Anak Muda Menganggur Disebut Sebagai Spesies Paling Berbahaya di Dunia

Alwira Fanzary
Selasa, 8 Januari 2019 17:25:11
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk menyambut bonus demografi pada 2030. Dengan demikian, tingginya populasi produktif tersebut dapat memberikan efek positif terhadap daya saing bangsa.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kemeterian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Bambang Satrio Lelono, mengatakan bahwa apabila masa keemasan ini tidak dimanfaatkan dengan baik, maka akan menjadi bumerang bagi pemerintah. Sebab, pada masa itu diperkirakan usia produktif Indonesia mencapai sekitar 70 persen.

"Di mana pada saat itu jumlah usia produktif (kita) capai 70 persen. Dan itu menjadi beban kita semua kalau 70 persen ini usia produktif justru tidak produktif ini sangat sangat berbahaya," katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, seperti yang dilansir dari Liputan6.com, Selasa (8/1/2019).

Bambang mengatakan, untuk meningkatkan daya saing SDM di masa mendatang, maka dibutuhkan sinergi antara kementerian lembaga terkait lainnya. Ini dilakukan agar usia produktif dapat memiliki keterampilan dan mampu bekerja menunjukan produktifitasnya.

"Karena bagaimana kita ketahui bahwa ada salah satu majalah di Jerman menyebutkan makhluk atau spesies yang berbahaya di dunia adalah anak muda yang menganggur. Nah oleh karena itu ini menjadi pekerjaan rumah kita semua untuk membekali mereka," ungkapnya.

Suasana perakitan mobil di PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4). Menempati luas area 30 hektar, pabrik MMKI telah mulai memproduksi Pajero Sport & small-MPV Mitsubishi.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menegaskan pentingnya pemberdayaan kaum muda guna memanfaatkan bonus demografi. Dia menjelaskan, jika belajar dari pengalaman negara tetangga, maka, beberapa negara yang muncul sebagai kekuatan ekonomi dunia, mencapai puncak perkembangan perekonomian dengan memanfaatkan bonus demografi.

"Negara yang kita kenal sebagai negara maju, Jepang, Korea, China mencapai puncak kemajuan, ketika mereka sedang berada di fase bonus demografi. Wajar. Seharusnya kita jadi orang kaya saat kita sedang produktif," kata dia, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jika bonus demografi tidak dimanfaatkan dengan baik, maka momentum untuk mendorong perekonomian bakal sulit didapatkan lagi. Dia mengambil Jepang sebagai contoh perkembangan ekonomi negara setelah era bonus demografi atau yang sudah berada di aging population.

"Ketika sudah lewat bonus demografi, maka ekonomi mulai stagnan. Pertumbuhan ekonomi Jepang antara 0 dan 1 persen. Gubernur bank sentral Jepang untuk dapat inflasi saja syukur. Karena mereka aging population. Demand jadi tidak sebaik dulu," kata dia.

Oleh karena itu, pemerintah mengapresiasi berbagai program pemberdayaan generasi muda. Sebab, akan mempersiapkan Indonesia untuk menyongsong bonus demografi. Lpo/Kso



Lainnya
PLUT UMKM Provinsi Riau Adakan Pelatihan Pemanfaatan Lidi Sawit di Kampar
PLUT UMKM Provinsi Riau Adakan Pelatihan Pemanfaatan Lidi Sawit di Kampar
Hamdani Motivasi Pemanfaat UEK SP Wonorejo, Semangati B
Undang Syahrul Aidi, Bupati Harris Ekspos Potensi Kabup
Penumpang Sriwijaya Group Kini Bisa Internetan di Pesaw
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Pendidikan
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong SDM Unggul di Rokan Hilir
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong SDM Unggul di Rokan Hilir
UPT SDN 014 Batu Belah Gelar Implementasi SPMI, Libatka
Kwarda Riau Buka Kursus Pelatih Pramuka Mahir Dasar, Di
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I