Harga TBS Pelalawan Naik, Petani Mulai Tersenyum Usai Pengawasan Ketat Bupati Zukri
KANALSUMATERA.com - PELALAWAN – Masyarakat Kabupaten Pelalawan mulai merasakan angin segar setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melakukan pengawasan ketat terhadap harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dalam beberapa pekan terakhir. Langkah tegas yang dipimpin langsung Bupati Pelalawan, H. Zukri, berdampak pada kenaikan harga TBS di tingkat petani.
Setelah mengumpulkan 26 perusahaan dan pabrik kelapa sawit (PKS), harga TBS yang sebelumnya tertekan kini mulai mengalami kenaikan signifikan. Pemkab Pelalawan pun menyiapkan langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga agar tidak kembali merugikan petani.
Pemerintah daerah meminta adanya keseragaman harga pembelian TBS dengan kisaran Rp2.960 hingga Rp3.050 per kilogram. Selain itu, akan dibentuk sistem pelaporan harga melalui grup koordinasi guna memastikan transparansi transaksi serta memudahkan pengawasan di lapangan.
Tidak hanya itu, tim khusus gabungan dari Forkopimda dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga akan diterjunkan langsung untuk memantau aktivitas perusahaan, peron, hingga kondisi petani di desa-desa.
Kebijakan ini mulai menunjukkan hasil. Setelah rapat mendadak yang digelar di halaman Kantor Bupati Pelalawan beberapa waktu lalu, harga TBS perlahan merangkak naik dari sebelumnya di kisaran Rp1.900 hingga Rp2.000 per kilogram, kini mencapai sekitar Rp2.800 per kilogram.
Baca: Bupati Zukri Tegas: Panggil Pemilik Pabrik Tegaskan Harga TBS Tak Boleh Dipermainkan
Kenaikan ini disambut positif oleh para petani sawit yang sebelumnya sempat resah akibat anjloknya harga. Mereka berharap tren positif ini terus berlanjut dan tidak kembali turun secara tiba-tiba.
Salah seorang petani sawit di Pelalawan, Ipan, mengaku bersyukur atas kondisi yang mulai membaik, khususnya di wilayah Kecamatan Langgam.
“Alhamdulillah, berharap harga dapat naik terus pak, harapan kita petani pak. Jangan tiba-tiba harga TBS sawit merosot, tentu para petani terkejut,” Selasa (2/6) kepada wartawan.
Hal senada juga disampaikan Erwin, petani kelapa sawit asal Pangkalan Kerinci. Ia menilai langkah cepat pemerintah daerah memanggil puluhan perusahaan sawit menjadi bukti keberpihakan kepada masyarakat kecil.
Menurutnya, sebelum rapat tersebut digelar, harga TBS sangat rendah dan tidak seragam di setiap wilayah, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan petani.
Baca: Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepihak Pasca Kebijakan Ekspor SDA
“Ya, namanya kita butuh, harga berapapun tetap kita jual Pak, daripada busuk. Kami petani kelapa sawit juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Pak Bupati, yang mau mendengar curhatan kami terkait anjloknya harga TBS sawit di tengah masyarakat,” imbuhnya
Para petani kini berharap pengawasan terhadap perusahaan sawit terus diperketat agar harga tetap stabil dan tidak kembali dimainkan oleh pihak tertentu. Mereka juga meminta tidak ada lagi perusahaan yang menurunkan harga secara sepihak tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah.
Dengan tren kenaikan harga TBS ini, masyarakat optimistis kondisi ekonomi di Kabupaten Pelalawan akan kembali stabil. Daya beli warga diharapkan meningkat seiring membaiknya harga komoditas andalan daerah tersebut. (Adv)
