutnya, kondisi industri tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan baku, tetapi juga sangat dipengaruhi kemampuan pasar domestik dan ekspor dalam menyerap produk olahan kelapa.

Baca: APBN Siapkan Saldo Awal Rekening Rp50 Ribu, Purbaya: Masih Masuk

“Industri kelapa saat ini berada dalam posisi yang tidak mudah. Kondisi yang dihadapi industri tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan baku, tetapi juga sangat dipengaruhi kemampuan pasar domestik dan ekspor dalam menyerap produk olahan kelapa,” jelasnya.

Di sisi lain, kata Ginting, keberlanjutan pembelian kelapa dari petani tetap harus dijaga karena menyangkut mata pencaharian masyarakat dan perputaran ekonomi di wilayah yang menjadi ekosistem kelapa.

“Keberlanjutan pembelian dari petani kelapa tetap perlu dijaga karena menyangkut mata pencaharian petani dan perputaran ekonomi di wilayah ekosistem kelapa,” ujarnya.

Bahas CSR, Limbah dan Tenaga Kerja

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II DPRD Riau juga membahas sejumlah persoalan lainnya, di antaranya pelaksanaan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), pengelolaan limbah, serta keberadaan dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Baca: Stasiun Bogor Berbenah, Peron Diperpanjang dan Kanopi Ditambah untuk KRL 12 Gerbong

Rombongan kemudian meninjau sejumlah fasilitas perusahaan dan melihat langsung kondisi gudang penyimpanan yang mengalami overload.

Adam menegaskan, DPRD Riau akan terus mengawal persoalan industri dan perkebunan kelapa karena sektor tersebut merupakan salah satu penopang ekonomi masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Kita tidak ingin industri berhenti, tetapi di sisi lain petani juga tidak boleh menjadi pihak yang dirugikan. Industri harus berjalan dan petani kelapa harus sejahtera,” tegasnya.

Akan Panggil Seluruh Instansi Terkait

Sebagai tindak lanjut kunjungan, Komisi II DPRD Riau akan menggelar rapat bersama seluruh instansi terkait untuk membahas persoalan tata niaga, harga, produktivitas, keberlangsungan industri, hingga perlindungan terhadap petani kelapa.

Baca: 5 Raksasa Tiongkok yang Perkuat Cengkeraman Investasi di Indonesia, dari BYD hingga Tsingshan

Pembahasan tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret dan skema kebijakan yang memberikan kepastian bagi petani sekaligus menjaga agar industri pengolahan kelapa tetap dapat beroperasi.

“Kita akan dudukkan persoalan ini bersama seluruh instansi terkait. Kita ingin mencari solusi agar petani sejahtera, tetapi industri juga tetap berkelanjutan. Saya yakin pasti ada solusi terbaik,” kata Adam.

Komisi II DPRD Riau juga memastikan perjuangan terhadap keberlangsungan industri kelapa dan kesejahteraan petani akan terus dikawal, termasuk melalui koordinasi dan pembahasan dengan pemerintah pusat.

Bagi DPRD Riau, keberlangsungan industri dan kesejahteraan petani bukan dua kepentingan yang harus dipertentangkan, melainkan dua sisi yang harus dijaga secara bersamaan dalam membangun ekosistem kelapa Riau yang berkelanjutan.



Terkait
Tinggalkan PNS, Zulhas Ungkap Rahasia Penghasilan Setara Rp1 Miliar Sebulan pada 1985
Tinggalkan PNS, Zulhas Ungkap Rahasia Penghasilan Setara Rp1 Miliar Sebulan pada 1985
Kabar Baik..! Menkeu Purbaya Buka Opsi Naikkan Batas Om
Prabowo Target Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026, Efisie
Kemenhub Naikkan Fuel Surcharge Tiket Pesawat Ekonomi h
Lainnya
Hendry Munief: Tenun Songket Bisa Menjadi Ikon Promosi Budaya Nusantara di Pasar Global
Hendry Munief: Tenun Songket Bisa Menjadi Ikon Promosi Budaya Nusantara di Pasar Global
Februari Mendatang, Harga Kelapa Sawit Akan Melejit Nai
Bapenda Pekanbaru Capai Angka Rp 506 Miliar PAD Sektor
Menakjubkan, BC Batam Raup Penerimaan Negara Rp 168,26
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Politik
Pemilu 2029 Prabowo Punya Banyak Pilihan Cawapres, Ada Opsi Gerindra hingga Non Partai
Pemilu 2029 Prabowo Punya Banyak Pilihan Cawapres, Ada Opsi Gerindra hingga Non Partai
Demokrat Ketambahan Kader Baru, Aldi Taher dan Andry Ha
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat M
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Nasional
Polemik Desil Memanas, Kemensos dan BPS Buka Data Bersama CELIOS
Polemik Desil Memanas, Kemensos dan BPS Buka Data Bersama CELIOS
8 Orang Hilang Saat Erupsi Gunung Anak Krakatau, Polri
13 Pemohon Kembali Gugat Pilpres 2024 ke MK, Minta Gibr
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind