Harga TBS Pelalawan Naik, Petani Mulai Tersenyum Usai Pengawasan Ketat Bupati Zukri

Mawardi Tombang Amar
Kamis, 4 Juni 2026 10:33:22
Bupati Pelalawan beserta Forkopimda mengumpulkan 26 PKS se-Pelalawan.

KANALSUMATERA.com - PELALAWAN – Masyarakat Kabupaten Pelalawan mulai merasakan angin segar setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melakukan pengawasan ketat terhadap harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dalam beberapa pekan terakhir. Langkah tegas yang dipimpin langsung Bupati Pelalawan, H. Zukri, berdampak pada kenaikan harga TBS di tingkat petani.

Setelah mengumpulkan 26 perusahaan dan pabrik kelapa sawit (PKS), harga TBS yang sebelumnya tertekan kini mulai mengalami kenaikan signifikan. Pemkab Pelalawan pun menyiapkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga agar tidak kembali merugikan petani.

Pemerintah daerah meminta adanya keseragaman harga pembelian TBS dengan kisaran Rp2.960 hingga Rp3.050 per kilogram. Selain itu, akan dibentuk sistem pelaporan harga melalui grup koordinasi guna memastikan transparansi transaksi serta memudahkan pengawasan di lapangan.

Tidak hanya itu, tim khusus gabungan dari Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga akan diterjunkan langsung untuk memantau aktivitas perusahaan, peron, hingga kondisi petani di desa-desa.

Kebijakan ini mulai menunjukkan hasil. Setelah rapat mendadak yang digelar di halaman Kantor Bupati Pelalawan beberapa waktu lalu, harga TBS perlahan merangkak naik dari sebelumnya di kisaran Rp1.900 hingga Rp2.000 per kilogram, kini mencapai sekitar Rp2.800 per kilogram.

Baca: BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ada JIS dan Cikal

Kenaikan ini disambut positif oleh para petani sawit yang sebelumnya sempat resah akibat anjloknya harga. Mereka berharap tren positif ini terus berlanjut dan tidak kembali turun secara tiba-tiba.

Salah seorang petani sawit di Pelalawan, Ipan, mengaku bersyukur atas kondisi yang mulai membaik, khususnya di wilayah Kecamatan Langgam.

“Alhamdulillah, berharap harga dapat naik terus pak, harapan kita petani pak. Jangan tiba-tiba harga TBS sawit merosot, tentu para petani terkejut,” Selasa (2/6) kepada wartawan.

Hal senada juga disampaikan Erwin, petani kelapa sawit asal Pangkalan Kerinci. Ia menilai langkah cepat pemerintah daerah memanggil puluhan perusahaan sawit menjadi bukti keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Menurutnya, sebelum rapat tersebut digelar, harga TBS sangat rendah dan tidak seragam di setiap wilayah, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan petani.

Baca: Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Bersihkan BUMN dari Dugaan Korupsi

“Ya, namanya kita butuh, harga berapapun tetap kita jual Pak, daripada busuk. Kami petani kelapa sawit juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Pak Bupati, yang mau mendengar curhatan kami terkait anjloknya harga TBS sawit di tengah masyarakat,” imbuhnya

Para petani kini berharap pengawasan terhadap perusahaan sawit terus diperketat agar harga tetap stabil dan tidak kembali dimainkan oleh pihak tertentu. Mereka juga meminta tidak ada lagi perusahaan yang menurunkan harga secara sepihak tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah.

Dengan tren kenaikan harga TBS ini, masyarakat optimistis kondisi ekonomi di Kabupaten Pelalawan akan kembali stabil. Daya beli warga diharapkan meningkat seiring membaiknya harga komoditas andalan daerah tersebut. (Adv)



Terkait
Sensus Ekonomi 2026 Masih Berlangsung, BPS Minta Warga Tak Menolak Petugas
Sensus Ekonomi 2026 Masih Berlangsung, BPS Minta Warga Tak Menolak Petugas
Hendry Munief Ingatkan 17 Ormas BMIWI Riau Bangun Bisni
Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Berbenah Demi K
Enam Kios Pangan Murah Hadir di Pekanbaru, Pemko Perkua
Lainnya
Hutama Karya Operasikan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi Hingga 22 Januari 2026
Hutama Karya Operasikan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi Hingga 22 Januari 2026
Kementan Dorong Ekspor Batam Berupa Produk Olahan
Dekranasda Pekanbaru Komitmen Kembangkan Industri Kreat
Bangun Konektifitas Bisnis, Kadin Aceh Anugerahi Menlu
Pendidikan
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, SMPN 3 Siak Kecil Gelar Lomba Keagamaan
Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, SMPN 3 Siak Kecil Gelar Lomba Keagamaan
Keluarga Korban Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan di SDN 04
Mulai 1 September, PPPK Mataram Terancam Potong Gaji Ji
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Kriminal
Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, Vonis Dipangkas
Dua TNI Kasus Air Keras Andrie Yunus Lolos dari Pemecatan, Vonis Dipangkas
Bau Menyengat Terdeteksi Sebelum Mayat Ditemukan di Gar
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua T
Politik
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotri
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gi
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung