Pengusaha Sesalkan Putusan Eropa Hapus Sawit untuk Biofuel

Alwira Fanzary
Jumat, 15 Maret 2019 15:22:21
petani panen sawit

Pengusaha sawit mengaku prihatin atas putusan Komisi Uni Eropa yang menyebut bahwa kelapa sawit mengakibatkan deforestasi berlebihan. Akibatnya, penggunaan bahan kelapa sawit untuk bahan bakar kendaraan bermotor harus dihapus.

"Tentunya kami prihatin dengan keputusan Uni Eropa yang akan menghentikan penggunaan sawit untuk bio energi," kata Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono kepada CNNIndonesia.com, Jumat (15/3).

Ia menilai Uni Eropa abai terhadap peran industri kelapa sawit bagi Indonesia, bahwa industri ini berperan dalam pengentasan kemiskinan dengan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.


Data Gapki menyebut volume ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) dan turunannya sepanjang tahun 2018 mencapai 32,02 juta ton. Jumlah ini naik tipis 3,1 persen dari ekspor 2017 sebesar 31,05 juta ton. Pasar ekspor terbesar CPO Indonesia adalah India sebesar 6,7 juta ton. Sedangkan Uni Eropa menempati posisi kedua sebesar 4,7 juta ton.

Dengan demikian, penghapusan bahan kelapa sawit untuk bahan bakar kendaraan bermotor akan memberikan dampak signifikan bagi pasar sawit Indonesia.

Senada, Wakil Sekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Rino Afrino mengaku heran atas putusan Uni Eropa. Meskipun, ia sendiri belum mengetahui putusan tersebut.

"Saya tidak mengerti kenapa sampai muncul rencana untuk hapus biodisel sebagai bahan baku biofuel. Karena kita tahu bahwa biofuel sangat bagus, apalagi dari sawit," imbuh Rino.

Ia berujar seharusnya Uni Eropa lebih bijak dalam memutuskan penghapusan bahan kelapa sawit untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Sebab, puluhan juta masyarakat Indonesia menggantungkan hidupnya dari industri ini.

Rino juga sepakat dengan Mukti bahwa industri kelapa sawit di Indonesia berperan untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia.


"Mereka hanya sekadar melindungi komoditasnya karena mungkin mempuyai minyak nabati lain. Tetapi seharusnya juga melihat secara proporsional dari dampaknya. Berapa banyak petani yang yang bergantung dari CPO," jelasnya.

Sebelumnya, Komisi Uni Eropa telah menerbitkan kriteria untuk menentukan komoditas yang mengakibatkan kerusakan hutan dan lingkungan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari undang-undang baru Uni Eropa untuk meningkatkan energi terbarukan menjadi 32 persen pada 2030 mendatang.

Komisi Uni Eropa berkesimpulan bahwa 45 persen dari ekspansi produksi minyak sawit sejak 2008 silam telah mengakibatkan kerusakan hutan, lahan basah atau gambut, dan pelepasan gas rumah kaca yang dihasilkan. oleh sebab itu, mereka menilai bahwa penggunaan bahan kelapa sawit untuk bahan bakar kendaraan bermotor harus dihapus. Kso

Lainnya
Kualanamu Didorong Jadi Hub Penerbangan Domestik
Kualanamu Didorong Jadi Hub Penerbangan Domestik
Pemprov Babel Minta Pengusaha Tidak Lagi Ekspor Lada ke
Pekerja Pertamina Duga Avtur Dijadikan Kambing Hitam Ag
BRK Bangkinang Berikan Bantuan Korban Banjir di Kampar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pendidikan
Siswa SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru Praktek Jadi Reporter Menggunakan Bahasa Inggris
Siswa SMK Muhammadiyah 3 Pekanbaru Praktek Jadi Reporter Menggunakan Bahasa Inggris
Pada 2021, Kwarcab Pramuka Kampar Programkan Desa Tangg
Monitoring MIN 1 Pekanbaru, Camat Ardi Pastikan Sekolah
Viral
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket Hijau Tua (USU) Dipukuli Oknum Polisi
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket Hijau Tua (USU) Dipukuli Oknum Polisi
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Warga Besitang Meninggal Dalam Kamar Hotel Budi Baru, D
Hukum
Razia Prokes di 3 Kecamatan, Satpol PP Batam Tegur Badan Usaha Yang Melanggar
Razia Prokes di 3 Kecamatan, Satpol PP Batam Tegur Badan Usaha Yang Melanggar
Facebook Lawan UU Media Sosial Australia, PM Australia:
Vonis PN Siak Dirasa Kurang Tepat, Kuasa Hukum Ponari A
Ekonomi
Walikota Pekanbaru Resmikan Rumah Pangan Madani (RPM) yang ke-85, Perkuat Ekonomi di Masa Pandemi
Walikota Pekanbaru Resmikan Rumah Pangan Madani (RPM) yang ke-85, Perkuat Ekonomi di Masa Pandemi
Wawako Ajak Warga Maksimalkan Lazismu di Madrasah Aliya
Harga Sawit di Riau Kembali Naik, Umur 10 Tahun Rp 2.24
Ottech
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Mengatasinya
Begini Tipe Perilaku Penipuan di Whatsapp dan Cara Mengatasinya
Daihatsu Resmi Luncurkan New Astra Daihatsu Sigra
Awas! VPN Palsu Penyebar Malware Beredar
Leisure
Ayo Ikuti Batam Treasure Hunt 2021, Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kota Batam
Ayo Ikuti Batam Treasure Hunt 2021, Bangkitkan Pariwisata dan Ekonomi Kota Batam
Perkuat Pariwisata Pulau Ngenang, Pemko Batam Prioritas
Taman Agrowisata Pelangi di Tenayan Raya, Destinasi Ber