Kementan Dorong Ekspor Batam Berupa Produk Olahan

Mawardi Tombang
Jumat, 4 Oktober 2019 08:41:09
Jenis produk olahan pertanian yang diekspor dari Batam.

Batam, KANALSUMATERA.com - Kinerja ekspor komoditas pertanian dari Provinsi Kepulauan Riau terutama yang melalui unit pelaksana teknis Karantina Batam naik frekuensinya hingga 38,8%. Tercatat sebanyak 2.102 kali pada 2019, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1.515 kali pada periode yang sama.

"Sekarang tidak hanya komoditas, tapi sudah harus mampu kita olah, jadi ada tambahan margin lagi harapannya," kata Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian saat melepas ekspor berbagai komoditas pertanian di Komplek Sarana Industrial Point, Batam sebanyak 428,9 ton atau senilai Rp 4,4 miliar pada Kamis (3/10/2019).

Selain peningkatan frekuensi eksportasi, beberapa tolak ukur capaian ekspor juga mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan.

Diantaranya seperti jumlah eksportir komoditas pertanian yang meningkat dari 408 pelaku pada tahun lalu kini menjadi 447 pelaku qtau naik sekitar 9,6%.

Dari sisi keberagaman produk juga mengalami peningkatan sebesar 24,1% dari 224 komoditas, menjadi 278 produk pada triwulan ketiga tahun ini.

Baca: Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!

Sedangkan tonase ekspor komoditas pertanian dari Kepulauan Riau yang disertifikasi Karantina Batam juga meningkat sebanyak 4,5% yaitu sebanyak 438,5 ton hingga periode September pada tahun ini, atau setara dengan Rp 13,4 triliun.

"Memang ini membanggakan, namun tolak ukur yang sesungguhnya adalah kesejahteraan petani, jadi kami mengajak agar ini terus dikembangkan, terutama dengan menjaga 3K yaitu, menjaga kualitas, kuantitas dan kontinuitas," terang Jamil.

Jamil kembali mengingatkan, bahwa pemerintah daerah dan instansi terkait agar mulai mengembangkan dan menarik investor agar bisa membantu melakukan pengolahan komoditas pertanian setidaknya menjadi barang setengah jadi. Seperti ekspor serabut kelapa yang ia lepas pada hari itu.

"Ini sudah benar, jangan lagi ekspor kelapa dalam bentuk bulat lagi, rugi kita, semua bisa diambil, serabutnya, airnya, batoknya, santan, minyak, ampas, nah kalau bisa dijadikan itu, supaya menambah margin keuntungannya," jelasnya.

Pelepasan ekspor yang dihadiri oleh Wali Kota Batam tersebut, diantaranya meliputi komoditas tembakau tujuan Vietnam, bubuk kakao tujuan Rusia, serabut kelapa dan rumput laut tujuan China dan kelapa bulat tujuan China, Malaysia dan Thailand. Dengan total nilai sebanyak 428,9 ton atau setara dengan Rp. 4,4 miliar.

Baca: Antrian Panjang Sebabkan Kemacetan, Krisis BBM Terjadi di SPBU Bangkinang Sepekan  Terakhir

Pelepasan ekspor tersebut juga dirangkaikan dengan pemberian phytosanitary certificate dari karantina ke eksportir sebagai jaminan kesehatan produk sekaligus persyaratan SPS (sanitary and phytosanitari) dari negara tujuan.

Jemput Bola

Jamil juga menjelaskan, bahwa lokasi acara berlangsungnya pelepasan ekspor tersebut juga merupakan instalasi Tempat Lain Kantina. Penetapan gudang pemilik sebagai tempat lain merupakan perwujudan dari sistem "jemput bola" dari layanan akselerasi ekspor Barantan.

Ia menyebutkan bahwa dengan ditetapkannya gudang atau lokasi pemilik sebagai Tempat Lain atau juga sebagai Instalasi Karantina baik hewan maupun tumbuhan, maka pemeriksaan komoditas ekspor dapat dilakukan di gudang pemilik.

