Prabowo Soroti Ancaman Ekonomi, Kekayaan RI Dicuri hingga Penyelundupan
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ancaman terhadap Indonesia saat ini tidak hanya datang dalam bentuk serangan fisik dan bersenjata. Perkembangan geopolitik dunia yang penuh gejolak membuat ancaman terhadap keamanan nasional juga dapat muncul melalui sektor siber, disinformasi hingga ekonomi.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (05/10/2026).
Presiden menilai kondisi global yang penuh ketidakpastian harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, Indonesia harus mampu mengantisipasi berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan kepentingan nasional.
Baca: Restitusi Pajak Era Suahasil Diperketat, Menkeu Tegaskan Hak Wajib Pajak Tetap Dijamin
Salah satu ancaman yang disoroti Prabowo adalah gangguan terhadap perekonomian serta pencurian kekayaan Indonesia. Ia juga menyinggung praktik penyelundupan sebagai persoalan yang dapat berdampak terhadap kedaulatan negara.
"Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri. Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya.
Baca: Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Capai Rp8,3 Juta per Bulan, Zulhas Ungkap Status Kerjanya
Menurut Prabowo, penyelundupan dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Kekayaan alam Indonesia dapat diselundupkan ke luar negeri secara ilegal, sementara barang-barang terlarang seperti narkotika dapat masuk ke wilayah Indonesia.
"Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika, adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita," beber Prabowo.
Ancaman Perang Tak Lagi Selalu Berbentuk Fisik
Baca: FOSS Group Perkenalkan Teknologi Aerogel Fire Protection untuk Keselamatan Kebakaran di Indonesia
Prabowo menilai perkembangan teknologi dan perubahan situasi global membuat bentuk peperangan ikut berubah. Ancaman terhadap suatu negara kini dapat dilakukan tanpa harus melalui kontak fisik secara langsung.
Karena itu, Presiden meminta TNI terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan bentuk ancaman yang ada.
Baca: Utang Whoosh Jadi Sorotan, Kemenkeu Pastikan Pengalihan Saham Masih Berproses
"Saudara-saudara sekalian, perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih," ujar Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa kondisi damai harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempersiapkan kemampuan menghadapi kemungkinan terburuk.
"Masa damai adalah persiapan menghadapi ancaman yang paling buruk sekalipun," tegasnya.
Baca: IHSG Menguat 0,40 Persen ke 6.462, Rupiah Tertekan di Rp17.742
Selain persoalan ekonomi dan penyelundupan, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap ancaman siber serta penyebaran disinformasi yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya TNI menjadi kekuatan yang profesional, modern, responsif, inovatif dan adaptif. Penguasaan teknologi juga dinilai semakin penting dalam menghadapi tantangan keamanan di masa mendatang.
Baca: The Fed Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Rupiah hingga IHSG Dibayangi Tekanan
Dengan wilayah Indonesia yang luas, ribuan pulau, wilayah laut yang besar serta perbatasan yang panjang, kesiapan TNI dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan dan berbagai objek strategis nasional. (SM)
