Tahun 2025, Laba Bersih BSI Tumbuh 8 Persen: Ditopang oleh Bisnis Emas

Mawardi Tombang
Sabtu, 7 Februari 2026 11:20:37

KANALSUMATERA.com - JAKARTA - Sepanjang tahun 2025, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 7,57 triliun atau tumbuh 8,02 persen (yoy). Perolehan laba BSI ditopang oleh fee-based income dari bisnis emas.

“Pertumbuhan laba di 2025 tidak terlepas dari beberapa perkembangan terkini, khususnya dari peningkatan fee-based income yang mencapai 25 persen. Peningkatan fee-based income ini memang secara lebih detail dikontribusi oleh produk-produk baru kita, terutama yang berkaitan dengan emas,” ungkap Direktur Finance & Strategy PT BSI Ade Cahyo Nugroho sebagaimana dikutip dari Republika, Jumat (06/02/2026).

Cahyo menerangkan, pada Februari 2025, BSI telah diberikan license sebagai bullion bank. Bullion bank adalah lembaga keuangan khusus yang mengelola logam mulia (terutama emas) layaknya bank mengelola uang.

BSI langsung melakukan akselerasi setelah pemberian license tersebut dan mengklaim tingginya demand terhadap produk emas.

“BSI melakukan akselerasi yang berdampak positif terhadap peningkatan jumlah nasabah BSI yang menggunakan tabungan emas dan jumlah transaksinya. Tentu ini hal yang sangat positif dan ingin kita jaga ke depannya,” ujarnya.

Baca: Dapat Dukungan Penuh Pemprov, BAZNAS Riau Optimistis Perkuat Pengelolaan Zakat

Di sisi lain, dia menyebut, pertumbuhan laba pada tahun 2025 juga didorong oleh penurunan cost of fund. Ia menyebut cost of fund di BSI dapat turun secara tahunan, yang salah satu pendorong utamanya, selain likuiditas yang makin baik, adalah pertumbuhan tabungan haji yang tahun lalu mengalami peningkatan positif.

“Di sisi lain, produk-produk high yield seperti cicil emas dan pembiayaan untuk payroll ASN juga memberikan dampak positif karena memiliki yield dan kualitas yang sangat baik,” terangnya.

Tercatat, sepanjang 2025, kinerja BSI tumbuh secara solid, baik dari sisi aset, pembiayaan, maupun Dana Pihak Ketiga (DPK).

Aset BSI mencapai Rp 456 triliun, tumbuh 11,64 persen secara year on year (yoy). Pembiayaan mencapai Rp 319 triliun, tumbuh 14,49 persen (yoy). Bank ini berhasil mempertahankan rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) yang rendah, yakni 1,81 persen pada 2025. DPK tercatat tumbuh 16,20 persen (yoy) menjadi Rp 380 triliun.

Pertumbuhan tabungan juga mencapai dua digit, yakni 15,72 persen menjadi Rp 163 triliun. Adapun tabungan haji tumbuh 10,03 persen menjadi Rp 15,9 triliun. Kinerja BSI yang tumbuh sangat pesat terlihat pada bisnis emas atau bullion. Tercatat, gold business BSI mencapai Rp 22,9 triliun, tumbuh 78,60 persen pada 2025.

Baca: LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026

Bullion banking masih akan terus menjadi fokus BSI pada 2026. BSI juga tetap berfokus pada sektor konsumer dan ritel atau UMKM dengan memanfaatkan wholesale corporate sebagai pintu masuk supply chain.

BSI juga mencatatkan peningkatan jumlah nasabah pada 2025 mencapai 2 juta, pertumbuhan tertinggi sejak BSI berdiri lima tahun lalu. Jumlah nasabah BSI telah menembus 23 juta hingga Desember 2025.

Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI semakin memperkuat posisinya sekaligus menunjukkan kontribusinya dalam perekonomian nasional. Keberhasilan BSI pada 2025 juga mencerminkan strategi yang tepat dalam menghadapi dinamika pasar dan kebutuhan nasabah, serta komitmen terhadap prinsip syariah yang mendasari operasionalnya.



Terkait
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1 2026 Tetap Tinggi
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1 2026 Tetap Tinggi
Spin-off Perbankan Syariah Meningkat, BSI Masih Kuasai
Indonesia Masuk Tiga Besar Ekonomi Syariah Global, Kont
Lainnya
Perpres Timah Mendesak Terbit, PT Timah Disiapkan Beli Timah Masyarakat Belitung
Perpres Timah Mendesak Terbit, PT Timah Disiapkan Beli Timah Masyarakat Belitung
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat
Besok Markplus Pekanbaru Diluncurkan, Hermawan Kartajay
Cadangan Gas Jumbo Ditemukan di Sakakemang Sumsel
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Nasional
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Komnas HAM Audit Polri, Rapor Penegakan HAM Diumumkan Akhir 2026
Gaji Hakim Naik, Mahkamah Agung Ajukan Tambahan Anggara
Survei Poltracking: Kepuasan Publik ke Prabowo-Gibran T
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Politik
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan
Dedi Mulyadi Dikabarkan Gabung ke PSI, Gerindra Jabar: Itu Masih Dugaan
Syukur Mandar Dorong Prabowo Pimpin Revolusi Modern unt
Golkar Tegaskan Menteri Harus Siap Kerja, Doli: Urus Ne
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket