Prabowo Soroti Ancaman Ekonomi, Kekayaan RI Dicuri hingga Penyelundupan

Kanama
Senin, 5 Oktober 2026 18:15:41

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ancaman terhadap Indonesia saat ini tidak hanya datang dalam bentuk serangan fisik dan bersenjata. Perkembangan geopolitik dunia yang penuh gejolak membuat ancaman terhadap keamanan nasional juga dapat muncul melalui sektor siber, disinformasi hingga ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Prima, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta, Senin (05/10/2026).

Presiden menilai kondisi global yang penuh ketidakpastian harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, Indonesia harus mampu mengantisipasi berbagai bentuk ancaman yang dapat mengganggu keamanan dan kepentingan nasional.

Baca: Restitusi Pajak Era Suahasil Diperketat, Menkeu Tegaskan Hak Wajib Pajak Tetap Dijamin

Salah satu ancaman yang disoroti Prabowo adalah gangguan terhadap perekonomian serta pencurian kekayaan Indonesia. Ia juga menyinggung praktik penyelundupan sebagai persoalan yang dapat berdampak terhadap kedaulatan negara.

"Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri. Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia," kata Prabowo dalam pidatonya.

Baca: Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Capai Rp8,3 Juta per Bulan, Zulhas Ungkap Status Kerjanya

Menurut Prabowo, penyelundupan dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Kekayaan alam Indonesia dapat diselundupkan ke luar negeri secara ilegal, sementara barang-barang terlarang seperti narkotika dapat masuk ke wilayah Indonesia.

"Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika, adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita," beber Prabowo.

Ancaman Perang Tak Lagi Selalu Berbentuk Fisik

Baca: FOSS Group Perkenalkan Teknologi Aerogel Fire Protection untuk Keselamatan Kebakaran di Indonesia

Prabowo menilai perkembangan teknologi dan perubahan situasi global membuat bentuk peperangan ikut berubah. Ancaman terhadap suatu negara kini dapat dilakukan tanpa harus melalui kontak fisik secara langsung.

Karena itu, Presiden meminta TNI terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan bentuk ancaman yang ada.

Baca: Utang Whoosh Jadi Sorotan, Kemenkeu Pastikan Pengalihan Saham Masih Berproses

"Saudara-saudara sekalian, perang sekarang belum tentu wujudnya fisik. Karena itu TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih," ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa kondisi damai harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempersiapkan kemampuan menghadapi kemungkinan terburuk.

"Masa damai adalah persiapan menghadapi ancaman yang paling buruk sekalipun," tegasnya.

Baca: IHSG Menguat 0,40 Persen ke 6.462, Rupiah Tertekan di Rp17.742

Selain persoalan ekonomi dan penyelundupan, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap ancaman siber serta penyebaran disinformasi yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya TNI menjadi kekuatan yang profesional, modern, responsif, inovatif dan adaptif. Penguasaan teknologi juga dinilai semakin penting dalam menghadapi tantangan keamanan di masa mendatang.

Baca: The Fed Diproyeksi Naikkan Suku Bunga 25 Bps, Rupiah hingga IHSG Dibayangi Tekanan

Dengan wilayah Indonesia yang luas, ribuan pulau, wilayah laut yang besar serta perbatasan yang panjang, kesiapan TNI dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan dan berbagai objek strategis nasional. (SM)



Terkait
Pengembangan Hortikultura Kampar Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Pengembangan Hortikultura Kampar Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Harga Emas Antam Naik Lagi, Kini Tembus Rp2,604 Juta pe
Harga Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu, Konflik Sel
Minyak Dunia Tembus US$108, Pemerintah Tetap Tahan Harg
Lainnya
Kendaraan Listrik NETA V Hadir di BCA Expoversary 2024, Tebar Beragam Promo Spesial
Kendaraan Listrik NETA V Hadir di BCA Expoversary 2024, Tebar Beragam Promo Spesial
Biaya Logistik Mahal, Indef Sebut Pembangunan Infrastru
Minat Medco Kelola Blok Corridor di Sumatera Selatan
YLKI Tak Sepakat Kredit Kendaraan DP Nol Persen
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Kriminal
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua T
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Politik
PSI Bela Gibran di Tengah Gugatan MK, Pertanyakan Kapan Perkara Ijazah Selesai
PSI Bela Gibran di Tengah Gugatan MK, Pertanyakan Kapan Perkara Ijazah Selesai
Gema Keadilan Riau Perkuat Barisan Pemuda, Tujuh DPD se
Ketua PGI Jacky Manuputty Ungkap Alasan Absen Pelantika
Hukum
Densus 88 Tangkap 12 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Ini Perannya
Densus 88 Tangkap 12 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Ini Perannya
WNA China Diduga Curi Barang di Pesawat, Imigrasi Soett
Pengamat Soroti Kasus Narkoba Tiga Anggota DPRD Jatim d
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket