Selain BUMD Lain, Plt Gubri Soroti BRK Syariah: Gerai Makin Banyak Pendapatan Ga Ada

Mawardi Tombang Amar
Minggu, 4 Januari 2026 06:25:24

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus menegaskan komitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum memberi kontribusi optimal. Khususnya bagi pendapatan ke daerah.

Rencana evaluasi itu disampaikan oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto usai melihat kondisi perusahaan milik daerah yang tak produktif. Menurutnya, keberadaan BUMD bukan beban daerah tapi harusnya mampu menjadi motor penggerak ekonomi dan sumber pendapatan,

"Terhadap PT SPR dan PT PIR, seharusnya bisa memberi penambahan bagi daerah. Bukan makin habis. PT PIR, ada direksi satu dan ada direksi dua, tapi enggak ada pendapatan. SPR Erlangga, belum nampak hasilnya tapi struktur organisasinya makin banyak," tegas Plt Gubri SF Hariyanto kepada media beberapa waktu lalu.

Menurut SF ada ketidakseimbangan antara struktur organisasi dan kinerja keuangan, menjadi masalah dasar yang harus segera dibenahi. Penambahan jabatan dan biaya operasional tanpa diiringi capaian dinilai tak sehat bagi keberlanjutan BUMD.

Baca: Hendry Munief Soroti Minimnya UMKM Bersertifikat SNI, Pemerintah Diminta Perkuat Pendampingan

"Masalah inilah yang harus kita selesaikan permasalahannya ke depan. Karena kita inginnya BUMD itu hidup," jelasnya.

Plt Gubri juga menekankan pentingnya profesionalisme para direktur BUMD dalam menjalankan amanah. Ia mengingatkan agar pimpinan perusahaan milik daerah lebih fokus pada peningkatan kinerja dan kontribusi keuangan.

"Saya berharap, direkturnya dapat bekerja dengan baik. Bukan belum apa-apa, malah minta beli mobil. Kalau begitu gimana mau maju pendapatan dan hasilnya," tegasnya.

Bank Riau Kepri (BRK) Syariah juga mendapat sorotan. Menurutnya, kondisi tata kelola di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca: Poktan Kesepakatan Bersama Tegaskan Legalitas Pengelolaan Lahan Eks Ationg, Bantah Isu Penolakan

"Begitu juga BRKS, sampai sekarang belum jadi keluar hasil pansel. Direksinya gak ada, komisarisnya enggak ada, itu jelas salah. Ini melanggar aturan, artinya nanti kita sempurnakan dulu," kata mantan Sekda Provinsi Riau ini.

Padahal BUMD yang kantor pusatnya ada tepat di sebelah Kantor Gubernur Riau itu pernah menjadi salah satu BUMD andalan yang mampu menyumbang pendapatan signifikan bagi daerah. Namun, kondisi tersebut kini mengalami penurunan tajam.

"BRK Syariah ini dulu bisa menghasilkan ratusan miliar. Bahkan sempat Rp 500 miliar pernah, sekarang cuma Rp 80 miliar," kata SF.

SF bahkan mencontohkan ketimpangan kantor BRK Syariah yang banyak. Tetapi masih belum mampu meningkatkan deviden secara maksimal untuk daerah. "Sementara gerainya banyak, tapi pendapatan gak ada. Ini perlu dikaji," ujarnya.

Baca: Hendry Munief Minta Pengusaha Perhatikan Buffer Zone Kawasan Industri demi Keseimbangan Semua Aspek

Plt Gubri SF Hariyanto mengatakan perlunya evaluasi mendalam terhadap struktur biaya dan belanja operasional di tubuh BRKS. Hal ini sangat perlu dilakukan, untuk memastikan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perusahaan.

"Kemana BRKS, apa belanja operasionalnya kebesaran atau gimana. Inilah ke depan yang harus kita selesaikan," katanya.



Terkait
Pemerintah Singapura Lirik Riau dalam Pengembangan Kawasan Industri: Pemprov Sambut Baik
Pemerintah Singapura Lirik Riau dalam Pengembangan Kawasan Industri: Pemprov Sambut Baik
Putra Sulung Pemilik RAPP Sukanto Tanoto Borong Aset Pr
Pemerintah Buka Opsi Skema Kerja Sama Swasta dalam Proy
Lebih 2,4 Juta Kendaraaan Melintas Tol Trans Sumatera,
Lainnya
Pemprov Riau Hapus Sanksi Administratif Pajak Kendaraan
Pemprov Riau Hapus Sanksi Administratif Pajak Kendaraan
Pajak E-Commerce, CEO Tokopedia: Aturan Jangan Jadi Pen
Perusahaan Menantu Jokowi Garap Proyek KPR Pemerintah
Pemerintahan Jokowi Kembali Tambah Kuota Impor Jagung,
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hukum
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Nasional
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Politik
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Buka Peluang Pansus Ijazah Gibran, Jimly Asshiddiqie Harap Partai Lain Ikut Bergerak
PKS Tanggapi Wacana Pansus Ijazah Gibran, Mardani Nilai
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 202