Nasib Peternak Keramba Jaring Apung di Kampar Mengkhawatirkan Saat Ini
KANALSUMATERA.com - Kampar - Kemerosotan ekonomi kian mencekam kehidupan masyarakat, apalagi saat Covid-19 yang belum jelas kapan hilang. Tentu dengan gagapnya masyarakat terus menjalani usaha di tengah ketidapastian ini.
Azwir, salah seorang penjaga ternak keramba di Desa Pulau Terap, Kabupaten Kampar merasakan langsung gimana menjalani usaha sebagai peternak keramba jaring di aliran Sungai Kampar.
Awalnya ia mempunyai usaha keramba sendiri. Dengan sistem usaha keramba agak sulit dikembangkan, Azwir pun hengkang dari usaha tersebut. Dan beralih menjadi penjaga keramba orang lain.
"Sebelum menjaga keramba orang, saya pernah usaha sendiri, kurang lebih 5 tahun saya usaha keramba, ya, dengan banyaknya kendala. Pendapatannya yang pas-pasan akhirnya pilih usaha yang lain." jelas Azwir.
Baca: Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Amankan Rantai Pasok dan Harga Bahan Baku Jelang Lebaran
Azwir mengungkapkan bahwa usaha keramba harusnya banyak, tidak bisa sedikit-sedikit. Apalagi saat sekarang, rentan ikan mati karena air pasang surut. Misalnya banyak keramba, mati 1 sampai 3 petak, petak yang lain bisa berhasil sehingga menyelamatkan ekonomi kita.
Tidak hanya kendala ikan mati ataupun pasang surutnya sungai Kampar yang jadi kekhawatiran warga, penjualan ikan di pasar pun relatif turun sejak Pandemi melanda. Tentunya para usaha keramba tidak memiliki keuntungan seperti biasanya, apalagi nasib seorang penjaga.
Desa Pulau Terap mayoritas warga memanfaatkan aliran sungai untuk membuat keramba, tentu dengan banyaknya kendala yang dialami, warga berharap ada perhatian dari pemerintah.
"Boleh dibilang kebanyakan masyarakat sekarang bergantung pada Keramba Apung, dengan persoalan yang dialami warga saat ini, tentunya kami berharap perhatian pemerintah untuk memberikan solusi pada masyarakat Pulau Terap khususnya." terang Husni.Amd selaku Kepala Desa Pulau Terap (7/09) saat ditemui disela-sela kegiatannya. (mal)
