Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!

Mawardi Tombang Amar
Jumat, 29 Mei 2026 18:56:12

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah, menyoroti dugaan permainan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit oleh sejumlah perusahaan penampung dan pengolah di Provinsi Riau. Ia meminta pemerintah daerah untuk memperketat pengawasan terhadap sektor hilir industri sawit guna melindungi petani.

Hal tersebut disampaikan Abdullah pada Jumat (29/6/2026). Ia menegaskan pentingnya peran pemerintah, baik Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah kabupaten/kota se-Riau, dalam memastikan praktik usaha berjalan adil.

“Pemerintah daerah harus hadir mengawasi sektor hilir kelapa sawit, terutama perusahaan penampung dan pengolah TBS. Jangan sampai ada permainan harga yang merugikan petani,” tegas Abdullah.

Minta Perusahaan Sawit Berlaku Fair

Abdullah juga meminta seluruh perusahaan penampung dan pengolah buah sawit menjalankan usaha secara transparan dan adil tanpa mengorbankan kepentingan petani maupun daerah.

Baca: Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Kerja Disiapkan dalam 3 Tahun

“Perusahaan harus menjalankan usaha secara fair, tidak boleh mengorbankan petani ataupun daerah demi keuntungan sepihak,” ujarnya.

Ia menilai, selama ini masih ditemukan indikasi ketidakseimbangan harga di tingkat petani, terutama ketika harga global mengalami fluktuasi.

Pemda Diminta Tegas Beri Sanksi

Lebih lanjut, Abdullah mendorong pemerintah daerah untuk tidak ragu memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang terbukti melanggar aturan, termasuk memberikan surat peringatan hingga menjadikan data pelanggaran sebagai bahan evaluasi perizinan.

“Kalau perlu berikan surat peringatan. Data perusahaan mana saja yang nakal harus dikumpulkan sebagai bahan evaluasi perizinan ke depan,” katanya.

Baca: Rapat dengan Menteri Ekraf, Hendry Munief Soroti Dampak Nyata 76 MoU  Bagi Pelaku Kreatif

Kebijakan Pemerintah Pusat Diyakini Menguntungkan

Di sisi lain, Abdullah juga menanggapi kekhawatiran sejumlah pelaku usaha terhadap kebijakan terbaru pemerintah pusat di sektor sawit. Ia memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak akan merugikan petani maupun pengusaha.

“Kekhawatiran sektor swasta terhadap kebijakan pemerintah pusat terbaru tidak perlu dikhawatirkan karena pemerintah tidak akan mengorbankan petani dan pengusaha. Jika berjalan normal saya meyakini langkah pemerintah itu akan menguntungkan semua pihak,” jelasnya.

Harga TBS dan Tantangan Industri Sawit

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Pertanian dan Dinas Perkebunan di berbagai daerah, harga TBS kelapa sawit di tingkat petani masih menunjukkan fluktuasi dalam beberapa bulan terakhir. Fluktuasi Harga terbaru disebabkan kekhawatiran pelaku usaha terhadap kebijakan Presiden Prabowo untuk ekspor CPO dan turunannya harus satu pintu melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI). Sontak penurunan Harga tiba-tiba membuat para petani terkejut.

Baca: Adam Syafaat Desak PKS di Riau Naikkan Harga Sawit, Tegaskan Tak Ada Alasan Harga TBS Petani Rendah

Riau sendiri merupakan salah satu provinsi penghasil sawit terbesar di Indonesia, dengan luas perkebunan mencapai lebih dari 3 juta hektare. Oleh karena itu, stabilitas harga TBS menjadi faktor krusial dalam menjaga kesejahteraan petani dan keberlanjutan industri sawit di daerah.

Dengan pengawasan yang lebih ketat serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, diharapkan tata niaga sawit di Riau dapat berjalan lebih transparan, adil, dan berkelanjutan.



Terkait
Antrian Panjang Sebabkan Kemacetan, Krisis BBM Terjadi di SPBU Bangkinang Sepekan  Terakhir
Antrian Panjang Sebabkan Kemacetan, Krisis BBM Terjadi di SPBU Bangkinang Sepekan  Terakhir
Hendry Munief Dorong BDI Medan Bentuk Lembaga Pendidika
Lainnya
Yuyun Gelar Diklat UMKM dan Bumdes Naik Kelas, Gandeng Agung Toyota
Yuyun Gelar Diklat UMKM dan Bumdes Naik Kelas, Gandeng Agung Toyota
Larangan CPO Indonesia, Uni Eropa: Bisa Direvisi
Kemenhub Bakalkan Rencana Batasi Jam Kerja Ojek Online
Pemerintah Targetkan Tol Bakauheni-Terbanggi Dapat Dile
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Nasional
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik