Ekonom Sayangkan Pemerintah Suka Salahkan Kondisi Eksternal
JAKARTA, KANALSUMATERA.com - Enny Sri Hartati, sang Ekonom Senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan, melebarnya defisit anggaran sepanjang semester I tahun 2019 akibat upaya pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan perpajakan masih rendah.
Menurut Enny, data menjadi titik lemah pemerintah dalam menggali sumber-sumber pendapatan dari pajak.
"Kita sudah pernah melakukan tax amnesty. Seharusnya program itu bisa membantu pemerintah untuk terus meningkatkan pendapatan lewat basis data, terutama dari data Wajib Pajak Badan karena dia menjadi kontributor terbesar," kata Enny kepada Republika.co.id, pada Selasa (16/7/2019).
Kebiasaan pemerintah yang selalu menyalahkan kondisi eksternal atas lemahnya kinerja pendapatan dan belanja di dalam
negeri cukup disayangkan Enny. Ia mengatakan, pemerintah harus mampu mencari solusi bagi masalah fundamental yang memang dialami Indonesia saat ini.
Baca: Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief Sambut Baik Diskon Tiket Pesawat Domestik Jelang Lebaran
"Di satu sisi, rendahnya penerimaan juga lantaran pertumbuhan ekonomi yang cenderung stagnan. Hal itu lantas mendorong pelemahan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang menjadi indikator konsumsi dalam negeri." ujar Enny.
Karena itu, pelebaran defisit anggaran yang diprediksi pemerintah merupakan akumulasi dari lemahnya upaya mendongkrak penerimaan pajak dan pelemahan pertumbuhan ekonomi.
Enny juga mengakui bahwa pelebaran defisit anggaran menjadi 1,93 persen memang cenderung aman dan di bawah dari batas aman sebesar 3 persen. Meski demikian, kondisi itu tetap mencerminkan bahwa berbagai upaya pemerintah dalam memberikan insentif di berbagai sektor belum mampu membuat kinerja keuangan membaik. mt
