Februari Mendatang, Harga Kelapa Sawit Akan Melejit Naik
KANALSUMATERA.com - Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk menguji jalan program biodiesel 40% bio-konten (B40) berbasis kelapa sawit.
Seperti yang dilansir CNBC Indonesia dari Reuters, pada penutupan perdagangan Senin (17/01/22), Minyak kelapa sawit berjangka Malaysia naik 1% pada hari kemaren karena produksi utama Indonesia sedang merancang untuk pengujian biofuel dengan kandungan sawit yang lebih tinggi pada Februari mendatang.
Pada penelitian yang dilakukan Mentri ESDM dalam pengujian dua jenis B40 yang menggunakan 30% fatty acid methyl ether (FAME) dan 10% distilasi palm methyl ester (DPME), dan satu lagi 30% FAME dan 10% diesel berbasis sawit yang dikenal sebagai diesel hijau.
" Pemakaian B40 ini harus dengan peningkatan yang berkualitas, baik diesel maupun solar " kata Dadan Kusduana selaku Dirjen ESDM.
Baca: Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief Sambut Baik Diskon Tiket Pesawat Domestik Jelang Lebaran
Menurut Kusdiana dalam pengujian ini butuh waktu lima bulan untuk bisa mengambil keputusan untuk penggunaan B40 ini. Pemerintah telah merencanakan program B40 dari tahun 2021 hingga 2022, tetapi harga minyak nabati yang terlalu mahal. Oleh karena itu Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia ( GAPKI) memperkirakan B40 akan tertunda lebih dari tahun ini.
" Berita ini telah mendukung sentimen bullish dalam minyak sawit dengan banyak rumor yang menunjukkan bahwa Indonesia akan membatasi ekspor minyak sawit mentah " kata Anil Kumar selaku kepala penelitian pialang minyak nabati Sunvin Group yang berbasis di Mumbai.
Selanjutnya, menurut riset Revinitiv Agriculture, tercatat bahwa ekspor Malaysia hingga periode 1-15 Januari menurun antara 32% hingga 45% hingga bulan Desember nanti, besar peluang Harga CPO naik lagi. ***