Sehingga mempercepat proses arus barang di pelabuhan saat proses eksportasi. "Selain lebih efektif dalam pemeriksaan karantinanya, eksportir juga tidak perlu repot dilakukan pemeriksaan di pelabuhan, jadi pas sudah mau ekspor, sudah tinggal jalan tidak perlu lagi itu di bongkar-bongkar dipelabuhan untuk diperiksa, karena sudah disegel dari sini, itu maksudnya karpet merah itu," ungkapnya.

Baca: Hendry Munief Dorong BDI Medan Bentuk Lembaga Pendidikan Vokasi untuk Wilayah Sumbagut

Joni Anwar, Kepala Karantina Pertanian Batam yang juga mendampingi kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa berdasarkan data otomasi barantan IQFAST, peningkatan ekspor yang melalui wilayah kerjanya meliputi berbagai sektor. Diantaranya sektor perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikanan.

Senada dengan Kepala Barantan, Asisten II Wali Kota Batam Pebrialin menyatakan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan kinerja SKPD yang ada dibawah pemerintahan kota Batam agar bisa mendorong adanya investasi dibidang pertanian. Agar komoditas yang diekspor sudah diolah terlebih dahulu untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian.

Kepala Barantan berharap dengan adanya ekspor capaian ekspor komoditas pertanian tersebut, masyarakat tidak hanya mengerti namun bisa mengambil bagian terutama untuk menjadi eksportir diberbagai bidang atau sektor pertanian.

"Kita punya banyak program dan inovasi, ada Agro Gemilang, sistem in Line Inspection, e-cert dan lain-lain, silahkan itu dimanfaatkan dan dioptimalkan," ujarnya.

Lainnya
Bangkitkan Kejayaan Lapangan Minas, Pertamina Lakukan Hal Sama Seperti Chevron
Bangkitkan Kejayaan Lapangan Minas, Pertamina Lakukan Hal Sama Seperti Chevron
Luhut Optimis Pasar Digital Indonesia Tertinggi se-ASEA
Kabar Menggembirakan, Pemko Pekanbaru Gratiskan PBB di
Dominasi Investor Asing Hambat UMKM Lokal
Global
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
Wawako Pekanbaru Jalin Silaturahmi dengan Amirul Hajj di Mekkah, Bahas Inovasi Haji 2026
BKSAP DPR RI Kecam Penangkapan WNI oleh Militer Israel
Jemaah Haji Asal Kampar Wafat di Masjid Nabawi, Dimakam
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Daerah
Hadapi Lonjakan Arus Balik Idul Adha 2026, Dishub Bengkalis Siagakan Empat Armada RoRo
Hadapi Lonjakan Arus Balik Idul Adha 2026, Dishub Bengkalis Siagakan Empat Armada RoRo
PWI Kampar Gelar Penyembelihan Hewan Qurban, Perkuat So
Wabup Bengkalis Lepas Pawai Takbir Idul Adha 1447 H, Ri
Ekonomi
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Polsek Mandau dan Pemkab Bengkalis Kelola 2 Hektare Lah
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepi
Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Hendry Munief Beri Catatan Strategis untuk TVRI, RRI, dan Antara
Jelang Piala Dunia 2026, Hendry Munief Beri Catatan Strategis untuk TVRI, RRI, dan Antara
DPD PKS Kampar Apresiasi Turnamen Mini Soccer Kerjasama
Syahrul Aidi Maazat dan Amal Fathullah Ikut Bertanding
Nasional
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi dari Kemenkes dan Akademisi Indonesia
Trik dan Tips Menyimpan Daging Kurban: Panduan Resmi dari Kemenkes dan Akademisi Indonesia
Ahli Gizi Ingatkan Batas Aman Konsumsi Daging, Maksimal
Hendry Munief : SNI Bukan Sekedar Sertifikasi, Melainka
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men