Hendry Munief Dorong Wisata Riau Tembus KEN dan KSPN, Siap Gandeng Pemda
KANALSUMATERA.com - BENGKALIS – Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, MBA, menyatakan komitmennya untuk memperkuat pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Riau melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah. Upaya tersebut difokuskan pada peningkatan promosi destinasi dan event wisata agar mampu masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) serta Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Hendry menilai Riau memiliki kekayaan potensi pariwisata yang sangat beragam. Mulai dari warisan sejarah, budaya dan tradisi masyarakat hingga keindahan alam yang berpeluang menjadi daya tarik wisata berskala nasional maupun internasional.
Namun, menurutnya, potensi tersebut membutuhkan strategi promosi dan pemasaran yang terarah serta dukungan berbagai pihak agar dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Baca: Usai Diretas Rp 114 Triliun, Binance Kehilangan Arus Dana Rp 66 Triliun
"Kita siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Ini tentu tidak terlepas dari keinginan dan komitmen kepala daerah. Kita membuka diri untuk bersama-sama memperjuangkan potensi wisata daerah agar mendapatkan perhatian dan pengakuan di tingkat nasional," ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Hendry dalam kegiatan Sosialisasi Strategi Promosi dan Pemasaran Event Daerah yang diselenggarakan Kementerian Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bengkalis selama dua hari, Senin (02/11/2026) dan Selasa (03/11/2026), dengan peserta yang berbeda pada setiap harinya.
Baca: OJK Perpanjang Buyback Saham Tanpa RUPS hingga Juni 2027, Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi Emiten
Ia mengungkapkan, sejumlah destinasi dan agenda wisata Riau telah dikenal dalam promosi pariwisata nasional. Di antaranya Pulau Rupat, Pacu Jalur, Bakar Tongkang, dan Perang Air.
Meski demikian, Hendry menilai masih banyak potensi wisata lainnya yang perlu mendapatkan perhatian dan dukungan promosi lebih luas.
Beberapa di antaranya Festival Kampung Patin di Kabupaten Kampar, Istana Siak di Kabupaten Siak, tradisi Lampu Colok di Bengkalis, Petang Megang di Pekanbaru, serta fenomena alam Ombak Bono di Kabupaten Pelalawan.
Baca: Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun Borong Saham, Ajak Pengusaha Indonesia Kompak Hadapi MSCI
"Potensi-potensi ini harus kita dorong bersama. Kita tidak boleh hanya terpaku pada destinasi dan event yang sudah dikenal. Masih banyak kekayaan budaya dan pariwisata Riau yang memiliki daya tarik luar biasa dan layak diperjuangkan agar semakin dikenal secara nasional," tambahnya.
Menurut Hendry, pengembangan destinasi dan event wisata tidak cukup hanya mengandalkan potensi alam maupun budaya. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif, pelaku pariwisata, serta masyarakat untuk memperkuat daya saing sektor tersebut.
Baca: Hendry Munief Dorong Pelaku IKM Pekanbaru Naik Kelas, Berharap Dukungan Anggaran Berlanjut pada 2027
Sementara itu, Asisten Bupati Bengkalis, Johansyah Alfi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dinilai memberikan kesempatan bagi masyarakat dan pelaku pariwisata untuk meningkatkan kapasitas, khususnya dalam bidang promosi dan pemasaran.
Ia mengakui bahwa upaya promosi pariwisata di Kabupaten Bengkalis selama ini masih perlu ditingkatkan. Informasi mengenai potensi wisata daerah dinilai belum menjangkau masyarakat secara luas, terutama wisatawan dari luar daerah.
"Saat ini kita mengakui belum optimalnya strategi promosi dan pemasaran. Gaungnya masih terdengar di lingkungan kita sendiri. Seharusnya mampu menjangkau publik yang lebih luas yaitu masyarakat luar Bengkalis."
Baca: MSCI Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Tegaskan Penegakan Hukum
Johansyah menegaskan, promosi harus menjadi bagian penting dalam pembangunan pariwisata karena berperan menghubungkan potensi daerah dengan peluang kunjungan wisatawan.
"Promosi itu laksana jembatan antara peluang dan potensi yang ada. Seperti Roro Bengkalis sebagai jembatan pulau Bengkalis menuju Kota Pekanbaru. Jika tidak ada Roro, maka hasil tidak ada."
Baca: Harga Batu Bara Cetak Rekor Hampir 3 Tahun, Indonesia Jadi Andalan Dunia
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi I DPRD Bengkalis, Zahraini, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menyebut sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari usulan yang sebelumnya disampaikannya kepada Hendry Munief terkait kebutuhan peningkatan kapasitas pelaku wisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bengkalis.
Zahraini berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebatas sosialisasi, tetapi mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat dalam mengembangkan usaha serta memasarkan produk dan potensi wisata daerah.
Dengan penguatan promosi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan kerja sama lintas sektor, potensi pariwisata Bengkalis maupun kabupaten dan kota lainnya di Riau diharapkan semakin kompetitif.
Baca: Helat Pelalawan 2026, PT Musim Mas Siapkan 7,5 Ton Minyak Goreng Murah untuk Warga
Kolaborasi tersebut juga diharapkan membuka peluang lebih besar bagi destinasi dan event unggulan Riau untuk memperoleh pengakuan di tingkat nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat. (SM)
