Enam Sentimen Global Menguji Pasar RI, Keputusan BI Dinanti Investor

Kanama
Senin, 21 September 2026 13:59:24

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia memasuki pekan baru dengan sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), rupiah, hingga pasar Surat Berharga Negara (SBN). Senin (21/09/2026).

Perhatian investor tidak hanya tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Kebijakan sejumlah bank sentral dunia, keputusan Bank Indonesia (BI), serta rilis data ekonomi penting juga akan menjadi faktor yang dicermati sepanjang pekan ini.

Mengacu pada laporan CNBC Indonesia Research, sedikitnya ada enam sentimen utama yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Baca: Pemkab Kampar Harapkan Kepala OJK Riau yang Baru Perkuat Ekonomi dan UMKM Daerah

1. Konflik Houthi-Arab Saudi

Perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor eksternal yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.

Baca: OJK Perpanjang Buyback Saham Tanpa RUPS hingga Juni 2027, Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi Emiten

Ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi turut menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap harga minyak dunia. Harga minyak yang bertahan tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi serta memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral.

Kondisi tersebut menjadi penting bagi Indonesia karena perubahan harga energi global dapat berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.

2. Keputusan BI Rate

Baca: Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura 31 BBTUD, EMA Klaim Dampaknya di Bawah 2 Persen

Bank Indonesia dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa-Rabu pekan ini. Keputusan mengenai BI Rate akan menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu pelaku pasar.

Konsensus pasar memperkirakan BI masih mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Sementara itu, deposit facility diperkirakan tetap 4,75% dan lending facility 6,5%.

Baca: Rupiah Tertekan, BI Perkuat Insentif Modal Asing dan Naikkan Bunga Deposit Jadi 5 Persen

Keputusan tersebut akan menjadi perhatian karena BI harus menjaga stabilitas rupiah sekaligus tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

RDG September juga menjadi agenda penting bagi Gubernur BI definitif Destry Damayanti setelah resmi dilantik pada 2 September 2026.

3. Kebijakan Bank of Japan

Baca: IHSG Bangkit, Kini Bank Indonesia Diuji Jaga Kepercayaan Pasar Keuangan

Bank of Japan (BOJ) juga menjadi salah satu sumber perhatian pasar global.

BOJ menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%. Level tersebut menjadi yang tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.

Baca: Hendry Munief Dorong Pelaku IKM Pekanbaru Naik Kelas, Berharap Dukungan Anggaran Berlanjut pada 2027

Perubahan kebijakan moneter Jepang dapat memengaruhi pergerakan yen, arus modal global, serta keputusan investor dalam mengalokasikan dana ke berbagai pasar.

Scott Welch dari Certuity menilai kebijakan The Fed masih berpotensi menjadi perhatian pasar dalam beberapa bulan ke depan.

"Pada satu titik, baik pada Oktober maupun setelah pemilu, saya memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi pada 2026 dan mungkin satu atau dua kali lagi pada 2027," ujarnya.

Baca: Harga Batu Bara Cetak Rekor Hampir 3 Tahun, Indonesia Jadi Andalan Dunia

4. Kebijakan China

China memilih mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) satu tahun di level 3% dan LPR lima tahun sebesar 3,5%.

Baca: Hendry Munief: Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis, Semua Sektor Berdampak Positif bagi Masyarakat

Kedua suku bunga tersebut tidak mengalami perubahan selama 16 bulan berturut-turut.

Kebijakan China menjadi penting bagi pasar Indonesia karena negara tersebut merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Perubahan prospek ekonomi China dapat berdampak terhadap permintaan komoditas serta kinerja sektor terkait di pasar domestik.

5. Data Uang Beredar Indonesia

Baca: Hendry Munief: Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis, Semua Sektor Berdampak Positif bagi Masyarakat

Bank Indonesia juga dijadwalkan merilis data uang beredar dalam arti luas atau M2 periode Agustus.

Pada Juli 2026, posisi M2 tercatat mencapai Rp10.371,1 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan.

