APINDO Ungkap Harapan Dunia Usaha kepada Menteri Keuangan Baru: 3 Aspek Jadi Catatan

Mawardi Tombang Amar
Rabu, 16 September 2026 18:17:33

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Analis Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Ajib Hamdani, menilai pergantian Menteri Keuangan menjadi momentum penting bagi dunia usaha untuk melihat arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan.

Ajib mengatakan, pergantian Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan memiliki sisi yang cukup unik. Menurutnya, ketika Purbaya masih mengikuti rapat dengan DPD RI, pada saat yang hampir bersamaan di Istana Negara dilakukan pelantikan Menteri Keuangan yang baru.

“Pertama kita lihat sudut pandang Pak Purbaya ya. Dulu jadi ini kalau kita lihat memang pergantian Pak Purbaya cukup unik ya karena ketika Pak Purbaya masih rapat dengan DPD RI itu ternyata di sisi lain di Istana dilantik Menteri Keuangan yang baru,” ujar Ajib saat dihubungi pada Rabu (16/9/2026).

Ia juga menyoroti cara Purbaya menyampaikan sambutan setelah pergantian jabatan. Menurut Ajib, Purbaya tidak membaca teks yang telah disiapkan, namun menyampaikan secara langsung ucapan terima kasih atas kerja sama selama masa jabatannya.

Baca: Digitalisasi Bansos Dimulai, Masyarakat Bisa Daftar dan Ajukan Sanggahan

“Menariknya adalah ketika hari ini sambutan, saya tadi melihat siaran langsung ya, ternyata Pak Purbaya yang nggak membaca teks yang sudah disiapkan tapi cukup mengingatkan dengan kata-kata, ‘terima kasih atas kerjasamanya selama satu tahun enam hari yang ada’, ya sudah, that's it,” katanya.

Dari sisi komunikasi, Ajib menilai Purbaya cukup terbuka dalam berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha. APINDO sendiri, kata dia, selama satu tahun terakhir tercatat dua atau tiga kali melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan.

“Kalau kita lihat gaya komunikasi Pak Purbaya itu sebenarnya cukup friendly. Makanya tadi juga bukan hanya dengan rekan-rekan media, sebenarnya bahkan di dunia usaha, termasuk APINDO,” ujarnya.

Ajib menjelaskan, APINDO juga memiliki satuan tugas yang secara rutin berkomunikasi dengan kementerian-kementerian teknis, terutama kementerian yang berada di bawah koordinasi kementerian koordinator. Komunikasi tersebut antara lain mencakup Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan kementerian terkait lainnya.

Baca: Restitusi Pajak Era Suahasil Diperketat, Menkeu Tegaskan Hak Wajib Pajak Tetap Dijamin

Menurutnya, APINDO berupaya menangkap kondisi yang terjadi di lapangan dan menyampaikannya kepada otoritas serta regulator. Sejumlah persoalan yang disampaikan juga mendapatkan respons dan tindak lanjut.

“APINDO pun sebenarnya rutin komunikasi dan diskusi secara langsung dengan Pak Manju. Kalau saya tidak salah catat, terakhir itu kita ketemu tanggal 5 Juni, itu kita dari jam 6 sore habis Magrib sampai 9 malam. Jadi dua setengah jam kita diskusi tentang bagaimana teman-teman tim di business making APINDO menangkap kondisi di lapangan, kita sampaikan kepada otoritas, kita sampaikan kepada regulator terkait,” jelasnya.

Tiga Hal Jadi Perhatian Dunia Usaha

Dari sudut pandang sektor swasta, Ajib menyebut setidaknya ada sejumlah hal yang perlu disiapkan dan menjadi perhatian Menteri Keuangan. Salah satunya berkaitan dengan target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan pemerintah dalam RPJMN.

Baca: DPR Perkuat Koordinasi Ekonomi, Dasco Soroti Sinkronisasi Kebijakan Nasional

“Dari sudut pandang private sector, dari sudut pandang harapan dunia usaha dan lain-lain, paling tidak saya mencatat ada tiga hal yang perlu disiapkan oleh Menteri Keuangan dan disikapi secara lebih preventif,” kata Ajib.

Ia mengatakan, target Presiden Prabowo Subianto telah dituangkan dalam RPJMN dengan sasaran pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Pada 2027, pertumbuhan ekonomi ditargetkan berada pada kisaran 5,8 hingga 6 persen.

“Kalau kita lihat pertumbuhan ekonomi di 2027 nanti kan ditargetkan itu 5,8–6 persen. Konservatifnya di angka 6 persen, angka yang cukup challenging dan punya banyak prasyarat untuk bisa mencapai hal tersebut,” ujarnya.

Menurut Ajib, kebijakan fiskal harus mampu menjadi alat daya ungkit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut menjadi salah satu poin utama yang menjadi perhatian dunia usaha.

Baca: Perdana Jadi Menkeu, Suahasil Ungkap APBN Defisit Rp240,1 Triliun hingga Agustus

“Poin pertama, bagaimana kebijakan fiskal menjadi alat pengungkit pertumbuhan ekonomi yang diharapkan oleh Pak Prabowo itu, 2027 mencapai 6 persen, 2028 mencapai 7 persen dan target cukup ambisius lainnya, 2029 itu mencapai 8 persen,” katanya.

Selain pertumbuhan ekonomi, Ajib mengatakan dunia usaha mengharapkan terciptanya kondisi sosial, politik, dan ekonomi yang stabil. Stabilitas tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian bagi dunia usaha dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

“Harapan kita dunia usaha ini kan pengennya itu suatu kondisi sosial politik dan ekonomi yang stabil. Makanya harapan kita terhadap Menteri Keuangan itu adalah bagaimana menjaga stabilitas,” tuturnya.

Ajib menegaskan, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana mencapai target pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bagaimana memastikan kebijakan fiskal benar-benar mampu menjadi pengungkit pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan memberikan kepastian bagi dunia usaha.



Terkait
Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu, Konflik Selat Hormuz Jadi Sorotan
Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu, Konflik Selat Hormuz Jadi Sorotan
Hendry Munief Dorong Reformasi Pengelolaan Dana KUR, Da
5 Raksasa Tiongkok yang Perkuat Cengkeraman Investasi d
Tinggalkan PNS, Zulhas Ungkap Rahasia Penghasilan Setar
Lainnya
Hendry Munief: Tenun Songket Bisa Menjadi Ikon Promosi Budaya Nusantara di Pasar Global
Hendry Munief: Tenun Songket Bisa Menjadi Ikon Promosi Budaya Nusantara di Pasar Global
RAPBN 2025: Optimisme Kebijakan Fiskal dalam Masa Trans
Ini Usulan Sumut Untuk Perjuangkan Dana Bagi Hasil Sawi
Maksimalkan Pembayaran Pajak, Bank Sumut Buka Layanan P
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Nasional
Perpres Ojol Resmi Terbit, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen dan Jaminan Sosial Diatur
Perpres Ojol Resmi Terbit, Potongan Aplikator Maksimal 8 Persen dan Jaminan Sosial Diatur
Prabowo Dorong Rekrutmen TNI-Polri Tak Lagi Hanya Ukur
Prabowo Undang Jokowi ke Kertanegara, Ajudan Ungkap Per
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat