Bangkitkan Kejayaan Lapangan Minas, Pertamina Lakukan Hal Sama Seperti Chevron
KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Untuk mengembalikan kejayaan lapangan Minas yang pernah menjadi penghasil minyak terbesar di Indonesia, PT. Pertamina Persero melakukan injeksi perdana peningkatan produksi dengan bahan kimia atau "Chemical Oil Enhance Recovery" pada Lapangan Minas Area A Tahap I di Kabupaten Siak, pada Zona Rokan yang dikelola PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto memimpin prosesi peresmian injeksi perdana di Rumbai, beberapa waktu lalu. Menurut Djoko, dengan teknologi ini diharapkan produksi Lapangan Minas yang saat ini 28 ribu barel per hari bisa meningkat dua kali lipat.
"Dulu ada 'steamflood' (injeksi uap) di Duri yang menjadi tersukses di dunia karena saat itu produksi bisa dua kali. Sekarang Pertamina di Minas yang saat ini 28 ribu barel per hari nanti dengan cepat akan meningkat dua kali," ungkapnya.
Lebih bagus lagi lanjutnya seluruh bahan kimia dan formulanya diproduksi putra-putri dalam negeri berupa polimer, alkali, dan surfaktan. Hal ini suatu kebanggaan pasalnya dulu pernah dibuat oleh PT. Chevron Pasifik Indonesia (CPI). Namun karena ada hak paten tidak bisa digunakan oleh PT. Pertamina.
Baca: PHR Raih Asian Management Excellence Awards 2026 dari Asian Business Review
Dengan injeksi kimia pada CEOR Minas ini maka minyak yang masih melekat di batuan reservoar bisa terangkat ke permukaan. Metode ini seperti memasukkan sabun ke dalam pori-pori batuan hingga mencair lalu didorong air untuk diangkat ke permukaan.
Dalam kesempatan yang sama, Komisaris Utama (Komut) Pertamina Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan menyampaikan pola ini sejatinya telah digunakan pada 1997 dan 2013 ketika masih dikelola Chevron. Akan tetapi kemudian terputus dan saat ini dimulai kembali.
"Dengan ini ditargetkan produksinya hingga 70 ribu barel per hari pada akhir 2030 dan puncaknya tahun 2036emcapao 200 ribu barel per hari dengan cadangan dapat mencapai 800 juta barel," sebut sang jenderal.
Baca: Hutama Karya Operasikan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi Hingga 22 Januari 2026
Sumber: Antara
