Tingkat Optimisme Pelaku Bisnis di Indonesia Menurun

Alwira Fanzary
Kamis, 28 Februari 2019 18:01:24
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Tingkat optimisme pelaku bisnis di Indonesia menurun di semester II 2018 dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini diungkap dari laporan Grant Thornton International Business Report (IBR).

Laporan itu mengungkapkan, optimisme bisnis pelaku usaha Indonesia berada di level 61 persen dari total responden atau turun 38 persen dari periode sebelumnya kuartal II/semester I 2018. Pada periode itu Indonesia berada di peringkat ranking teratas secara global.

Penurunan itu disebabkan faktor ketidakpastian ekonomi global dan sejalan dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) per kuartal IV 2018.

Data tingkat optimisme pelaku bisnis ini diperoleh melalui wawancara dengan lebih dari 5.000 responden di level eksekutif, managing director, chairman atau eksekutif senior lain dari seluruh sektor industri yang dilakukan pada November 2018.

Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia, seperti yang dilansir dari Suara.com menjelaskan, meski optimisme pelaku bisnis Indonesia turun, secara umum iklim bisnisnya masih cukup kondusif.

Baca: Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Motor Utama Pertumbuhan Triwulan II 2026

"Survei kami mencatat 65 persen pelaku bisnis di Indonesia melaporkan kenaikan revenue lebih dari 5 perse pada 2018,” ujar Johanna dalam keterangan resminya.

Tidak hanya di Indonesia, penurunan optimisme bisnis juga dirasakan serentak secara global. Tercatat optimisme pelaku bisnis global sekarang berada di 39 persen, level tersebut turun signifikan sebanyak 15 poin dari periode sebelumnya dan merupakan rekor terendah sejak kuartal IV 2016.

Optimisme bisnis di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) tercatat masih di bawah Indonesia, yaitu di level 42 persen, turun dari periode sebelumnya yang mencapai level 64 persen.

Ketidakpastian ekonomi diidentifikasi para pemimpin bisnis sebagai faktor pendorong penurunan terbesar, yakni 50 persen dari total responden. Hal ini disebabkan ketegangan geopolitik, seperti perang dagang Amerika Serikat - China dan meningkatnya sentimen populis di sebagian besar negara ekonomi Barat, seperti Italia dan Spanyol.

Lepas dari prospek global yang terlihat muram dan perlambatan pertumbuhan PDB di sebagian besar negara maju, negara-negara ekonomi berkembang di Asia Pasifik dan Amerika Latin menunjukkan proyeksi pendapatan pelaku bisnis terhitung stabil dibandingkan periode sebelumnya. Hal tersebut mencerminkan peningkatan integrasi ekonomi regional dan kolaborasi bisnis yang lebih efektif antarnegara-negara ASEAN.

Baca: Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Jam Operasional hingga Pukul 15.00 WIB

Selain berkurangnya ketergantungan perdagangan pada China yang mulai mengalami perlambatan ekonomi.

“Meski pasar keuangan global bergejolak, para pemimpin bisnis tetap optimistis, karena PDB global diperkirakan terus tumbuh dan bisnis mereka ikut tumbuh bersama. Risiko tetap ada, tapi fundamental ekonomi masih tetap kuat dan masih terbuka berbagai peluang bisnis,” ujar David Peneycad, Global Leader Grant Thornton International.

Secara umum, saat ketidakpastian ekonomi, peningkatan investasi bukan menjadi pilihan favorit para pelaku bisnis yang cenderung mengurangi atau bahkan menghentikan investasi. Namun, inilah saat yang tepat berinvestasi untuk meningkatkan kemampuan dan infrastruktur pendukung. Sehingga saat kondisi ekonomi membaik, pelaku bisnis yang bijak akan mampu bereaksi cepat untuk memanfaatkan momentum dan mengambil keuntungan. Kso



Terkait
Hendry Munief Ingatkan 17 Ormas BMIWI Riau Bangun Bisnis Berkelanjutan, Hindari Cara Instan
Hendry Munief Ingatkan 17 Ormas BMIWI Riau Bangun Bisnis Berkelanjutan, Hindari Cara Instan
Bos Baru BGN Sidak Dapur MBG Dini Hari, Pastikan Kualit
Enam Kios Pangan Murah Hadir di Pekanbaru, Pemko Perkua
Bupati Zukri Tegas: Panggil Pemilik Pabrik Tegaskan Har
Lainnya
Dua UMKM Binaan PHR Terima Sertifikat Halal, Siap Bersaing di Pasaran
Dua UMKM Binaan PHR Terima Sertifikat Halal, Siap Bersaing di Pasaran
Februari Mendatang, Harga Kelapa Sawit Akan Melejit Nai
Meriahkan Rapimko, Kadin Pekanbaru Gelar Seminar Tentan
Minat Medco Kelola Blok Corridor di Sumatera Selatan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Pendidikan
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Transformasi Kurikulum Pesantren di Kampar
Syahrul Aidi Maazat Tekankan Kemandirian Ekonomi dan Transformasi Kurikulum Pesantren di Kampar
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I