Baca: Transfer ke Daerah APBN 2027 Naik Jadi Rp735 Triliun, Ini Rinciannya

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan M1 sebesar 10% secara tahunan. Sementara itu, uang kuasi tumbuh 5,6%.

Dari sisi penyaluran kredit, pertumbuhannya mencapai 13% secara tahunan pada Juli, meningkat dibandingkan 12,1% pada bulan sebelumnya.

Data tersebut akan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar untuk melihat perkembangan likuiditas dan aktivitas ekonomi domestik.

Baca: Dekranasda Kampar Dorong Kerajinan Lokal dan UMKM Tembus Pasar Nasional

6. Data Ekonomi Amerika Serikat

Sentimen berikutnya berasal dari Amerika Serikat melalui rilis data pesanan barang tahan lama periode Agustus.

Baca: Utang Whoosh Jadi Sorotan, Kemenkeu Pastikan Pengalihan Saham Masih Berproses

Pada Juli 2026, pesanan barang tahan lama Amerika Serikat tumbuh 1,1% secara bulanan menjadi US$339,3 miliar.

Data ekonomi AS menjadi penting karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan The Federal Reserve. Perubahan ekspektasi suku bunga AS pada akhirnya dapat berdampak terhadap dolar AS, imbal hasil US Treasury, serta arus modal ke pasar negara berkembang.

IHSG dan Rupiah Jadi Sorotan

Baca: Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen, Pekanbaru Tembus Posisi Tertinggi Nasional

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG ditutup melemah 21,27 poin atau 0,33% ke level 6.441.

Sebanyak 464 saham tercatat melemah, sedangkan 212 saham menguat dan 287 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai sekitar Rp19,24 triliun.

Baca: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu, Konflik Selat Hormuz Jadi Sorotan

Di pasar valuta asing, rupiah justru menguat tipis 0,03% ke posisi Rp17.730 per dolar AS. Namun, sepanjang pekan sebelumnya rupiah masih mencatat pelemahan sekitar 0,82%.

Sementara itu, imbal hasil SBN tenor 10 tahun bergerak relatif datar di sekitar 7,157%.

Pergerakan pasar domestik pada awal pekan ini dengan demikian akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen global, keputusan bank sentral, perkembangan geopolitik, serta data ekonomi yang akan dirilis.

Baca: Minyak Dunia Tembus US$108, Pemerintah Tetap Tahan Harga BBM Subsidi

Pelaku pasar akan mencermati bagaimana Bank Indonesia merespons kondisi tersebut, terutama dalam menjaga stabilitas rupiah sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. (SM)



Terkait
Hendry Munief Dorong Reformasi Pengelolaan Dana KUR, Dampak Pertumbuhan Usaha Jadi Pertimbangan
Hendry Munief Dorong Reformasi Pengelolaan Dana KUR, Dampak Pertumbuhan Usaha Jadi Pertimbangan
Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Dorong PLN Perkuat Laya
5 Raksasa Tiongkok yang Perkuat Cengkeraman Investasi d
Kabar Baik..! Menkeu Purbaya Buka Opsi Naikkan Batas Om
Lainnya
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepihak Pasca Kebijakan Ekspor SDA
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepihak Pasca Kebijakan Ekspor SDA
Ahok Curiga Ada Yang Bermain Pada Rencana Impor LNG Dar
MKPT UEK-SP Amanah Mandiri Kota Pekanbaru Sukses Digela
Anak Muda Menganggur Disebut Sebagai Spesies Paling Ber
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Golkar Bantah Isu Bahlil Terlibat Penyadapan Ilegal Prabowo, Sarmuji Minta Publik Tak Terprovokasi
Golkar Bantah Isu Bahlil Terlibat Penyadapan Ilegal Prabowo, Sarmuji Minta Publik Tak Terprovokasi
Mulyanto PKS Nilai Hak Menyatakan Pendapat Mulai Mengua
PKS Soroti Penurunan Foto Gibran di DPRD DIY, Mardani M
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik