Cerita Kesadaran Warga Batam Lepas Bantuan PKH

Mawardi Tombang
Jumat, 19 Februari 2021 17:57:13
Siti Makmuroh, warga Batam yang keluar dari KPM PKH karena ekonomi telah membaik

KANALSUMATERA.com - Batam - Patut dicontoh. Keluarga Siti Makmuroh mantap melepas bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah. Sikap yang jarang dimiliki oleh pribadi lainnya.

Keputusan graduasi (istilah dalam program PKH yaitu keluar dari KPM) secara mandiri keluarga yang berdomisili di bilangan Nongsa ini. Di latar belakangi meningkatnya taraf ekonomi dan keinginan memberikan kesempatan kepada keluarga lain yang lebih berhak menerima bantuan tersebut.

"Karena ekonominya sudah membaik, ibu Siti dan keluarga yakin dan mantap untuk graduasi mandiri dan memberikan kesempatan kepada yang lain untuk merasakan bantuan PKH," ucap Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Batam Hasyimah, Jumat (19/2/2021).

Keluarga Siti Makmuroh menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sejak 2016 lalu saat berdomisili di Kecamatan Batam Kota. Mereka menempati mess yang disediakan oleh perusahaan tempat suaminya bekerja. Siti dan keluarganya menempati satu kamar dengan tiga anak mereka.

Seiring waktu kondisi ekonomi Siti dan keluarga mulai membaik dan bisa membeli rumah sederhana di kelurahan batu besar kecamatan Nongsa. Di latar belakangi hal ini, saat bertemu dengan pendamping PKH, Siti mengakui bahwa kehidupannya sudah jauh lebih mapan di banding pada saat awal sebagai KPM PKH karena rumah yang ditempatinya sudah lunas KPR dari bank.

Baca: Motor Listrik Nasional, Momentum Reindustrialisasi Ekonomi Dalam Negeri

"Suami ibu Siti kini punya usaha sampingan yaitu menerima orderan membuat kusen dari alumunium yang beromset lebih kurang Rp 3 juta perbulan," terang Hasyimah.

Cerita graduasi mandiri KPM PKH awal 2021 ini juga datang dari hinterland (pulau penyangga) Batam. Sekretaris Dinsos PM Leo Putra mengatakan, saat tim PKH melaksanakan kegiatan di Kelurahan Pecong dan Pulau Terong Belakang, pada Ahad dan Senin lalu. Ada tiga KPM yang dilaporkan telah graduasi mandiri.

"Mereka sangat bersyukur atas bantuan yang diterima selama ini dan ingin memberikan kesempatan kepada warga lain yang belum mendapatkan bantuan PKH. Tiga KPM ini yakni 2 KPM Kohor 2010 dan satu KPM Kohor 2020," katanya.

Leo menyebutkan prinsipnya pemerintah akan selalu hadir melayani masyarakat yang kurang mampu. Namun, program kesejahteraan sosial dari pemerintah harus diikuti oleh kesadaran masyarakat itu sendiri.

"Menangani masyarakat kurang mampu sebenarnya mudah karena akan mensyukuri apapun bantuan pemerintah, yang sulit adalah menangani mental miskin," katanya.

Catatan graduasi pada tahun 2019 lalu sebanyak 86 KPM graduasi mandiri. Sementara itu, Pemko Batam terus melaksanakan validasi data penerima bantuan sosial.

Rapat koordinasi Pengelolaan Data Fakir Miskin Cakupan Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2021 digelar di kantor Wali Kota Batam, Rabu (17/2/2021). Rapat di pimpin langsung oleh Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad di dampingi Sekda Batam Jefridin, Kadis Sosial Provinsi Kepulauan Riau Doli Boniara, Kadis Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam Hasyimah dan Kepala Disdukcapil Kota Batam Heriyanto. Kemudian hadir juga para camat, lurah, TKSK dan pencacah se-Kota Batam.

Amsakar mengatakan kebijakan yang tepat sasaran selalu didukung data yang benar atau valid. Kalau data salah kebijakan akan tidak tentu arah. "Kita ini harus berangkat dari data yang benar, agar kebijakan tak diambil seolah meraba dalam gulita," kata Amsakar.

Dalam hal ini, Amsakar menyampaikan bahwa pencacah menjadi lini terdepan mewujudkan target tersebut. Selain itu, ia berharap koordinasi antara pencacah, TKSK, lurah hingga camat terus dilakukan dengan baik.

"Saya ingin capaian validasi data jelas by name by addres," ujarnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi sangat konsen perihal peningkatan kesejahteraan masyarakat. Maka tidak heran pembangunan yang kini tengah gencar dilakukan mengusung semangat berkelanjutan, yang artinya dapat manfaatnya dapat dirasakan terus menerus.

Amsakar juga meminta tim agar memasang stiker khusus pada tempat tinggal warga yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). "Siapkan stikernya dan warga yang ada di DKTS akan dipasangi stiker di rumahnya," tegas Amsakar.

Diskusi dipandu langsung Sekda Batam Jefridin. Rapat tersebut diwarnai ragam harapan dari pencacah, seperti pengadaan laptop bagi pencacah, perbaikan mutu aplikasi dan lain-lain.

Adapun beberapa rekomendasi rapat ini adalah Dinsos PM Batam, Dinas Kominfo Batam dan Disdukcapil Batam akan membuat sistem informasi kesejahteraan sosial (SIKS) Kota Batam yang terkoneksi ke seluruh kecamatan dan kelurahan, TKSK, pencacah, PKH dan Dinsos. Sistem ini mengadopsi SIKS NG Kemensos. Data yang dihasilkan SIKS Kota Batam dari Dinsos PM akan bisa langsung dimasukkan ke SIKS NG Kementerian Sosial.



Lainnya
Traffic Bun Cabang ke-45 Hadir di Pekanbaru, Tawarkan Konsep Kuliner New York Street
Traffic Bun Cabang ke-45 Hadir di Pekanbaru, Tawarkan Konsep Kuliner New York Street
Harga Sawit Riau Kembali Naik Menjadi 2.749,02/kg Akiba
Wawako Ajak Warga Maksimalkan Lazismu di Madrasah Aliya
BP Batam Akan Dilebur, INDEF: Ini Bahaya, Bisa Menggeru
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan