Harga TBS Sawit Plasma Riau Turun Lagi, Cek Daftar Lengkap Periode 14–20 Oktober 2026
KANALSUMATERA.com - RIAU – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit untuk petani mitra plasma di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan. Pada periode 14–20 Oktober 2026, harga TBS untuk tanaman berusia sembilan tahun ditetapkan sebesar Rp3.783,39 per kilogram. Rabu (14/10/2026).
Penetapan harga tersebut dilakukan oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim penetapan harga melalui rapat pada Selasa, 13 Oktober 2026. Dibandingkan periode sebelumnya, harga TBS pada kelompok umur sembilan tahun turun Rp13,47 per kilogram atau sekitar 0,35 persen.
Penurunan ini menjadi perhatian bagi petani sawit mitra plasma karena harga TBS merupakan salah satu komponen penting yang menentukan pendapatan dari hasil panen kebun.
Baca: Harga Batu Bara Cetak Rekor Hampir 3 Tahun, Indonesia Jadi Andalan Dunia
Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 14–20 Oktober 2026
Harga pembelian TBS ditetapkan berdasarkan kelompok umur tanaman. Berikut rincian harga TBS sawit mitra plasma di Provinsi Riau yang berlaku mulai Rabu, 14 Oktober hingga Selasa, 20 Oktober 2026.
Baca: Bazar MTQ ke-55 Kampar Resmi Dibuka, Ahmad Yuzar Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat
Umur Tanaman Harga per Kg
3 tahun | Rp2.909,62
4 tahun | Rp3.303,97
5 tahun | Rp3.503,48
Baca: Pertamina GP Indonesia 2026 Bikin Ekonomi Lokal Lombok Melesat, Omzet Kuliner Naik
6 tahun | Rp3.657,07
7 tahun | Rp3.735,36
8 tahun | Rp3.779,62
9 tahun | Rp3.783,39
10–20 tahun | Rp3.762,58
Baca: Hendry Munief: Industri Harus Jadi Ekosistem Bisnis, Semua Sektor Berdampak Positif bagi Masyarakat
21 tahun | Rp3.702,67
22 tahun | Rp3.645,05
23 tahun | Rp3.583,71
24 tahun | Rp3.516,39
25 tahun | Rp3.440,79
Baca: Digitalisasi Bansos Dimulai, Masyarakat Bisa Daftar dan Ajukan Sanggahan
26 tahun | Rp3.394,86
27 tahun | Rp3.348,66
28 tahun | Rp3.303,60
29 tahun | Rp3.286,48
30 tahun | Rp3.272,22
Baca: Pemkab Kampar Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah Lewat RUPSLB BRK Syariah
Faktor yang Memengaruhi Harga TBS Sawit
Pergerakan harga TBS sawit berkaitan dengan sejumlah komponen dalam perhitungan harga, termasuk harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), harga inti sawit atau kernel, serta indeks K yang digunakan dalam penetapan.
Baca: Kampar Perkuat Digitalisasi Keuangan dan Akses Fintech untuk UMKM
Pada periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp14.719,20 per kilogram. Sementara itu, harga rata-rata kernel KPBN berada di angka Rp12.323 per kilogram, dengan indeks K sebesar 93,93 persen.
Nilai cangkang yang digunakan dalam perhitungan ditetapkan sebesar Rp15,46 per kilogram. Perubahan harga komoditas tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mencermati pergerakan harga TBS di tingkat petani.
Petani Perlu Memperhatikan Umur Tanaman
Baca: Utang BLBI Rp218,3 Triliun Lunas, Pemerintah Tutup Lembaran Krisis 1998
Daftar harga menunjukkan bahwa kelompok tanaman berusia sembilan tahun mencatat harga tertinggi pada periode ini, yakni Rp3.783,39 per kilogram. Sementara itu, harga untuk tanaman berusia tiga tahun ditetapkan Rp2.909,62 per kilogram.
Perbedaan harga berdasarkan umur tanaman membuat petani perlu mencocokkan kelompok umur kebun dengan ketentuan harga yang berlaku. Selain itu, harga dalam penetapan provinsi perlu dibedakan dari harga transaksi aktual yang dapat dipengaruhi kondisi dan ketentuan pembelian di lapangan.
Baca: Emas Antam Kembali Naik, Harga 1 Gram Capai Rp2,638 Juta
Harga TBS sawit mitra plasma Riau tersebut berlaku selama satu pekan, yakni 14–20 Oktober 2026. Petani dapat menjadikan daftar ini sebagai acuan untuk memantau perkembangan harga dan memperkirakan nilai hasil panen selama periode penetapan berlangsung. (SM)
