BNNK Pelalawan Dorong Kemandirian Ekonomi Penyintas Narkotika Lewat Kemitraan Usaha

Kanama
Selasa, 3 November 2026 11:13:11

KANALSUMATERA.com - PELALAWAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan terus memperkuat upaya pemulihan penyintas penyalahgunaan narkotika. Tidak hanya berfokus pada rehabilitasi, BNNK Pelalawan kini mendorong pemberdayaan ekonomi agar para penyintas memiliki kesempatan membangun kehidupan yang mandiri dan produktif setelah menjalani pemulihan. Selasa (03/11/2026).

Upaya tersebut dilakukan melalui program pemberdayaan berbasis kemitraan ekonomi kreatif yang membuka peluang bagi penyintas untuk memperoleh pelatihan keterampilan, kesempatan magang, akses pekerjaan hingga pengembangan usaha.

Kepala BNNK Pelalawan, Sasli Rais, menilai proses pemulihan harus diikuti dengan langkah nyata untuk membantu penyintas kembali berdaya di tengah masyarakat. Mereka perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan, memperoleh pekerjaan, serta membangun masa depan yang lebih baik.

Baca: Usai Diretas Rp 114 Triliun, Binance Kehilangan Arus Dana Rp 66 Triliun

Selama ini, keterbatasan akses terhadap lapangan pekerjaan, pelatihan keterampilan, jaringan usaha, hingga permodalan masih menjadi tantangan bagi penyintas yang ingin memulai kehidupan baru.

Melihat kondisi tersebut, BNNK Pelalawan berupaya menghubungkan potensi yang dimiliki para penyintas dengan peluang ekonomi yang tersedia melalui keterlibatan pemerintah dan dunia usaha.

Baca: OJK Perpanjang Buyback Saham Tanpa RUPS hingga Juni 2027, Ini Aturan yang Wajib Dipatuhi Emiten

BNNK Pelalawan Bangun Forum Kemitraan Pemberdayaan

Program ini dikembangkan melalui proyek perubahan bertajuk Transformasi Tata Kelola Pemberdayaan Penyintas Penyalahgunaan Narkotika melalui Kemitraan Ekonomi Kreatif.

Dalam pelaksanaannya, BNNK Pelalawan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan, komunitas antinarkoba hingga perwakilan penyintas.

Baca: BEI Soroti Harga Saham BYAN ke Haji Isam, Manajemen Bayan Buka Suara

Sebagai langkah konkret, Forum Kemitraan Pemberdayaan Penyintas dibentuk pada 21 September 2026. Forum tersebut menjadi wadah koordinasi untuk menyatukan peran dan dukungan berbagai pihak dalam menjalankan program pemberdayaan secara terarah.

Selanjutnya, pada 12 Oktober 2026, BNNK Pelalawan menetapkan Pedoman Tata Kelola Pemberdayaan Penyintas. Dokumen tersebut menjadi landasan pelaksanaan program, termasuk pengaturan prinsip pemberdayaan, pembagian tanggung jawab, tahapan kegiatan serta mekanisme pemantauan dan evaluasi.

Baca: Bazar MTQ ke-55 Kampar Resmi Dibuka, Ahmad Yuzar Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat

Melalui sistem tersebut, pemberdayaan diawali dengan pemetaan kompetensi dan potensi masing-masing penyintas. Hasil pemetaan kemudian digunakan untuk menentukan peluang yang sesuai, baik melalui pelatihan, program magang, penempatan kerja maupun kegiatan kewirausahaan.

Dengan demikian, program tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pelatihan, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Perusahaan Dilibatkan untuk Membuka Kesempatan Kerja

Baca: Helat Pelalawan 2026, PT Musim Mas Siapkan 7,5 Ton Minyak Goreng Murah untuk Warga

Keterlibatan sektor swasta menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan tersebut.

BNNK Pelalawan telah melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan, di antaranya PT Ciptadaya Sejatiluhur dan PT Petroflexx.

Baca: OJK Siapkan Aturan Dividen Bank, Laba Harus Disisihkan untuk Perkuat Keamanan IT

Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang dukungan bagi penyintas sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing perusahaan. Bentuk kerja sama yang dijajaki meliputi pelatihan keterampilan, kesempatan magang, akses lapangan pekerjaan hingga dukungan pengembangan usaha.

Selain membangun kemitraan, BNNK Pelalawan juga menyiapkan peningkatan kapasitas personel serta sistem pemantauan dan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan.

Bahkan, skema penghargaan bagi mitra usaha yang berkontribusi dalam pemberdayaan penyintas turut disiapkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar semakin banyak pihak terlibat.

Baca: Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Capai Rp8,3 Juta per Bulan, Zulhas Ungkap Status Kerjanya

Pemulihan Harus Berujung pada Kemandirian

Pemberdayaan ekonomi bagi penyintas narkotika membutuhkan dukungan yang konsisten. Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya kegiatan, tetapi juga oleh ketersediaan peluang kerja, kesesuaian keterampilan dan keberlanjutan pendampingan.

Baca: Pemkab Kampar Perkuat Sinergi Ekonomi Daerah Lewat RUPSLB BRK Syariah

Melalui pendekatan kemitraan ekonomi kreatif, BNNK Pelalawan ingin membangun ekosistem yang memberikan ruang bagi penyintas untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

Upaya ini sekaligus menegaskan bahwa pemulihan dari penyalahgunaan narkotika bukanlah akhir perjalanan. Penyintas juga membutuhkan kesempatan untuk berkarya, bekerja dan mengembangkan potensi diri.

Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, pemberdayaan tersebut diharapkan mampu menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat proses reintegrasi sosial bagi penyintas penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Pelalawan. (SM)



Terkait
Perdana Jadi Menkeu, Suahasil Ungkap APBN Defisit Rp240,1 Triliun hingga Agustus
Perdana Jadi Menkeu, Suahasil Ungkap APBN Defisit Rp240,1 Triliun hingga Agustus
Utang Whoosh Jadi Sorotan, Kemenkeu Pastikan Pengalihan
Pertumbuhan Ekonomi 7,39 Persen, Pekanbaru Tembus Posis
Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu, Konflik Sel
Lainnya
APPSI Pekanbaru Dukung Penerapan Aturan Masuk Mall Pakai Sertifikat Vaksin
APPSI Pekanbaru Dukung Penerapan Aturan Masuk Mall Pakai Sertifikat Vaksin
Harga TBS Kelapa Sawit Riau Mengalami Kenaikan Untuk Pe
Baznas Siak Salurkan Zakat Tahap Satu Tahun 2020 Rp. 2,
Pemko Pekanbaru Berharap UEK SP Turut Wujudjan Smart Ec
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Politik
Andi Arief Bantah AHY Incar Kursi Wapres, Demokrat Pilih Jalur Pemilu Usai Era Prabowo
Andi Arief Bantah AHY Incar Kursi Wapres, Demokrat Pilih Jalur Pemilu Usai Era Prabowo
Tiji Tibeh dan Politik Sandera, Polemik Suket Ijazah Gi
KPU Buka Suara soal Putusan MA Terkait Suket SMA Gibran
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hukum
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung