Enam Sentimen Global Menguji Pasar RI, Keputusan BI Dinanti Investor

Kanama
Senin, 21 September 2026 13:59:24

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pasar keuangan Indonesia memasuki pekan baru dengan sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), rupiah, hingga pasar Surat Berharga Negara (SBN). Senin (21/09/2026).

Perhatian investor tidak hanya tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah. Kebijakan sejumlah bank sentral dunia, keputusan Bank Indonesia (BI), serta rilis data ekonomi penting juga akan menjadi faktor yang dicermati sepanjang pekan ini.

Mengacu pada laporan CNBC Indonesia Research, sedikitnya ada enam sentimen utama yang menjadi perhatian pelaku pasar.

Baca: FOSS Group Perkenalkan Teknologi Aerogel Fire Protection untuk Keselamatan Kebakaran di Indonesia

1. Konflik Houthi-Arab Saudi

Perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor eksternal yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar.

Baca: Emas Antam Kembali Naik, Harga 1 Gram Capai Rp2,638 Juta

Ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi turut menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap harga minyak dunia. Harga minyak yang bertahan tinggi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi serta memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral.

Kondisi tersebut menjadi penting bagi Indonesia karena perubahan harga energi global dapat berdampak terhadap stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.

2. Keputusan BI Rate

Baca: Perdana Jadi Menkeu, Suahasil Ungkap APBN Defisit Rp240,1 Triliun hingga Agustus

Bank Indonesia dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Selasa-Rabu pekan ini. Keputusan mengenai BI Rate akan menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu pelaku pasar.

Konsensus pasar memperkirakan BI masih mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%. Sementara itu, deposit facility diperkirakan tetap 4,75% dan lending facility 6,5%.

Baca: Utang Whoosh Jadi Sorotan, Kemenkeu Pastikan Pengalihan Saham Masih Berproses

Keputusan tersebut akan menjadi perhatian karena BI harus menjaga stabilitas rupiah sekaligus tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

RDG September juga menjadi agenda penting bagi Gubernur BI definitif Destry Damayanti setelah resmi dilantik pada 2 September 2026.

3. Kebijakan Bank of Japan

Baca: IHSG Menguat 0,40 Persen ke 6.462, Rupiah Tertekan di Rp17.742

Bank of Japan (BOJ) juga menjadi salah satu sumber perhatian pasar global.

BOJ menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%. Level tersebut menjadi yang tertinggi dalam lebih dari tiga dekade.

Baca: APINDO Ungkap Harapan Dunia Usaha kepada Menteri Keuangan Baru: 3 Aspek Jadi Catatan

Perubahan kebijakan moneter Jepang dapat memengaruhi pergerakan yen, arus modal global, serta keputusan investor dalam mengalokasikan dana ke berbagai pasar.

Scott Welch dari Certuity menilai kebijakan The Fed masih berpotensi menjadi perhatian pasar dalam beberapa bulan ke depan.

"Pada satu titik, baik pada Oktober maupun setelah pemilu, saya memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya sekali lagi pada 2026 dan mungkin satu atau dua kali lagi pada 2027," ujarnya.

Baca: Pengembangan Hortikultura Kampar Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

4. Kebijakan China

China memilih mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) satu tahun di level 3% dan LPR lima tahun sebesar 3,5%.

Baca: Mengapa Purbaya Dicopot? Ini Alasan di Balik Reshuffle Menkeu oleh Prabowo

Kedua suku bunga tersebut tidak mengalami perubahan selama 16 bulan berturut-turut.

Kebijakan China menjadi penting bagi pasar Indonesia karena negara tersebut merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia. Perubahan prospek ekonomi China dapat berdampak terhadap permintaan komoditas serta kinerja sektor terkait di pasar domestik.

5. Data Uang Beredar Indonesia

Baca: Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen, Pekanbaru Tembus Posisi Tertinggi Nasional

Bank Indonesia juga dijadwalkan merilis data uang beredar dalam arti luas atau M2 periode Agustus.

