APBN 2027 Disahkan, Belanja Negara Rp4.106 Triliun untuk Program Prioritas

Kanama
Selasa, 29 September 2026 22:16:51

KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Pemerintah bersama DPR RI menyepakati dan mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 dengan total belanja negara mencapai Rp4.106,26 triliun. Selasa (29/09/2026).

Besaran tersebut meningkat Rp9,07 triliun dibandingkan rancangan sebelumnya yang berada di angka Rp4.097,19 triliun. Belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp3.371,26 triliun serta Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp735 triliun.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, desain APBN 2027 diarahkan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global sekaligus mempercepat berbagai agenda pembangunan nasional.

Baca: Pemkab Kampar Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah Lewat RUPSLB BRK Syariah

"Arsitektur RAPBN 2027 didesain untuk menjawab dua kebutuhan sekaligus, merespons ketidakpastian global dan mempercepat pencapaian agenda prioritas pembangunan nasional tanpa mengorbankan keberlanjutan fiskal. Pondasi yang kuat tersebut harus kita jaga dan terus diperkuat," ujar Suahasil.

Dalam postur APBN 2027, pendapatan negara ditetapkan sebesar Rp3.435,10 triliun. Angka tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan Rp2.911,95 triliun dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp522,48 triliun.

Baca: Dekranasda Kampar Dorong Kerajinan Lokal dan UMKM Tembus Pasar Nasional

Sementara itu, pembiayaan anggaran mencapai Rp671,2 triliun dengan defisit tetap dijaga pada level 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Angka-angka ini bukan sekadar target fiskal. Di baliknya terdapat tanggung jawab pemerintah untuk menjaga momentum pembangunan, sekaligus memastikan setiap rupiah dikelola secara hati-hati dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia," terangnya.

Pendidikan Dapat Rp824 Triliun

Baca: Muhammadiyah Dorong Kemandirian Ekonomi Umat Berbasis Tauhid dan Kolaborasi

Salah satu sektor yang mendapat alokasi besar dalam APBN 2027 adalah pendidikan dengan anggaran mencapai Rp824 triliun.

Dana tersebut diarahkan untuk sejumlah program, antara lain Program Indonesia Pintar (PIP), KIP Kuliah, renovasi sekolah dan madrasah, pengembangan Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, serta dukungan beasiswa dan pengembangan talenta melalui LPDP.

Baca: Kampar Perkuat Digitalisasi Keuangan dan Akses Fintech untuk UMKM

"Ini bukan hanya sekadar memenuhi amanat konstitusi, tetapi kita pahami adalah investasi langsung untuk masa depan generasi Indonesia," katanya.

Perlindungan Sosial Rp539,7 Triliun

Pemerintah juga mengalokasikan Rp539,7 triliun untuk program perlindungan sosial. Anggaran tersebut ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, masyarakat miskin, serta kelompok rentan.

Baca: DPR Perkuat Koordinasi Ekonomi, Dasco Soroti Sinkronisasi Kebijakan Nasional

Penyaluran anggaran mencakup berbagai program bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, Kartu Sembako, hingga bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ketahanan Pangan dan Transfer ke Daerah

Baca: Enam Sentimen Global Menguji Pasar RI, Keputusan BI Dinanti Investor

Untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung agenda swasembada pangan, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp195,3 triliun.

Selain itu, Transfer ke Daerah ditetapkan sebesar Rp735 triliun. Anggaran tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan serta meningkatkan pelayanan publik di berbagai daerah.

"APBN dan APBD adalah satu kesatuan, bekerja dalam satu tarikan napas bersama agar setiap Rupiah anggaran memberikan manfaat yang makin nyata dan merata bagi masyarakat," ujarnya.

Baca: 40 Persen Saham BEI Bakal Dimiliki Danantara, Independensi Jadi Sorotan

Delapan Fokus Program Prioritas Nasional

APBN 2027 juga diarahkan untuk mendukung delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang mencakup sekitar 60 program kerja.

Baca: Perdana Jadi Menkeu, Suahasil Ungkap APBN Defisit Rp240,1 Triliun hingga Agustus

Delapan fokus tersebut meliputi kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan.

Selain itu, terdapat program pendukung yang mencakup penguatan pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, percepatan digitalisasi, serta diplomasi ekonomi.

"Berbagai agenda pembangunan tersebut dapat dijalankan secara efektif apabila ditopang APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan melalui optimalisasi pendapatan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pembiayaan yang inovatif dan terukur," jelasnya.

Baca: IHSG Menguat 0,40 Persen ke 6.462, Rupiah Tertekan di Rp17.742

Dalam pembahasan APBN 2027, pemerintah dan DPR juga menyepakati sejumlah asumsi ekonomi makro. Pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 6 persen, inflasi 2,5 persen, dan tingkat suku bunga SBN tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen.

Nilai tukar rupiah dipatok Rp17.500 per dolar AS, harga minyak mentah Indonesia atau ICP sebesar US$75 per barel, lifting minyak bumi 612,5 ribu barel per hari, serta lifting gas bumi 954 ribu barel setara minyak per hari. (SM)



Terkait
Dua Dirjen Kemenkeu Minta Perombakan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan
Dua Dirjen Kemenkeu Minta Perombakan Pejabat Era Purbaya Dibatalkan
Sumatera Makin Terhubung: Jalan Tol Tembus 1.161 Km, 98
Hendry Munief Dorong Reformasi Pengelolaan Dana KUR, Da
Anggota DPRD Riau Samsuri Daris Dorong PLN Perkuat Laya
Lainnya
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
KKI Sebut Kekompakan Maskapai Bikin Masyarakat Merugi
Bamsoet: Kemenhub Harus Panggil Pihak Maskapai Perihal
Masjid Paripurna di Pekanbaru Akan Miliki Toko Modern
Nasional
Prabowo Panggil Menkum Supratman ke Istana, Bahas Urusan Kementerian dan Partai
Prabowo Panggil Menkum Supratman ke Istana, Bahas Urusan Kementerian dan Partai
Sengketa Syarat Pendidikan Gibran di MK Memanas, Pasal
BMKG Petakan 20 Wilayah Berpotensi Hujan pada Senin 28
Hukum
Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG, Ditahan di Pomdam Jaya
Kolonel Budi Utomo Jadi Tersangka Korupsi MBG, Ditahan di Pomdam Jaya
Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka, Polisi Soroti Penger
Komisi II DPR Panggil Ombudsman, Temuan Lapas Cibinong
Kriminal
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penganiayaan
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penganiayaan
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Politik
Jelang Pleno PDPB Triwulan III 2026, Bawaslu Kampar Dorong Warga Perbarui Data Pemilih
Jelang Pleno PDPB Triwulan III 2026, Bawaslu Kampar Dorong Warga Perbarui Data Pemilih
PKS Usul Pileg 2029 Digelar Lebih Dulu, Hasilnya Jadi D
Hakim MK Soroti Perbedaan Verifikasi Ijazah KPU di Pilk
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pendidikan
Anggaran Pendidikan 2027 Naik, Hidayat Dorong Madrasah Dapat Porsi Adil
Anggaran Pendidikan 2027 Naik, Hidayat Dorong Madrasah Dapat Porsi Adil
Hendry Munief Dukung Politeknik Teknologi Modern (PTM)
UPT SDN 012 Rantau Kasih Direvitalisasi, Siswa Tak Lagi
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad