Syahrul Aidi Akan Perjuangkan Pajak CPO Jadi Sektor yang Dibagihasilkan untuk Daerah

Mawardi Tombang
Kamis, 10 Oktober 2019 09:08:59

Jakarta, KANALSUMATERA.com - Negara belum adil dalam mengelola Dana Bagi Hasil (DBH) antara pemerintah pusat dan daerah. Masih banyak komoditas yang tidak dibagihasilkan pemerintah pusat ke daerah. Salah satunya ekspor turunan kelapa sawit, Crude Palm Oil (CPO).

Hal itu disampaikan oleh Syahrul Aidi, anggota DPR RI Dapil Riau saat dihubungi pada Kamis (10/10/2019) pagi.

Syahrul Aidi menyebutkan bahwa Provinsi Riau merupakan daerah dengan penghasil CPO terbesar nasional. Namun sayang pajak CPO belum dibagihasilkan.

"Riau bersama 17 daerah lainnya adalah penghasil pajak CPO terbesar nasional. Mencapai angka 30 trilliun tiap tahunnya. Namun sayang dana pajak sebesar itu tidak pernah dibagihasilkan oleh pemerintah pusat ke daerah. Ini akan jadi fokus utama perjuangan kita di senayan nantinya"terang Syahrul Aidi.

Baca: Enam Kios Pangan Murah Hadir di Pekanbaru, Pemko Perkuat Stabilitas Harga Bahan Pokok

Kurang perhatiannya pemerintah terhadap daerah penghasil sawit, khususnya Riau berimbas terhadap infrastruktur daerah yang tak terawat. Jalan nasional dan daerah hancur karena pengangkutan buah sawit dan CPO ke pabrik.

"Belum lagi hutan terbakar imbas pengembangan kebun kelapa sawit yang tak terkontrol. Maka ini sangat merugikan Riau. Untuk itu kita minta memberikan perhatian atas hal ini." pinta tegas Syahrul Aidi. mt

Terkait
Produsen Minyakita Tarik 300 Ton Minyak Bantuan yang Dikeluhkan Berbau Solar
Produsen Minyakita Tarik 300 Ton Minyak Bantuan yang Dikeluhkan Berbau Solar
Pakar Kelautan Soroti Minimnya Ikan Laut dalam Menu MBG
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepi
Wilmar Group Buka Lowongan 8 Posisi di Sumatera dan Kal
Lainnya
Pemprov Riau Hapus Sanksi Administratif Pajak Kendaraan
Pemprov Riau Hapus Sanksi Administratif Pajak Kendaraan
Rumbai dan Pekanbaru Kota Ajukan Lokasi Berjualan PKL,
Dari Rakor BWI Siak 2019, Alfedri Harap Wakaf Dapat Men
Faisal Basri Ingatkan Pemerintah soal Utang dari Surat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pendidikan
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
Bunda PAUD Kampar Tinjau MPLS Ramah, Pastikan Sekolah A
Plt Gubri SF Hariyanto Lepas Dua Capaska Riau, Siap Emb
Politik
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi  PKS DPR RI, Soroti Lahan hingga UMKM
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
Hukum
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Satresnarkoba Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran 8 Kg
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Nasional
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief
Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 p