Sri Mulyani sebut Tingkatkan Ekspor Tak Semudah Balikkan Telapak Tangan

Islami
Rabu, 27 Februari 2019 20:55:38
Sri Mulyani Indrawati

KANALSUMATERA.com - University Network for Indonesia Export Development (UNIED) atau Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Ekspor Indonesia hari ini memberikan hasil kajian tentang proyeksi ekspor Indonesia kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dirinya mengaku puas menerima laporan tersebut.

Laporan tersebut berisi proyeksi ekspor berdasarkan industri untuk 10 komoditas unggulan dan analisa rantai pasok 5 komoditas unggulan ekspor yakni minyak sawit yang disusun oleh Universitas Sumatera Utara, kayu olahan dari Universitas Diponegoro, pulp dan kertas dari Universitas Airlangga, tekstil dan produk tekstil dari Universitas Sebelas Maret, dan perikanan tuna dari Universitas Hasanuddin.

"Sebelumnya saya memberikan PR atau tantangan kepada UNIED. Laporan ini cukup detil, saya senang. Jadi saya terima yah laporannya dibayar tunai," ujarnya di Kantor Indonesia Eximbank, Jakarta seperti dikutip dari detikcom, Rabu (27/2/2019).

Menurut Sri Mulyani, laporan dari UNIED membuktikan bahwa permasalahan ekspor di Indonesia cukup pelik. Sehingga jika ingin meningkatkan ekspor dibutuhkan upaya yang tidak mudah.

Baca: Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed

"Masalah ekspor Indonesia sangat detail dan pelik. Sekarang ekspor pertumbuhannya di bawah 7%, saya ingin besok 15%, itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dinamika butuh kebutuhan mengelolanya, dari ujung ke ujung," terangnya.

Meski begitu, dia percaya peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor masih sangat besar. Apalagi jumlah penduduk dunia semakin lama semakin bertambah banyak.

"Penduduk dunia sekarang 7 miliar orang dan menuju 9 miliar manusia yang tinggal di bumi. Bukan hanya tambah populasi jumlah orang kaya juga semakin banyak," tambahnya.

Peningkatan taraf hidup perekonomian penduduk dunia terjadi diberbagai belahan dunia, seperti China, Eropa, Asia, hingga Afrika.

Namun peluang itu bisa diraih jika eksportir Indonesia bisa mengidentifikasi kebutuhan komoditas dari masing-masing negara tujuan ekspor. Jika itu tidak dilakukan maka sulit untuk menggarap potensi tersebut.

"Poin saya, market itu growing fast (pertumbuhannya cepat). Who's going to fulfill those demand (siapa yang akan memenuhi permintaan)?" ujarnya. iin



Lainnya
Pekan Ini Harga CPO Melesat Dipicu Kenaikan Minyak Nabati
Pekan Ini Harga CPO Melesat Dipicu Kenaikan Minyak Nabati
Dipercaya Sebagai Komut, Sekko Pekanbaru Berkomitmen Ke
8.200 Hektar Lahan di Batam Masih Belum Diolah Investor
Pemerintah Pusat Disebut Gagal Faham Tentang Hak Kelola
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind