BP Batam Akan Dilebur, INDEF: Ini Bahaya, Bisa Menggerus Investasi di Batam

Alwira Fanzary
Senin, 14 Januari 2019 17:08:22
Kawasan Industri di Batam

KANALSUMATERA.com - Wacana pemerintah melimpahkan kepemimpinan BP Batam ke Wali Kota Batam atau menjadi ex-officio diprediksi akan berdampak pada investasi. Penurunan kinerja industri dan investasi di Batam akan terhambat.

“Batam itu harusnya menjadi Free Trade Zone (FTZ), bukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), apalagi ex-officio. Jika pemerintah kekeh menjadikan Batam sebagai ex-officio dipastikan investasi di Batam tidak lagi menarik. Ini bahaya karena bisa menggerus investasi di Batam,” kata Peneliti Insitute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus, di Jakarta, Senin, (14/1/2019). Seperti yang dilansir dari Okezono.com.

Menurutnya, jika peleburan digulirkan maka kekuatan BP Batam menjadi lemah, karena hanya dikomandoi oleh wali kota. Lantas, kalau hanya wewenang daerah apakah investor bisa percaya, menggelontorkan dananya yang hanya di back up oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

“Kita realistis saja, power daerah seberapa besar, ada tekanan dari pusat pasti ciut,” ujarnya.

Sementara, lanjut dia lagi, investor butuh kepastian regulasi, peraturan, lahan, infrastruktur hingga insentif. Apakah Pemda bisa mengakomodir itu semua. Inilah yang menjadi kecemasan kita bersama terutama investor.

Baca: Pemerintah Singapura Lirik Riau dalam Pengembangan Kawasan Industri: Pemprov Sambut Baik

“Investor itu hanya butuh uang aman, dan menguntungkan kalau dirasa tidak aman, apa lagi tidak menguntungkan pasti kabur,” katanya.

Apalagi, saat ini negara lain banyak yang menawarkan kepastian yang lebih dari pada Indonesia. “Lihat saja Singapura, atau bahkan Malaysia, mereka lebih mapan dari segala bidang, baik regulasi, infrastruktur maupun penunjang lainnya. Indonesia masih carut marut kaya sekarang investor pasti lebih memilih negara lain yang sudah jelas,” katanya.

Batam di prioritaskan menjadi FTZ sebagai kawasan enclave yang strategis sebagai industri dan perdagangan yang berdaya saing. Mengingat, Batam memiliki posisi dan peran sebagai Kawasan Strategis Nasional. Ada kurang lebih 60.000 per tahun vessel melintasi selat Philips yang berada di antara Pualu Batam dan Pulau Singapura.

Volume trafiknya tiga kali volume trafik Terusan Panama dan lebih dari dua kali volume trafik Terusan Suez. Dari sekitar 200 Vessel dan 150 tanker per hari yang lalu lalang ada sekitar 72% Tanker melalui jalur Selat Philips dan sisanya 28% via Selat Makasar dan Selat Lombok. Ozo/Kso

Terkait
PHR Raih Asian Management Excellence Awards 2026 dari Asian Business Review
PHR Raih Asian Management Excellence Awards 2026 dari Asian Business Review
Hutama Karya Operasikan Tol Sigli-Banda Aceh Seksi Hing
Pemerintah Buka Opsi Skema Kerja Sama Swasta dalam Proy
Selain BUMD Lain, Plt Gubri Soroti BRK Syariah: Gerai M
Lainnya
BRK Syariah Raih Dua Penghargaan pada Ajang Hajj Banking Award BPKH 2025
BRK Syariah Raih Dua Penghargaan pada Ajang Hajj Banking Award BPKH 2025
Menuju Energi Mandiri, Indonesia Jajaki Teknologi Nukli
Pertemuan Mahasiswa Tambang dengan Dinas ESDM Riau, Sel
Pelatihan Bagi Calon Tenaga Kerja KEK Arun akan Dipusat
Global
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
Kuba Diembargo AS, BKSAP DPR Desak Kemenlu Beri Dukungan Diplomatik di Forum Internasional
China  Bangun 'Hong Kong' Baru Tak Jauh dari Indonesia
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Daerah
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Insan Pers Antusias Mengikuti Pemaparan Industri Hulu Migas dari SKK Migas-KKKS APGWI
Bupati Zukri  dan Tim Patroli Tinjau Kebakaran Lahan T
Melihat Keindahan Lindok Alam Kampar, Cocok untuk Berba
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Nasional
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
DPR Minta Pemerintah Mengontrol Komersialisasi Air Bawah Tanah
BKSAP DPR Kutuk Serangan Israel ke Markas Unifil yang T
Sosialisasi Empat Pilar di Marpoyan Damai, Hendry Munie
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar