Stasiun Bogor Berbenah, Peron Diperpanjang dan Kanopi Ditambah untuk KRL 12 Gerbong
KANALSUMATERA.com - BOGOR – Stasiun Bogor terus berbenah untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line. Sejumlah fasilitas utama mengalami peningkatan, terutama pada peron yang diperpanjang serta penambahan kanopi untuk mendukung kebutuhan penumpang. Selasa (08/09/2026).
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas layanan di tengah tingginya mobilitas pengguna KRL di lintas Bogor.
Salah satu pekerjaan utama dilakukan pada peron jalur 6, 7, dan 8. Peron tersebut diperpanjang agar dapat mendukung operasional rangkaian KRL dengan stamformasi 12 kereta atau SF12. Pekerjaan perpanjangan tersebut telah rampung dan mulai digunakan sejak 15 Juli 2026.
Baca: 5 Raksasa Tiongkok yang Perkuat Cengkeraman Investasi di Indonesia, dari BYD hingga Tsingshan
Sebelumnya, peron jalur 6 dan 7 memiliki panjang sekitar 201 meter. Setelah proyek pengembangan, panjangnya menjadi 251 meter. Sementara peron jalur 8 yang sebelumnya sekitar 204 meter diperpanjang menjadi 252 meter.
Dengan perubahan tersebut, seluruh jalur di Stasiun Bogor kini dapat mendukung operasional KRL dengan formasi 12 kereta. Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas angkut sekaligus membantu mengurai kepadatan penumpang, terutama pada jam sibuk.
Baca: Tinggalkan PNS, Zulhas Ungkap Rahasia Penghasilan Setara Rp1 Miliar Sebulan pada 1985
Selain memperpanjang peron, peningkatan fasilitas juga mencakup pemasangan kanopi. Fasilitas tersebut penting untuk memberikan perlindungan kepada pengguna KRL ketika menunggu kereta, khususnya saat hujan maupun cuaca panas.
Penataan berikutnya juga menyasar peron 4 dan 5 yang mendapatkan pekerjaan penambahan kanopi. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan fasilitas Stasiun Bogor secara bertahap.
Sekretaris Perusahaan KAI Properti, Agus Junaedi, sebelumnya menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi berbasis rel.
Baca: Kabar Baik..! Menkeu Purbaya Buka Opsi Naikkan Batas Omzet UMKM Bebas PPh Pasal 22
“Pengembangan infrastruktur ini merupakan bentuk dukungan KAI Properti terhadap peningkatan kualitas layanan transportasi publik berbasis rel. Kami berharap fasilitas yang dibangun dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pengguna KRL sekaligus mendukung operasional perkeretaapian yang semakin andal,” ujar Agus.
Tingginya aktivitas penumpang menjadi salah satu alasan pengembangan Stasiun Bogor terus dilakukan. Sepanjang semester pertama 2026, Stasiun Bogor tercatat melayani lebih dari 18,4 juta pergerakan pelanggan atau rata-rata sekitar 102 ribu pelanggan setiap hari.
Baca: Prabowo Target Tutup 700 BUMN hingga Akhir 2026, Efisiensi Rp100 Triliun
Pengembangan fasilitas tersebut juga sejalan dengan kebutuhan peningkatan kapasitas layanan KRL di lintas Bogor. Dengan dukungan peron yang lebih panjang, operasional rangkaian 12 kereta dapat dilakukan lebih optimal.
Tak hanya menyentuh fasilitas peron, penataan Stasiun Bogor ke depan juga diarahkan pada konsep kawasan transit yang lebih terintegrasi. PT KAI dan Pemerintah Kota Bogor bahkan membuka pembahasan mengenai integrasi berbagai moda transportasi perkotaan di kawasan stasiun.
Penataan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan konektivitas perjalanan masyarakat, tetapi juga menciptakan kawasan stasiun yang lebih nyaman, tertata, dan mendukung aktivitas ekonomi.
Baca: Kemenhub Naikkan Fuel Surcharge Tiket Pesawat Ekonomi hingga 40 Persen
Dengan berbagai pembenahan yang dilakukan, Stasiun Bogor perlahan diproyeksikan menjadi simpul transportasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat. (SM)
