Bisnis Online Batam Menjerit, Ini Sengkarutnya..

Amar
Senin, 11 Februari 2019 22:45:50
Petugas Bea Cukai Batam sedang meriksa barang kiriman di pesawat

BATAM, KANALSUMATERA.com - Saat ini para pelaku usaha bisnis online di Batam menjerit, karena barang mereka yang merupakan pesanan dari pembeli tertahan hingga 10 hari lamanya di Bandara Hang Nadim Batam. Lebih parahnya lagi, kondisi tersebut kebanyakan diketahui dari komplain pelanggannya.

Sehingga konsumen merasa dibohongi serta dirugikan oleh pebisnis online. Sebab selama ini dalam sistim pemesanan ataupun pengiriman barang secara online paling lama hanya lima (5) hari, sesuai daerah tujuan pemesan.

Gunawan, seorang pelaku bisnis online Batam mengungkapkan bahwa barang mereka tertahan hingga 10 hari di sistem pengiriman kargo setelah diberlakukannya Customs-Excise Information System and Automation (CEISA) oleh petugas Bea dan Cukai (BC) di Bandara Hang Nadim Batam.

"Kita betul-betul susah, belum selesai persoalan tiket mahal dan penerapan bagasi berbayar, kita muncul lagi program CEISA," keluh Gunawan ke awak media, Sabtu (9/2).

Tiga hal tersebut di atas menurutnya menjadi penyebab usaha pengiriman paket keluar Batam menjadi macet dan bermasalah. Utamanya program CEISA. "Kita ini hanya pelaku usaha online kelas kecil di Batam. Kalau pengiriman paket terganggu, tentu konsumen akan komplain serta merasa dibohongi. Akibatnya kami beserta konsumen sangat dirugikan," ungkap Gunawan.

Baca: Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Jam Operasional hingga Pukul 15.00 WIB

Menurut Gunawan, atas kondisi perekonomian Batam yang menurun sejak tiga belakangan ini masyarakat terus berupaya, agar bisa berahan hidup di Batam.

"Maka bisnis online inilah salah satunya upaya agar bisa mendapatkan uang untuk kebutuhan hidup bersama keluarga. Artinya, kalau bisnis online ini telah macet pula karena pengiriman barang ke konsumen, mati serta bangkrutlah masyarakat kecil," ungkap Gunawan sedih.

Diterangkan Gunawan, masalahnya bukanlah pada barang yang kami kirimkan, akan tetapi pada proses pengimputan data barang yang harus menggunakan sistem aplikasi tersebut.

"Bisnis online ini ialah bisnis kepercayan saja. Kami mengirimkan barang sesuai pesanan si konsumen dari luar Batam. Jikalau janji kami tidak sesuai dengan kenyataan, mereka tidak mau memesan lagi. Sementara, inilah usaha kami untuk bertahan dan bersaing hidup," ujar mantan pekerja galang kapal itu.

Diterangkan Gunawan, dalam proses orderan bisnisnya itu melalui telepon serta Whatsaap, dengan waktu pengiriman sampai konsumen paling lama adalah, lima hari kerja. "Kini sudah dua minggu, barang kiriman belum juga sampai ke konsumen. Sehingga, mereka marah-marah dan merasa dibohongi dan rugi," paparnya.

Baca: Hendry Munief Ingatkan 17 Ormas BMIWI Riau Bangun Bisnis Berkelanjutan, Hindari Cara Instan

Diterangkan Gunawan, selain membayar pajak pelaku usaha online, sudah terbebani lagi atas kenaikkan harga kargo hingga 50 persen. "Kalau barang terlambat sampai ke konsumen, mereka komplain dan tidak percaya lagi. Maka dampaknya, kami tidak mendapatkan orderan lagi," pungkasnya.

Dari informasi yang didapat kini semua barang kiriman harus di-scan, dan sortir satu per satu oleh Bea dan Cukai. Makanya barang numpuk, tak bisa terkirim sesuai jadwal. "Total paket yang tersangkut ada 21 ribu paket kata CS pos. Paket mau dicancel juga tak bisa. Lantaran terlalu banyak makanya pos menolak pembatalan," ungkap Mulyadi, pebisnis online lainnya.

Akibatnya ialah, sebut Mulyadi, terima sajalah kemarahan dan makian konsumen kita melalui telepon dan Whatsaap.

Selain dari lamanya proses pengiriman, sebut Mulyadi, batas barang keluar dari Batam juga sangat mempengaruhi minat pelanggan untuk berbelanja, mengingat biaya ongkos kirim juga semakin mahal. "Sekarangkan dibatasi 75 dollar Singapura per barang keluar, ini juga berpengaruh. Pelanggan kita keberatan, karena biaya pengiriman sudah lah mahal ditambah lagi dengan batas itu," ujar Mulyadi, kesal dan kecewa.

Sementara Kepala Bidang (Kabid), Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI), Bea dan Cukai Batam Sumarna mengatakan, atas persoalan pengiriman barang yang terjadi saat ini di perusahaan jasa titipan (PJT), maupun di Kantor Pos Indonesia, terkendala sistem.

Baca: Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Berbenah Demi Kembalikan Marwah Riau

"Terhitung mulai tanggal 29 Januari lalu, kami mengimplementasikan sistem aplikasi barang kiriman. Customs-Excise Information System and Automation (CEISA)," kata Sumarna.

Namun ucapnya, ketika implementasi sistem CEISA PJT secara mandatori, masih terdapat beberapa kendala dan terbukti masih terdapat beberapa dokumen CN yang belum bisa untuk di clearance. "Hal ini lebih disebabkan oleh sistem labeling dari PJT yang belum memenuhi syarat, serta adanya kesalahan format di dalam mengirim data, ke sistem aplikasi CEISA PJT," paparnya.

Efek dari itu semua, imbuhnya, masih terdapat barang kiriman yang belum bisa terkirim pada hari ini dan terpaksa tertunda pengirimannya, meskipun jumlahnya tidak terlalu signifikan.hk/ks

Terkait
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur 9 Tahun Tembus Rp3.831,76/Kg
Pakar Kelautan Soroti Minimnya Ikan Laut dalam Menu MBG
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepi
Wilmar Group Buka Lowongan 8 Posisi di Sumatera dan Kal
Lainnya
Antrian Panjang Sebabkan Kemacetan, Krisis BBM Terjadi di SPBU Bangkinang Sepekan  Terakhir
Antrian Panjang Sebabkan Kemacetan, Krisis BBM Terjadi di SPBU Bangkinang Sepekan  Terakhir
Hendry Munief Dorong BDI Medan Bentuk Lembaga Pendidika
Mengenal Budi, Petani Asal Siak Yang Sukses di Bidang H
Salak Deliserdang Tembus Ekspor, Harga Rp 68 Ribu Perki
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Olahraga
Bonus Rp27 Miliar Tak Kunjung Cair, Atlet dan Pelatih Riau Siap Kepung Kantor Gubernur
Bonus Rp27 Miliar Tak Kunjung Cair, Atlet dan Pelatih Riau Siap Kepung Kantor Gubernur
Pekanbaru Juara Umum O2SN Riau 2026, Borong 12 Medali d
Senam bersama DPC PKS Tuah Madani, Hendry Munief Ajak W
Daerah
Ombudsman Riau Buka Posko Aduan Pengambilan Ijazah, Alumni SMA/SMK Dipersilakan Melapor
Ombudsman Riau Buka Posko Aduan Pengambilan Ijazah, Alumni SMA/SMK Dipersilakan Melapor
Samsat Bangkinang Siapkan Layanan Optimal untuk Pemutih
Fatuhullah Semprot Kadis PUPR Pekanbaru, Soroti Pejabat
Pendidikan
PT Musim Mas Salurkan 480 Paket Bantuan Pendidikan, Dapat Apresiasi dari Disdik Pelalawan
PT Musim Mas Salurkan 480 Paket Bantuan Pendidikan, Dapat Apresiasi dari Disdik Pelalawan
Kemendikdasmen Evaluasi Rapor Pendidikan di Riau, Masuk
Hendry Munief Motivasi Santri PP Hidayatullah Pekanbaru
Ekonomi
Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Jam Operasional hingga Pukul 15.00 WIB
Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Jam Operasional hingga Pukul 15.00 WIB
Pasar Murah Pemprov Riau Sambangi Kampar dan Empat Keca
Hendry Munief Dorong Penguatan Mindset Bisnis dalam Pel
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham