Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Motor Utama Pertumbuhan Triwulan II 2026

Kanama Amar
Kamis, 6 Agustus 2026 13:29:54

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Perekonomian Provinsi Riau mencatatkan kinerja positif sepanjang triwulan II 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau melaporkan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 4,75 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan sektor nonminyak dan gas (nonmigas) menjadi pendorong utama peningkatan tersebut. Rabu (05/08/2026).

Capaian ini menunjukkan aktivitas ekonomi Riau tetap bergerak stabil di tengah tantangan ekonomi global. Bahkan, pertumbuhan sektor nonmigas mencapai 5,70 persen, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 5,06 persen.

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Riau terus mengalami peningkatan.

Baca: Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar

"Ekonomi Riau triwulan II 2026 yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp340,34 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp154,55 triliun," urai Asep di Pekanbaru.

Transportasi dan Jasa Catat Pertumbuhan Tertinggi

Baca: BI Bali Perluas Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan Lewat KKI

Secara kuartalan atau dibandingkan triwulan I 2026, ekonomi Riau tumbuh 1,38 persen. Pertumbuhan paling tinggi terjadi pada sektor transportasi dan pergudangan yang melonjak hingga 22,27 persen.

Selain itu, lapangan usaha jasa perusahaan meningkat 11,27 persen, diikuti perdagangan besar dan eceran beserta reparasi kendaraan bermotor sebesar 7,40 persen. Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Riau juga tumbuh 2,99 persen.

Menurut Asep, hampir seluruh lapangan usaha memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi tahunan Provinsi Riau.

Baca: Sensus Ekonomi 2026 Masih Berlangsung, BPS Minta Warga Tak Menolak Petugas

"Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi Riau sebesar 4,75 persen ditopang oleh hampir seluruh lapangan usaha. Sektor jasa perusahaan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 15,80 persen, diikuti jasa lainnya sebesar 13,42 persen serta jasa pendidikan sebesar 11,71 persen," rincinya.

Di sisi lain, sektor pertambangan dan penggalian masih mengalami kontraksi sebesar 2,44 persen secara kuartalan dan turun 0,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Industri pengolahan juga terkoreksi 0,63 persen dibanding triwulan sebelumnya, meskipun secara tahunan masih mampu tumbuh 4,59 persen.

Baca: Perpres Timah Mendesak Terbit, PT Timah Disiapkan Beli Timah Masyarakat Belitung

Lima Sektor Dominasi Struktur Ekonomi Riau

Struktur ekonomi Provinsi Riau masih didominasi oleh lima sektor utama yang memberikan kontribusi hingga 93,95 persen terhadap total PDRB.

Industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 27,88 persen, disusul sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 26,87 persen. Berikutnya sektor pertambangan dan penggalian menyumbang 19,98 persen, perdagangan besar dan eceran 10,35 persen, serta konstruksi sebesar 8,86 persen.

Baca: KKP Perkuat SDM Koperasi Nelayan Merah Putih, Fokus Tingkatkan Profesionalisme Pengelola

Untuk capaian semester I 2026, ekonomi Riau juga menunjukkan tren yang terus membaik.

"Hingga semester I 2026, ekonomi Riau tumbuh 4,82 persen dibandingkan semester I 2025. Pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha jasa lainnya sebesar 13,64 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 12,29 persen, serta jasa perusahaan sebesar 11,54 persen," paparnya.

Baca: Hendry Munief Ingatkan 17 Ormas BMIWI Riau Bangun Bisnis Berkelanjutan, Hindari Cara Instan

Riau Masuk Enam Besar Penyumbang Ekonomi Nasional

Kinerja ekonomi Riau turut memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Pada triwulan II 2026, kontribusi Provinsi Riau terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 5,25 persen.

Dengan capaian tersebut, Riau tetap berada di posisi enam besar provinsi dengan PDRB terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi provinsi dengan perekonomian terbesar kedua di luar Pulau Jawa.

Baca: Bos Baru BGN Sidak Dapur MBG Dini Hari, Pastikan Kualitas Makanan dan Kebersihan Terjaga

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh meningkatnya konsumsi pemerintah yang tumbuh 13,08 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 10,30 persen, konsumsi lembaga nonprofit 7,16 persen, serta konsumsi rumah tangga yang meningkat 4,60 persen.

Menutup paparannya, Asep menilai kondisi tersebut menunjukkan fondasi ekonomi Riau masih cukup kuat.

Baca: Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Berbenah Demi Kembalikan Marwah Riau

"Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Riau tetap terjaga dengan baik, didukung kinerja sektor-sektor produktif dan meningkatnya aktivitas konsumsi maupun investasi yang menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah," pungkasnya. (SM)



Terkait
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg
Produsen Minyakita Tarik 300 Ton Minyak Bantuan yang Di
Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief Sambut Baik Diskon
Wilmar Group Buka Lowongan 8 Posisi di Sumatera dan Kal
Lainnya
Putra Sulung Pemilik RAPP Sukanto Tanoto Borong Aset Properti di Singapura: S$ 160 juta!
Putra Sulung Pemilik RAPP Sukanto Tanoto Borong Aset Properti di Singapura: S$ 160 juta!
Wawako Ajak Warga Maksimalkan Lazismu di Madrasah Aliya
Saham Krakatau Steel Anjlok Setelah Direkturnya Ditangk
Menakjubkan, BC Batam Raup Penerimaan Negara Rp 168,26
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Nasional
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Presiden oleh Listyo Sigit Mengarah ke Makar
Mensesneg Prasetyo Hadi Sebut Dugaan Penyadapan Presiden oleh Listyo Sigit Mengarah ke Makar
Kapolri Larang Polisi Gunakan Vape, Pelanggar Terancam
Kasus Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Berujung Pen
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Politik
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan
Polemik Ijazah Gibran Memanas, PAN, Gerindra, PKB hingg
Andi Arief Bantah AHY Incar Kursi Wapres, Demokrat Pili
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Hukum
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik