Merpati Menanti Kepastian Kementerian BUMN untuk Bisa Operasional Lagi

Alwira Fanzary
Senin, 25 Februari 2019 18:29:56
Pesawat--pesawat Merpati

KANALSUMATERA.com - Manajemen PT Merpati Nusantara Airlines masih menanti kepastian dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengenai rencana perusahaan untuk beroperasi kembali pada tahun ini. Masalahnya, sejauh ini belum ada persetujuan dari pemerintah selaku pemegang saham mayoritas terkait rencana masuknya investor baru di tubuh perusahaan.

Direktur Utama Merpati Nusantara Airlines Asep Ekanugaraha menyatakan salah satu proses agar investor atau mitra strategis baru bisa ambil bagian dalam penyelematan perusahaan diputuskan oleh komite privatisasi. Dalam hal ini, Kementerian BUMN menjadi salah satu anggota dari tim tersebut.

Sesuai Kepres Nomor 18 Tahun 2006, keanggotaan komite privatisasi terdiri dari Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, serta Menteri teknis dari kegiatan usaha BUMN tersebut, dalam kasus Merpati yakni Menteri Perhubungan.

"Belum ada info baru (dari komite privatisasi mengenai rencana masuknya mitra strategis baru ke Merpati)," tutur Asep kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/2)

Baca: Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar


Terkait mitra strategis, Merpati Nusantara Airlines sudah mendapatkan komitmen dari PT Intra Asia Corpora untuk menyuntikkan dana segar sebesar Rp6,4 triliun. Dana itu akan digunakan agar maskapai bisa mengudara kembali setelah berhenti sejak 2014 lalu.

Mengutip laman resmi PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), Intra Asia Corpora dan Merpati Nusantara Airlines sudah melakukan penandatanganan perjanjian transaksi penyertaan modal bersyarat pada 29 Agustus 2018. Nantinya, komitmen dana segar Rp6,4 triliun akan dikucurkan dalam dua tahun setelah seluruh persyaratan dari pemerintah terpenuhi.

Namun, Asep menerangkan penandatanganan itu hanya perjanjian tahap awal saja. Kepastian apakah Intra Asia Corpora bisa menjadi bagian dari Merpati Nusantara Airlines akan ditentukan oleh komite privatisasi.

Walau begitu, ia menyampaikan bahwa perusahaan sedang menyiapkan beberapa persiapan lain agar mimpi terbang tahun ini tak hanya menjadi sekadar angan-angan semata. Misalnya, Merpati Nusantara Airlines kini sedang mengurus resertifikasi atau sertifikasi ulang penerbangan kembali di Kementerian Perhubungan.

Baca: BI Bali Perluas Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan Lewat KKI


"Kami belum bisa sampaikan detil persiapannya. Secara umum persiapan untuk pemenuhan persyaratan resertfikasi," jelas Asep.

Hal ini dilakukan agar setelah komite privatisasi mengizinkan Intra Asia Corpora menyuntikkan modal ke perusahaan, Merpati Nusantara Airlines pun bisa langsung mengeksekusi layanan penerbangan untuk masyarakat.

Sementara itu Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyatakan pihaknya sudah mengetahui rencana Merpati Nusantara Airlines untuk memasukkan investor baru demi menaikkan ekuitas. Namun, keputusan itu berada di tangan Kementerian BUMN.


"Masalah itu di Kementerian BUMN. Tapi pada dasarnya kami mendukung ada investor baru bila dilakukan secara cermat dan hati-hati," terang Isa.

Baca: Bos Baru BGN Sidak Dapur MBG Dini Hari, Pastikan Kualitas Makanan dan Kebersihan Terjaga

Mengingatkan kembali, Pengadilan Niaga Surabaya mengabulkan proposal perdamaian permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Merpati Nusantara Airlines pada November 2018. Perusahaan tercatat memang memiliki utang kepada sejumlah kreditur sebesar Rp10,72 triliun.

Total utang Merpati Nusantara Airlines itu lebih besar dibandingkan dengan komitmen dana yang akan dikucurkan oleh calon mitra strategis perusahaan. Sementara, mengutip data Kementerian BUMN, total aset perusahaan pada akhir 2017 hanya Rp1,21 triliun, dengan ekuitas yang minus Rp9,51 triliun dan kerugian Rp737 miliar. Kso



Terkait
Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Berbenah Demi Kembalikan Marwah Riau
Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Berbenah Demi Kembalikan Marwah Riau
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur
Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief Sambut Baik Diskon
Wilmar Group Buka Lowongan 8 Posisi di Sumatera dan Kal
Lainnya
Produsen Minyakita Tarik 300 Ton Minyak Bantuan yang Dikeluhkan Berbau Solar
Produsen Minyakita Tarik 300 Ton Minyak Bantuan yang Dikeluhkan Berbau Solar
Menyesuaikan Dengan UU Cipta Kerja, Pemko Batam Ajukan
Ayat Cahyadi Apresiasi Emak-Emak Berkreasi di Tengah Pa
KKI Sebut Kekompakan Maskapai Bikin Masyarakat Merugi
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pendidikan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanja
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan