Minat Medco Kelola Blok Corridor di Sumatera Selatan
KANALSUMATERA.com - PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC menyatakan tertarik mengelola blok Corridor yang akan habis kontraknya pada 2023. Untuk bisa mengelola blok itu, Medco harus bersaing dengan sejumlah perusahaan migas antara lain seperti ConocoPhilips dan Pertamina.
Presiden Direktur Medco Energi, Hilmi Panigoro seperti yang diberitakan viva.co.id mengatakan, pihaknya juga menghormati Peraturan Menteri ESDM. Khususnya klausul bahwa penawaran blok tersebut terlebih dahulu diusulkan kepada kontraktor eksisting dan setelahnya ke Pertamina.
"Corridor itu kan dalam Permen, pertama ke eksisting, kedua ke Pertamina, nomor tiga baru ke yang lain. Kalau yang lain dikasih kesempatan, ya kenapa tidak toh," ujarnya di Energy Building, Jakarta, Selasa 19 Februari 2019.
Meski demikian, Hilmi mengaku tak langsung mengajukan minat kepada Pemerintah. Ia masih menunggu pemerintah membuka kesempatan bagi Medco jika kontraktor eksisting dan Pertamina belum berminat.
Baca: Harga TBS Pelalawan Naik, Petani Mulai Tersenyum Usai Pengawasan Ketat Bupati Zukri
"Kita harus ikut aturan. Tapi kalau misalnya sampai yang ketiga terbuka ya kita ikut. Tapi selama itu diberikan pada eksisting dan Pertamina, ya udah kita enggak bisa apa-apa," ungkapnya.
Untuk diketahui, Blok Corridor ini sebelumnya dikelola oleh tiga kontraktor yaitu ConocoPhillips, Repsol dan Pertamina. ConocoPhillips adalah operator dengan hak kelola 54 persen, Pertamina 10 persen dan Repsol Energy 36 persen.
ConocoPhilips mulai mengelola blok tersebut sejak 2002 setelah mengakuisisi Gulf Resources. Kontrak blok Corridor yang terletak di daratan Sumatera Selatan ini berakhir 19 Desember 2023. Kso
