Tenaga Pengawas Proyek Tambang di Indonesia Kurang

Amar
Senin, 21 Januari 2019 06:33:22
Pekerja tambang-ilustrasi.

KANALSUMATERA.com -- Indonesia Mining Association (IMA) menyebutkan Indonesia kekurangan tenaga pengawas proyek pertambangan. Padahal di Indonesia cukup banyak ekplorasi pertambangan hasil bumi ini.

Deputi Direktur Eksekutif IMA, Djoko Widjatno Soewanto mengatakannada sekitar 3000an proyek pertambangan yang saat ini beroperasi di Indonesia. Dari jumlah itu tercatat tenaga pengawas proyek pertambangan hanya sekitar 900 orang.

"Kalau idealnya terjadi empat kali pemeriksaan proyek pertahun berarti idealnya ada 4 × 3000 berarti 12 ribuan pengawas harusnya," kata Djoko kepada wartawan dalam pembukaan kegiatan Mining For Life di Museum Geologi Kota Bandung, Sabtu (19/1).

Menurutnya, pengawas ini merupakan tenaga yang ditugaskan dari pemerintah pusat untuk mengawasi proyek pertambangan yang dilakukan. Tenaga yang disebut inspektur pertambangan ini digaji oleh pemerintah pusat. Sementara pekerjaan mereka ditempatkan di daerah-daerah eksplorasi tambang.

Baca: Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Kerja Disiapkan dalam 3 Tahun

ADVERTISEMENT

Kekurangan tenaga pengawas ini dikatakannya memang terkendala jumlah SDM yang bekerja pada pemerintah. Jumlahnya tidak sebanding dengan proyek tambang yang ada.

"Inspektur tanbang di daerah menjadi pegawai pusat, dengan sistem penggajian dibebankan pusat. Kalau daerah mengurus itu agak gimana ya, itu kan bukan orang saya. Sehingga para inspektur ini kadang nggak punya tempat duduk, nggak punya tempat bekerja di lapangan. Tapi sekarang sudah mulai ditertibkan," ujarnya.

Ia mengatakan dengan minimnya tenaga pengawas dikhawatirkan perusahaan pertambangan tidak menjalankan kewajibannya sesuai prosedur. Akibatnya banyak dampak buruk bagi alam terutama yang disebabkan proyek pertambangan yang merusak.

Baca: Rapat dengan Menteri Ekraf, Hendry Munief Soroti Dampak Nyata 76 MoU  Bagi Pelaku Kreatif

Oleh karena itu, ia mengaku terus mendorong Kementerian ESDM untuk meningkatkan tenaga pengawas yang ada. Sehingga ekplorasi pertambangan tetap berjalan diiringi dengan inspektur tambang yang bertugas mengawasi proyek.

"Walaupun sebenanrya tidak diawasi pun banyak perusahaan pertambangan yang juga menjalankan tugasnya dengan baik," ucapnya.

Ia mengatakan sejauh ini 78 persen proyek pertambangan di Indonesia berjalan dengan baik. Banyak perusahaan tambang yang juga mendapatkan penghargaan karena menjalankan proyek dengan baik dan tetap berkontribusi pada pelestarian alam.

Menurutnya reklamasi oleh perusahaan-perusahaan tambang telah dikerjakan. Bahkan pencapaiannya sudah hampir 100 persen.

Baca: Adam Syafaat Desak PKS di Riau Naikkan Harga Sawit, Tegaskan Tak Ada Alasan Harga TBS Petani Rendah

"Di tambang-tambang yang diawasi dengan baik berjalan dengan baik. Sekarang pencapaiannya sudah 78 persen reklamasinya. Orang-orang tambang seperti saya dididik bahwa kita yang hidup dari sumber daya alam sudah berhutang kepada generasi mendatang. Sehingga kita wajib mencicil hutang kita. Orang tambang dapat uang, iya, menjaga lingkungan juga iya. Sehingga terjadi kesinergian," tuturnya.

Ia mengatakan reklamasi pertambangan perlu dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pertambangan baik perusahaan kecil hingga yang besar. Tetapi, kata dia, kendala yang timbul di lapangan ada kelemahan oengawasan.

Badan Pengurus Keragaman Industri bidang Komunikasi Indonesia Mining Association (IMA) Riza Pratama menambahkan dampak lingkungan dari usaha pertambangan kerap memicu sentimen negatif di tengah-tengah masyarakat. Namun para pengusaha mengaku telah berupaya melakukan pemulihan melalui reklamasi.

"Kehidupan tambang selama ini kita harapkan persepsi tidak baik bisa menjadi lebih baik. Memang (kegiatan tambang) ada impact-nya, tapi bagaimana kita melakukan reklamasi terhadap tambang ini," kata Riza. rpc/ks

Terkait
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Antrian Panjang Sebabkan Kemacetan, Krisis BBM Terjadi
Hendry Munief Dorong BDI Medan Bentuk Lembaga Pendidika
Lainnya
Gerai Oleh-oleh dan Kado Pak Cik Wan Resmi Dibuka
Gerai Oleh-oleh dan Kado Pak Cik Wan Resmi Dibuka
Pertamina Masuk Daftar Global Tahun 2021
Realisasi Pengembalian UEK-SP Cahaya Umban Pekanbaru Ca
Ratusan Tenaga Kerja Indonesia yang Pulang dari Malaysi
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Kriminal
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Polres Siak Ungkap Kasus Kekerasan terhadap Anak, Dua Tersangka Diamankan
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Ri
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Aceh
HK Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Permudah Akses Bantuan Bencana dan Libur Nataru
HK Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Permudah Akses Bantuan Bencana dan Libur Nataru
Presiden Prabowo Tinjau Pengerjaan Jembatan Bailey Teup
Pemko Banda Aceh Gratiskan Air untuk Rumah Ibadah selam
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket