Kenaikan Harga Tiket Pesawat Buat Hunian Turun Puluhan Persen

Alwira Fanzary
Senin, 11 Februari 2019 17:09:31
Menteri Pariwisata Arief Yahya

KANALSUMATERA.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut kenaikan harga tiket penerbangan domestik berdampak pada melempemnya tingkat hunian (okupansi) hotel pada awal tahun. Di Lombok, misalnya, okupansinya cuma 30 persen atau jauh lebih rendah dari okupansi hotel secara nasional yang berkisar 50-55 persen pada tahun lalu.

"Secara nasional, saya belum menghitung, tetapi beberapa provinsi menyebut okupansi drop dari 60 persen menjadi hanya 30 sampai 40 persen," katanya saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2).

Karenanya, Arief seperti yang diberitakan CNNIndonesia mengimbau maskapai penerbangan tidak menaikkan tarif besar-besaran dan mendadak, mengingat dampaknya cukup besar terhadap industri pariwisata. "Kalau penurunan (tarif) boleh besar dan mendadak," imbuh dia.

Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani membenarkan tren okupansi perhotelan memang cenderung menurun. Ia menyebutkan bahwa okupansi hotel berbintang masih mencapai 56 hingga 57 persen pada 2017 lalu.

Baca: BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ada JIS dan Cikal

Tak hanya itu, maskapai Lion Air juga menerapkan bagasi berbayar yang mengerek biaya tiket pesawat yang dibebankan kepada penumpang.
"Memang, pertumbuhan kamarnya juga cukup banyak. Pertumbuhannya memang tidak hanya yang konvensional, tetapi juga nonkonvensional, seperti AirBnB," ujarnya.

Lebih lanjut ia merinci total jumlah kamar hotel berbintang tahun lalu mencapai 350 ribu kamar dan nonbintang 310 ribu atau naik 25 ribu kamar atau 7,7 persen dibanding tahun lalu.

Untuk menjaga okupansi perhotelan tahun ini, Hariyadi berharap maskapai penerbangan bersedia menurunkan harga tiket penerbangan yang melonjak di awal tahun. Misal, rata-rata harga tiket maskapai Garuda Indonesia melonjak 40 persen karena maskapai pelat merah itu menghilangkan tiket promo dari kelas ekonomi V,T,Q, namun memaksimalkan penjualan tiket kelas ekonomi Y yang lebih mahal.

"Terus terang kami merasa terpukul oleh kenaikan tiket yang dipicu oleh Garuda (Garuda Indonesia)," jelasnya.

Baca: Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar


"Praktek Garuda dan Lion Air ini sudah mengarah ke kartel yang menurut pandangan kami sudah tidak sehat," terang Hariyadi.

Ia berharap pemerintah membuka kesempatan untuk maskapai regional, seperti JetStar dan Scoot untuk melayani penerbangan antar daerah di Indonesia.

Ia juga menyadari kenaikan harga tiket dan pengenaan tiket bagasi tak terlepas dari tingginya harga avtur. Karenanya, ia berharap penjualan avtur di Indonesia tidak lagi dimonopoli oleh PT Pertamina (Persero).

"Jangan sampai karena Pertamina yang tidak efisien, rakyat yang menanggung," tutur Hariyadi.

Baca: Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Motor Utama Pertumbuhan Triwulan II 2026

Selain itu, ia meminta pemerintah untuk menghilangkan beban pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen atas penjualan avtur dan suku cadang pesawat.

Okupansi Mandek

Dengan kondisi saat ini, Kementerian Pariwisata memperkirakan okupansi hotel pada 2019 hanya 55 persen untuk hotel berbintang dan 50 persen untuk hotel nonbintang. Proyeksi tersebut sama dengan capaian okupansi tahun lalu atau ini berarti stagnan.

"Proyeksinya (okupansi) masih sama, yaitu sekitar 55 persen," ujar Arief Yahya.

Baca: Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Jam Operasional hingga Pukul 15.00 WIB

Menurut dia, tidak tumbuhnya okupansi hotel tak terlepas dari rendahnya pertumbuhan tamu hotel. Namun, di sisi lain, pertumbuhan jumlah hotel bertumbuh lebih kencang.

Sebenarnya, setiap daerah memiliki pola okupansi yang khas. Misalnya, Bali dan Batam, okupansi hotel akan naik saat akhir pekan. Sementara, kondisi terbalik terjadi di Jakarta di mana okupansinya lebih padat pada hari kerja.

Arief menuturkan untuk meningkatkan okupansi hotel diperlukan strategi khusus. Seperti, menggelar program di musim sepi pengunjung. Salah satu daerah yang berhasil adalah Batam di mana okupansinya mulai merangkak naik pada hari kerja karena memberikan diskon.

"Di Batam itu diberikan diskon besar-besaran di saat okupansinya rendah," jelasnya. Kso



Terkait
Bos Baru BGN Sidak Dapur MBG Dini Hari, Pastikan Kualitas Makanan dan Kebersihan Terjaga
Bos Baru BGN Sidak Dapur MBG Dini Hari, Pastikan Kualitas Makanan dan Kebersihan Terjaga
Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Berbenah Demi K
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur
Wilmar Group Buka Lowongan 8 Posisi di Sumatera dan Kal
Lainnya
Hendry Munief Ingatkan 17 Ormas BMIWI Riau Bangun Bisnis Berkelanjutan, Hindari Cara Instan
Hendry Munief Ingatkan 17 Ormas BMIWI Riau Bangun Bisnis Berkelanjutan, Hindari Cara Instan
Komitmen Perangi Narkoba, Pemkab Deli Serdang Canangkan
Penurunan Penumpang di Bandara Lombok Capai 40 Persen
Saham Krakatau Steel Anjlok Setelah Direkturnya Ditangk
Hukum
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Nasional
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I