Pada Juli 2026, posisi M2 tercatat mencapai Rp10.371,1 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan.

Baca: Sumatera Makin Terhubung: Jalan Tol Tembus 1.161 Km, 982 Sudah Beroperasi

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan M1 sebesar 10% secara tahunan. Sementara itu, uang kuasi tumbuh 5,6%.

Dari sisi penyaluran kredit, pertumbuhannya mencapai 13% secara tahunan pada Juli, meningkat dibandingkan 12,1% pada bulan sebelumnya.

Data tersebut akan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan pasar untuk melihat perkembangan likuiditas dan aktivitas ekonomi domestik.

Baca: Harga Emas Antam Naik Lagi, Kini Tembus Rp2,604 Juta per Gram

6. Data Ekonomi Amerika Serikat

Sentimen berikutnya berasal dari Amerika Serikat melalui rilis data pesanan barang tahan lama periode Agustus.

Baca: Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu, Konflik Selat Hormuz Jadi Sorotan

Pada Juli 2026, pesanan barang tahan lama Amerika Serikat tumbuh 1,1% secara bulanan menjadi US$339,3 miliar.

Data ekonomi AS menjadi penting karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan The Federal Reserve. Perubahan ekspektasi suku bunga AS pada akhirnya dapat berdampak terhadap dolar AS, imbal hasil US Treasury, serta arus modal ke pasar negara berkembang.

IHSG dan Rupiah Jadi Sorotan

Baca: Minyak Dunia Tembus US$108, Pemerintah Tetap Tahan Harga BBM Subsidi

Pada perdagangan Jumat pekan lalu, IHSG ditutup melemah 21,27 poin atau 0,33% ke level 6.441.

Sebanyak 464 saham tercatat melemah, sedangkan 212 saham menguat dan 287 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai sekitar Rp19,24 triliun.

Baca: Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Dorong PLN Perkuat Layanan Terutama Daerah Pesisir dan Kepulauan

Di pasar valuta asing, rupiah justru menguat tipis 0,03% ke posisi Rp17.730 per dolar AS. Namun, sepanjang pekan sebelumnya rupiah masih mencatat pelemahan sekitar 0,82%.

Sementara itu, imbal hasil SBN tenor 10 tahun bergerak relatif datar di sekitar 7,157%.

Pergerakan pasar domestik pada awal pekan ini dengan demikian akan sangat bergantung pada kombinasi sentimen global, keputusan bank sentral, perkembangan geopolitik, serta data ekonomi yang akan dirilis.

Baca: APBN Siapkan Saldo Awal Rekening Rp50 Ribu, Purbaya: Masih Masuk

Pelaku pasar akan mencermati bagaimana Bank Indonesia merespons kondisi tersebut, terutama dalam menjaga stabilitas rupiah sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. (SM)



Terkait
Stasiun Bogor Berbenah, Peron Diperpanjang dan Kanopi Ditambah untuk KRL 12 Gerbong
Stasiun Bogor Berbenah, Peron Diperpanjang dan Kanopi Ditambah untuk KRL 12 Gerbong
5 Raksasa Tiongkok yang Perkuat Cengkeraman Investasi d
Kabar Baik..! Menkeu Purbaya Buka Opsi Naikkan Batas Om
Kemenhub Naikkan Fuel Surcharge Tiket Pesawat Ekonomi h
Lainnya
Dapat Dukungan Penuh Pemprov, BAZNAS Riau Optimistis Perkuat Pengelolaan Zakat
Dapat Dukungan Penuh Pemprov, BAZNAS Riau Optimistis Perkuat Pengelolaan Zakat
Dari Rakor BWI Siak 2019, Alfedri Harap Wakaf Dapat Men
Masjid Paripurna di Pekanbaru Akan Miliki Koperasi Syar
Perusahaan Menantu Jokowi Garap Proyek KPR Pemerintah
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru