Rupiah Melemah Tajam, KAMMI Pekanbaru Desak Pemerintah dan BI Bertindak Nyata

Mawardi Tombang Amar
Jumat, 5 Juni 2026 04:39:01

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat memicu kekhawatiran luas di daerah. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Pekanbaru melontarkan kritik keras terhadap respons pemerintah dan Bank Indonesia (BI) yang dinilai lamban dan tidak efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya di tingkat lokal.

Menurut KAMMI Pekanbaru, tekanan terhadap rupiah bukan sekadar gejolak sementara, melainkan sinyal serius melemahnya ketahanan ekonomi nasional. Kondisi ini berdampak langsung pada masyarakat, terutama melalui kenaikan harga kebutuhan pokok dan penurunan daya beli yang semakin terasa di pasar tradisional.

Ketua Bidang Kebijakan Publik PD KAMMI Pekanbaru, M. Benny Fachrozie, pada Rabu (4/6/2026) menegaskan bahwa situasi ini tidak boleh dianggap remeh. Ia mendesak pemerintah dan BI segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar menyampaikan narasi optimisme di ruang publik.

"Pelemahan rupiah yang kronis dan terus melambung ini adalah tamparan keras. Ini membuktikan bahwa strategi ketahanan ekonomi yang digembar-gemborkan selama ini gagal total! Pemerintah dan BI harus stop membius rakyat dengan narasi optimisme palsu dan klaim "ekonomi nasional aman saja" di media.

Baca: Menkeu Purbaya Soroti Pengawasan Anggaran, Rp20,5 Triliun Siap Disalurkan ke Daerah

Faktanya, di pasar-pasar Pekanbaru harga barang melonjak dan daya beli masyarakat hancur dan terancam digerus inflasi. Jangan berlindung di balik angka statistik yang terkesan terlihat bagus, sementara piring makan rakyat makin kosong akibat ketidakmampuan BI menjaga stabilitas nilai tukar," tegas Benny.

Lebih jauh, Benny juga mengkritik pendekatan kebijakan Bank Indonesia yang dinilai terlalu fokus pada program seremonial tanpa dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi riil. Ia menyebut sejumlah program tidak mampu menjawab persoalan mendasar, terutama saat tekanan terhadap nilai tukar semakin kuat.

"Kami menyentil keras dan mempertanyakan kinerja Bank Indonesia! Di mana BI saat rupiah terkapar? Selama ini mereka hanya sibuk bikin panggung pencitraan lewat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan acara seremonial bagi-bagi bantuan skala kecil yang sama sekali tidak menyentuh akar masalah. Begitu kurs dolar melambung, program-program seremonial itu terbukti mandul dan tidak ada gunanya! BI jangan hanya lihai membuat konten indah di media sosial dan sibuk dengan seremonial serba formalitas, sementara pasar tradisional bergolak hebat. Rakyat butuh intervensi moneter yang agresif dan kebijakan konkret yang terukur, bukan pejabat yang cuma bisa tebar pesona di tengah krisis!" ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PD KAMMI Pekanbaru, Defriandy Nugroho, turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi ekonomi yang dinilai semakin menekan masyarakat. Ia menuntut adanya langkah cepat dan terukur dari otoritas terkait untuk meredam dampak pelemahan rupiah.

Baca: Saldo Minimum Bank per Mei 2026, Mandiri, BRI, dan BNI: Jangan Sampai Rekening Tidak Aktif!

"PD KAMMI Pekanbaru mendesak adanya reformasi kebijakan moneter yang cepat, intervensi pasar yang nyata di tingkat regional, serta langkah konkret untuk mengompensasi kerugian ekonomi masyarakat demi menahan laju inflasi yang kian tak terkendali nantinya terkhusus di kota Pekanbaru dan Provinsi Riau." Tutup Defriandy Nugroho, Selaku Ketua Umum PD KAMMI Pekanbaru.

KAMMI Pekanbaru menegaskan bahwa kondisi ini harus menjadi alarm serius bagi pemerintah pusat dan otoritas moneter. Tanpa langkah strategis dan kebijakan yang tepat sasaran, tekanan terhadap rupiah berpotensi semakin dalam dan memperburuk kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di daerah.



Terkait
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Akses Dana KUR dan Jadi Agunan Usaha
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Akses Dana KUR dan Jadi Agunan Usaha
Soal Defisit APBN 2025, Menkeu Purbaya: Bisa Nol, Tapi
Lubang Fiskal 2025 dan Proyeksi 2026
Lainnya
Peringati Hari Tani Nasional, DPD PKS Pekanbaru Launching Pasar Tani
Peringati Hari Tani Nasional, DPD PKS Pekanbaru Launching Pasar Tani
Pelantikan Pengurus Komunitas Maritim Lampung Dihadiri
Sri Mulyani Minta Masyarakat Lapor SPT Sebelum 31 Maret
Pramugari VietJet Janji Tak Pakai Bikini di Indonesia
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad